Review Komik Sword Master #11 (Marvel, 2020)

Di cerita sebelumnya, Lin Lie, Cheng, dan Ji Shuangshuang akhirnya tiba di kuil kediaman Ji Shuangshung yang ada di provinsi Cansu, China. Kedatangan mereka disambut oleh serbuan pasukan monster Chiyou, yang untungnya bisa dengan mudah disingkirkan oleh nenek Ji Shuangshuang, pimpinan kuil tersebut. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Simak kelanjutannya dalam sinopsis komik Sword Master #11 berikut.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Sword Master #11 (Marvel, 2020)

WILL DESTINY LEAD TO DESTRUCTION?! SWORD MASTER LIN LIE meets the powerful chief of the Nü-Wa Clan…JI SHUANGSHUANG’S grandmother! And Granny reveals the TRUTH about CHIYOU’S TOMB and Lin Lie’s bloodline. Will Lin Lie be strong enough to defeat a vengeful GOD OF WAR?

Story: Shuizhu, Amy Chu
Art: Gunji
Color: Gunji
Letter: Gunji
Judul Edisi: Friends, Foes, and Family
Tanggal Rilis: 7 Oktober 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Dengan kekuatan sihirnya, nenek Ji Shuangshuang dengan mudah mengalahkan pasukan monster Chiyou yang menyerang kuilnya. Dengan tegas ia lantas meminta anak buahnya untuk membereskan kuil yang kini kondisinya berantakan. Ji Shuangshuang sendiri tidak membuang waktu. Ia langsung mengenalkan Lin Lie pada neneknya. Ia juga sempat menjelaskan bahwa kekuatan sihir neneknya berasal dari sepasang gelang Nu Wa (Bands of Nu Wa) yang dikenakan neneknya. Sama seperti pedang Lin Lie, gelang tersebut berasal dari klan Nu Wa.

Melihat aksi nenek Ji Shuangshuang yang cukup piawai mengendalikan senjata kuno miliknya, Lin Lie menanyakan pada Ji Shuangshuang bagaimana caranya agar ia juga bisa melakukan hal itu. Sebelum Ji Shuangshuang merespon, neneknya lebih dahulu memotong. Ia menyindir tubuh Lin Lie yang kurus dan tampak tidak mahir berkelahi. Kendati demikian, nenek Ji Shuangshuang lantas membungkuk dan memberi salam hormat karena bagaimanapun Lin Lie adalah penerus klan Fu Xi.

Lin Lie terbengong-bengong melihatnya. Apalagi setelah nenek Ji Shuangshuang, diikuti oleh Ji Shuangshuang, secara resmi meminta agar Lin Lie mau bergabung dengan perjuangan mereka melawan iblis Chiyou.

Alih-alih merespon, Lin Lie malah panik. Ia sempat mendengar suara musik di telinganya, bagaikan momen epic di film laga. Tanpa disangka, itu adalah suara ponsel milik Cheng.

Apes bagi Cheng, nenek Ji Shuangshuang merasa Cheng tidak ada gunanya berada di sana. Terlebih dalam situasi genting seperti sekarang. Ia meminta Cheng untuk kembali saja ke tempat asalnya. Lin Lie mengamini hal tersebut.

Cheng menolak mentah-mentah. Ia berniat untuk ikut andil. Toh jika iblis Chiyou benar-benar bangkit, dunia yang ia tinggali berada dalam bahaya.

Mendengarnya, Ji Shuangshuang memberitahu bahwa iblis Chiyou tidak mungkin bangkit selama dirinya, Lin Lie, dan neneknya menjaga kuil tersebut. Tanpa disangka, salah satu dari tiga bagian tubuh Chiyou ternyata disimpan di kuil tersebut. Tepatnya di area bawah tanah kuil.

Nenek Ji Shuangshuang lalu mengajak Lin Lie ke tempat tubuh Chiyou disimpan. Sebelum memasuki gerbang, ia meminta anak buahnya untuk membawa Cheng menjauh. Setelah membuka kunci gerbang dengan sihirnya, nenek Ji Shuangshuang bersama dengan Ji Shuangshuang dan Lin Lie masuk ke dalam. Tak lama mereka tiba di hadapan makam Chiyou. Bagian badan iblis Chiyou terkubur di sana, dalam bentuk orb.

Bagian tubuhnya yang lain, kepala dan jantung, berada di tempat yang berbeda. Dijaga oleh senjata klan yang lain. Namun mengingat pedang Fu Xi sudah diambil dari tempatnya, berarti kepala Chiyou telah terlepas.

Nenek Ji Shuangshuang meyakini bahwa orb yang diterima Lin Lie bukan berasal dari ayahnya. Melainkan dari Chiyou sendiri. Untuk mengetahui alasannya, nenek Ji Shuangshuang kemudian mengaktifkan pedang Fu Xi milik Lin Lie.


Setelah 10 edisi, akhirnya saya bisa menikmati serial ini secara layak, selayak satu buah edisi komik yang utuh. Tidak seperti edisi-edisi sebelumnya dimana tidak banyak perkembangan cerita dan/atau cerita terasa sangat singkat. Saya suka masih disematkannya unsur lawak saat Lin Lie mengira mendengar musik ala film, padahal itu hanya lagu dari ponsel Cheng. Tapi dengan edisi ke-12 adalah edisi pamungkas, sepertinya cerita bakalan tidak tuntas. Kita lihat saja nanti.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply