Review Komik Teether #2 (2018)

Saya pikir saya sudah terlalu jauh ketinggalan lanjutan Teether #1 karena jadwal rilis edisi berikutnya adalah pada bulan Juni lalu. Faktanya, edisi kedua justru terbit pada bulan Agustus kemarin, sehingga lumayanlah, tidak ketinggalan kereta, hehehe. Eniwei, di edisi sebelumnya, sedikit banyak diceritakan tentang insiden mengerikan di hutan yang tampaknya menewaskan seorang gadis bernama Lilly serta kemunculan kembali sosok yang mirip banget dengannya di sekolah beberapa hari kemudian. Cerita ditutup dengan terbunuhnya Jack oleh sosok yang mirip dengan Lilly tersebut di dalam kamar mandi sekolah. Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa sebenarnya sosok yang serupa dengan Lilly itu? Yuk, ikuti lanjutan kisahnya di sinopsis komik Teether #2 berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Teether #2 (2018)

Dillon Brown knows the partially eaten corpse in the boys’ restroom is only the beginning, but no one is going to believe Lilly Quist had anything to do with it. With Carol Hill Elementary on lockdown, Lilly’s next victim is in arm’s reach. Dillon can only pray the police get to them in time, but Lilly isn’t the only monster on the prowl, and the police have problems of their own.

Story: David Hutchison
Art: David Hutchison
Judul Edisi: In the Mouth of Madness
Tanggal Rilis: 1 Agustus 2018

Seseorang dari pihak kepolisian (sherif?) meminta seorang pria botak untuk mendatangi TKP dan melihat keadaan di sana. Si pria botak kaget mendapati kondisi tubuh Jack yang habis terkoyak seperti baru saja dihajar oleh seekor beruang. Sembari memotret sebagai barang bukti, ia melihat ada bekas gigitan di kulit Jack. Untuk saat ini ia pun menduga bahwa binatang liar yang melakukan hal tersebut.

Lilly melangkah di lorong sekolah yang sudah sepi. Sesaat kemudian ia mencium sesuatu yang berasal dari salah satu ruang kelas. Setelah diperbolehkan masuk oleh guru yang berjaga di sana, ternyata ada Dillon dan Chad di sana. Kaget melihat sosok Lilly yang ia sangka sudah mati di hutan, Chad menceritakan apa yang terjadi pada Dillon.

Baca juga  Review Komik Eclipse #3 (2016)

Dari cerita Chad, ritual pemanggilan iblis yang mereka lakukan sebelumnya di hutan ternyata berhasil. Meski tidak jelas apa yang benar-benar terjadi, tapi mereka semua menyaksikan sendiri langit terbelah dan ‘sesuatu’ yang besar keluar serta turun ke bumi. Selanjutnya seperti yang dikisahkan di edisi sebelumnya. Mereka semua lari ketakutan dan tidak lagi mempedulikan Lilly yang terjauh dan tertangkap oleh iblis / monster itu.

Tanpa disadari, Lilly sudah duduk di dekat mereka. Ia mengamini cerita Chad dan memastikan bahwa Chad akan mengalami nasib yang sama dengan Jack: tewas mengenaskan. Pak guru yang meminta Lilly untuk tenang tanpa sengaja menjadi korban, tangannya digigit hingga hampir putus oleh Lilly, yang seperti sebelumnya, wajahnya tiba-tiba berubah menjadi penuh dengan taring tajam.

Tidak butuh waktu lama bagi Chad, Dillon, dan anak-anak lain di dalam kelas itu untuk kemudian lari berhamburan ke luar kelas.

Orang dari kepolisian (namanya Bill) dan si pria botak menganalisa foto kondisi tubuh Jack yang sebelumnya diambil oleh pria botak. Di tempat lain, seorang polisi bernama Drexler bersama rekan-rekannya sedang berhadapan dengan sekumpulan binatang, semuanya memiliki wajah yang mirip dengan Lilly saat ia berubah: penuh taring tajam.

Chad dan Dillon bersembunyi di sebuah gudang. Lilly mengetahui keberadaan mereka dan perlahan menuju ke sana. Tahu posisi mereka terancam, mereka berdua mencoba untuk kabur melalui lubang ventilasi udara.


Akhirnya, terungkap juga bahwa Lilly yang ada di sekolah memang benar sosok Lilly yang sebelumnya. Tapi apakah itu benar-benar Lilly yang mungkin dirasuki oleh ‘iblis’, atau sosok ‘iblis’ yang menyamar hingga menyerupai Lilly, sepertinya harus menunggu jawabannya di edisi-edisi berikutnya. Perkiraan saya sih yang pertama, menyimak fakta binatang-binatang hutan lainnya yang seperti dirasuki oleh ‘iblis’ yang sama. Di sini masih saya beri tanda petik yah iblisnya, karena belum pasti juga apakah benar-benar iblis, monster, atau yang lainnya.

Ngomong-ngomong, kalau dijadikan film layar lebar kayaknya bagus nih…

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply