Review Komik Sword Master #1 (Marvel, 2019)

Yang suka manga harap merapat. Atau lebih tepatnya manhwa. Terbitan teranyar Marvel Comics, “Sword Master”, adalah adaptasi dari manhwa populer berjudul sama. Uniknya, dalam setiap edisinya terdapat 2 buah sub-cerita. Yang pertama adalah kisal orisinil yang sudah diadaptasi ke dalam bahasa Inggris, sementara paruh sisanya adalah cerita anyar yang digarap oleh Greg Pak, dimana si tokoh utama Lin Lie dipasangkan dengan Shang-Chi, karakter superhero Asia milik Marvel. Nah, penasaran dengan edisi perdananya? Lanjut deh simak sinopsis komik Sword Master #1 di bawah ini. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Sword Master #1 (Marvel, 2019)

MIGHTY MARVEL MARTIAL ARTS DOUBLE TROUBLE! ALL NEW ONGOING SERIES! You saw him tear through Fire Goblins in WAR OF THE REALMS with his big, damn magic sword! Now learn the mysterious origins of LIN LIE, A.K.A. SWORD MASTER, Marvel’s newest Chinese superhero, in the English language debut of the original series written by Shuizhu and drawn by Gunji! Haunted by dreams of demons, Lin Lie hunts for his missing archeologist father – and for the secret of the black sword he left behind. And in a brand new story written by Greg Pak (NEW AGENTS OF ATLAS), Sword Master teams up with SHANG-CHI! What happens when an undisciplined, untrained kid with a magic sword tangles with the one and only, undisputed MASTER OF KUNG FU? (Spoiler alert: they will indeed drive each other crazy, with huge ramifications for the Marvel Universe!)

Story: Shuizhu
Art: Gunji
Color: Rachelle Rosenberg
Letter: Vc Travis Lanham
Judul: Sword In The Tomb
Tanggal Rilis: 24 Juli 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Lin Lie bersusah payah melawan sesosok monster raksasa saat ayahnya muncul dan mendorongnya hingga terhindar dari maut. Sesaat kemudian Lin Lie terbangun. Yang barusan ternyata hanya mimpi. Namun belum apa-apa ia sudah dikagetkan dengan seseorang yang muncul tiba-tiba di hadapannya. Reflek Lin Lie meninjunya hingga orang tersebut terjatuh. Tak disangka itu hanyalah Cheng, sahabatnya, yang sengaja ingin mengejutkan Lin Lie dengan topeng.

Lin Lie lantas menceritakan tentang kegalauannya. Tentang mimpi-mimpi buruk yang terus saja ia alami semenjak ayah dan kakaknya menghilang. Misteriusnya lagi, mereka menghilang setelah ayah Lin Lie, seorang arkeolog, membawa pulang sebilah pedang berwarna hijau tua, sama seperti yang digunakan oleh Lin Lie dalam mimpinya.

Cheng lalu memberitahu Lin Lie bahwa ia sudah mendapat informasi keberadaan sekelompok pencuri kuburan yang sepertinya tahu tentang hilangnya ayah Lin Lie. Seolah mendapat harapan, wajah Lin Lie kembali ceria.

Di sebuah rumah makan di tempat terpencil, Lin Lie menemui Hou Lao Er, salah seorang dari tiga kawanan pencuri yang dimaksud Cheng. Setelah mengiming-imingi mereka dengan sebuah permata mahal, mereka lantas menunjukkan sebuah foto di ponsel mereka. Terlihat ayah Lin Lie sedang terduduk di tanah dan pedang hijau yang ada di kamar Lin Lie tampak melayang di udara, dikelilingi oleh kabut berwarna merah yang bentuknya menyerupai naga.

Dari cerita mereka, kabut tersebut muncul dari dalam tanah disertai dengan suara melengking dan gempa bumi. Hal tersebut terjadi setelah mereka meledakkan area kuburan tua (demi mendapatkan harta karun) meski sudah coba dicegah oleh ayah Lin Lie. Sayangnya, mereka berhasil kabur dan justru ayah Lin Lie yang menghilang bersama kabut tersebut.

Setelah memasukkan permata ke dalam kotak yang sengaja tidak bisa dibuka, Lin Lie menyerahkan kotak tersebut pada para pencuri dan pergi meninggalkan mereka.

Lin Lie sedang berkemas di kamarnya untuk menuju ke tempat ayahnya menghilang saat pintu kamarnya diketuk. Seorang pengantar barang dengan sebuah kardus, menyatakan bahwa itu adalah barang kiriman dari ayah Lin Lie.


Untuk cerita kedua, “Sword Master & Shang-Chi: Master Class”, tidak saya buat sinopsisnya karena ceritanya merupakan kelanjutan dari event War of The Realms yang kebetulan tidak saya ikuti. Buat saya pribadi sih cerita aslinya di atas lebih menarik. Tapi yah, sekali lagi itu menurut saya pribadi ya. Bisa jadi karena memang belum baca War of The Realms maupun Agen of Atlas (serial dimana Shang-Chi eksis untuk saat ini), jadi belum merasa punya ikatan batin, hehehe.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply