Review Komik Shazam! #9 (DC Comics, 2020)

Di cerita sebelumnya, Mr. Mind dan Dr. Sivana berhasil mempengaruhi Black Adam untuk menyerang Shazam (Billy Batson) dan ayahnya bersama dengan The Seven Sins yang kini tunduk kepada Mr. Mind. Di saat genting, demi menyelamatkan ayahnya, Billy meminta ayahnya untuk segera mengucapkan kata sihir. Dan ayah Billy pun berubah menjadi anggota ketujuh dari keluarga Shazam! Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apa sebenarnya yang direncakan oleh Mr. Mind dan Dr. Sivana? Dapatkah Billy berkumpul kembali bersama seluruh saudaranya? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinospis komik Shazam! #9 di bawah ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Shazam! #9 (DC Comics, 2020)

After their terrifying adventure through the Darklands, Billy and the rest of the Shazam family find themselves going over the rainbow and through the looking glass into the upside-down, topsy-turvy world of the Wozenderlands! It’s a magical, multicolored metropolis where it’s always time for a cup of tea, a game of croquet or even a stroll down the Blue Brick Road—but it’s also ruled by the mysterious Wizard of Wozenderland, desperate for the power of the six champions!

Story: Geoff Johns
Art: Marco Santucci, Scott Kolins, Dale Eaglesham
Color: Michael Atiyeh
Letter: Rob Leigh
Judul Edisi: Shazam! And The Seven Magiclands Chapter 9
Tanggal Rilis: 18 Desember 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Billy memberikan penjelasan singkat mengenai apa yang terjadi kepada ayahnya, yang masih kaget dengan yang barusan terjadi kepadanya. Meski belum sepenuhnya paham, instingnya sebagai seorang ayah tetap bekerja dengan membantu Billy yang sedang dipiting oleh Black Adam.

Beberapa saat kemudian Mary bergabung dengan mereka. Anehnya, saat Black Adam balas menyerang Mary, kekuatam Mary tiba-tiba hilang begitu saja. Keanehan kembali terjadi saat ayah Billy menyelamatkan Mary dari serbuan The Seven Sins. Giliran kekuatan ayah Billy yang hilang sedang kekuatan Mary kembali.

Tidak ingin mengambil resiko, Billy lantas mengucapkan mantra sihir untuk memindahkan dirinya, Mary, dan juga ayahnya dari tempat tersebut. Tanpa disangka, mereka bertiga kini berada di Wozenderlands dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Adalah Scarecrow yang pertama kali menemukan ketiganya bersama dengan warga Wozenderlands lainnya. Meyakini bahwa mereka adalah bagian dari Seven Champions, Scarecrow memutuskan untuk membawa ketiganya menemui Dorothy. Dengan segera warga Wozenderlands lainnya menggulung Billy, ayah Billy, dan Mary dengan jubah mereka masing-masing, lalu membopong mereka melalui yellow brick road (jalan bata berwarna kuning).

Tak berapa lama, mereka semua tiba di persimpangan antara yellow brick road dengan blue brick road (jalan bata berwarna kuning). Scarecrow ragu apakah hendak tetap berada di yellow brick road atau menggunakan jalan pintas blue brick road yang lebih berbahaya.

Sesaat kemudian kucing Cheshire menampakkan diri dan menjelek-jelekkan Dorothy. Scarecrow sama sekali tidak mempercayai ucapan Cheshire. Perdebatan di antara keduanya membuat Billy tersadar. Baru sempat Scarecrow menjelaskan sedikit mengenai situasi mereka, kucing Cheshire tanpa basa basi menyerang Billy. Untunglah Mary ternyata juga sudah sadarkan diri dan langsung menangkap serta melempar Cheshire menjauh. Sembari menyeringai Cheshire memperingatkan mereka semua bahwa tak lama lagi penyihir akan datang untuk merebut kekuasaan Wozenderlands. Ia pun menghilang setelahnya.

Ketika Billy melangkah menghampiri Mary, kekuatan Mary kembali menghilang. Billy mulai menyadari bahwa hal itu mungkin terjadi akibat dirinya telah membagi kekuatan Shazam dengan ayahnya. Hal yang sama terulang, dimana saat ayah Billy mendekati Billy, kekuatannya ikut menghilang.

Kejadian tersebut membuat Billy galau. Di saat bersamaan, Wizard muncul bersama dengan White Rabbit, Eugene, dan Pedro. Billy terkejut karena selama ini mengira Wizard sudah tiada. Tanpa basa basi, Wizard lanjut dengan menghadirkan Darla dan Freddy.

Alih-alih menjelaskan mengapa dirinya sebelumnya berpura-pura mati, Wizard menyatakan bahwa kini Billy harus memilih, apakah hendak membagi kekuatannya dengan saudara-saudaranya seperti yang selama ini ia lakukan, atau hanya membaginya dengan ayahnya saja. Wizard memastikan bahwa Billy harus menentukan pilihan agar kejadian hilangnya kekuatan seperti yang dialami oleh Mary dan ayah Billy sebelumnya tidak terjadi lagi.

Tidak ingin membebani anaknya, ayah Billy meminta agar Billy memilih saudara-saudarinya. Sebaliknya, sadar bahwa mereka merupakan anak-anak yang selama ini tinggal di panti asuhan dan sangat membutuhkan kehadiran orang tua masing-masing, saudara saudari Billy meminta Billy untuk memilih ayahnya.

Tanpa sedikit pun ragu, sembari meneteskan air mata Billy menyatakan bahwa ia memilih keduanya. Dengan lantang ia mengucapkan Shazam dan mereka semua — ayah Billy serta saudara saudari Billy — berubah menjadi keluarga Shazam. Sambil tersenyum kepada Wizard yang masih tidak mempercayai hal tersebut bakal terjadi, Billy mengatakan bahwa inilah ketujuh jawara (Seven Champions) yang ia pilih.

Di Rock of Eternity. Mr. Mind memberitahu apa yang telah terjadi pada Dr. Sivana. Meski hal tersebut di luar perkiraannya, Dr. Sivana terlihat santuy. Ia menyatakan bahwa Billy telah membuka pintu menuju Seven Lands tanpa tahu kekuatan apa yang ada di dalamnya. Kekuatan yang Dr. Sivana yakini nantinya bakal ia kuasai dan ia jadikan modal untuk menguasai dunia bersama dengan Mr. Mind.


Saya tidak menyangka. Kehadiran ayah Billy yang awalnya terlihat biasa dan geje ternyata justru membawa pengaruh besar di dua edisi terakhir. Walau sebenarnya agak aneh jika nantinya ayah Billy benar-benar menjadi bagian permanen dari keluarga Shazam, tapi untuk sekarang sepertinya saya akan menikmatinya. Mestinya juga bakal ada konflik antara ayah versus saudara saudari Billy di kemudian hari. Ayahnya yang over protektif misalnya.

Ngomong-ngomong, cover di edisi #9 ini keren beuts.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply