Review Komik Poison Ivy: Cycle of Life and Death #3 (2016)

Setelah Dr. Luisa, kini Prof. Grimley turut menjadi korban pembunuhan misterius yang terjadi di Gotham Bothanical Gardens. Pamela yang merasa kehilangan dengan tewasnya Luisa yang sudah ia anggap sebagai sosok penolong di hidupnya, agak terhibur dengan kelahiran kedua ‘bayi’-nya, hasil perkawinan genetik dirinya dengan tanaman Taxus Baccata yang sudah berusia ratusan tahun. Namun dengan misteri pelaku pembunuhan yang masih belum terpecahkan, siapa yang bakalan jadi korban selanjutnya? Adakah hubungan antara segala peristiwa yang terjadi dengan tanaman tersebut? Lanjut gih disimak sambungan ceritanya di sinopsis dan spoiler Poison Ivy Cycle of Life and Death #3 berikut.

Sinopsis Komik *SPOILER*

poisonivy3

As the murder investigation at the lab deepens, a new surprise awaits Poison Ivy in the form of the growing hatched sporelings! As these new lifeforms test the limits of their power, will they soon outgrow the need for their creator?

Story: Amy Chu
Art: Clay Mann, Stephen Segovia (Pencils) / Seth Mann, Jonathan Glapion, Dexter Vines, Art Thibert (Inks)
Color: Ulises Arreola
Judul Edisi: Chapter Three: Growing Pains
Tanggal Rilis: 16 Maret 2016

Kedua orang detektif yang menangani kasus pembunuhan di Gotham Bothanical Gardens menginterview Darshan, orang pertama yang menemukan tubuh Prof. Grimley. Ia menceritakan obrolan singkatnya dengan Pamela, sebelum ia mendatangi dan masuk ke kantor Grimley karena mendengar ada suara aneh. Ketika pintu terbuka, sebuah sosok menerjangnya, dan ketika ia bangun, tubuh Grimley sudah menjadi butiran debu.

Sementara itu, Pamela sedang asyik bermain dengan kedua bayi perempuannya yang diberi nama Rose dan Haze. Rose memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan tanaman, sementara itu Haze dapat mempercepat pertumbuhan tanaman, yang mana keduanya merupakan salah dua dari kemampuan Pamela. Satu jam kemudian, begitu Pamela tiba di Bothanical Gardens, Darshan langsung menyambutnya dan menceritakan tentang apa yang telah terjadi. Penasaran, Pamela bergegas menuju laboratorium untuk mencari tahu apakah hasil penelitiannya yang hilang ada di sana. Namun langkahnya terhadang oleh Victor Lee dan kedua detektif, yang berniat untuk menginterogasinya. Tanpa disangka, salah seorang detektif menerima panggilan telepon dari seseorang, yang memerintahkan mereka untuk tidak menggrusuhi Pamela.

41_04

Dengan menyimpan rasa heran dan penasaran terhadap siapa orang yang telah meloloskannya dari kedua orang detektif tersebut, Pamela pun pergi meninggalkan TKP dan kembali ke rumah. Tanpa diduga, ia mendapati rumahnya dalam keadaan berantakan, dengan tanaman Taxus Baccata yang sebagian sudah hancur. Untungnya, kedua anaknya masih dalam keadaan selamat. Kelegaannya menemukan Rose dan Hasel dalam kondisi baik-baik saja membuat Pamela tidak menyadari ada sosok monster yang sedang mengawasi dari atap rumahnya.

Setelah membereskan rumah dan meletakkan beberapa tanaman pemangsa (yah, kira-kira seperti itulah, entah namanya apa) sebagai penjaga, tiba-tiba Winston datang bertamu. Namun kedatangannya tidak murni untuk urusan silahturahmi, melainkan modus untuk meminta imbalan atas bantuannya kemarin. Pamela yang memang dari awal tidak menyukainya kemudian mempersilahkannya masuk, mengajaknya ke balkon, membunuhnya, dan menyerahkannya pada para tanaman pemangsa sebagai makan malam mereka.

41_13

Belum habis tubuh Winston disantap oleh para tanaman, giliran Darshan yang datang ke tempat Pamela. Pamela mengajaknya untuk ngopi di resto ujung jalan dimana di sana Darshan menunjukkan peta rahasia yang ia temukan, yang menunjukkan salah satu bagian dari Gotham Bothanical Gardens yang seharusnya tidak terpakai namun justru dijaga oleh berbagai alat security. Pamela bergegas pulang dan meminta bantuan dari sahabatnya yang ahli urusan bobol membobol ruangan yang penuh penjagaan security, Cat Woman.

Tanpa disadari Pamela, kacamatanya tertinggal di restoran, dan Darshan mengikutinya pulang, nyelonong masuk ke dalam, dan menemukan Pamela (yang sudah berganti kostum menjadi Poison Ivy) bersama dengan Cat Woman yang baru saja tiba.


Banyak sekali kejadian yang terjadi di edisi kali ini. Mulai dari adanya orang misterius yang telah membantu Pamela lolos dari interogasi detektif, penyerangan terhadap anak-anak Pamela, Winston yang akhirnya menghembuskan nafas terakhir, penemuan ruang rahasia di Gotham Bothanical Gardens yang dijaga ketat, hadirnya Cat Woman, serta Darshan yang mengetahui sosok Pamela sebenarnya. Dengan cerita yang masih separuh jalan, sepertinya kedua kasus pembunuhan di Bothanical Gardens hanyalah tip of the ice dari misteri yang sebenarnya. Bakalan seru nih kayaknya.

rk poisonivy3
Poison Ivy: Cycle of Life and Death #3 (2016)
  • Story
  • Art (Pencil, Ink, Colors)
  • Element of Surprise
  • Recommended Reading
3.9

Review Komik

Well, gak ada yang spesial dengan buku ini. Meski sudah mulai ada penampakan monster yang kemungkinan adalah pelaku pembunuhan Luisa dan Grimley, adanya rahasia tersembunyi di gedung Gotham Bothanical Garden, kehadiran Cat Woman, serta Darshan yang (kemungkinan bakal) mengetahui identitas Pamela sebenarnya, tapi entah kenapa saya kok tidak merasa gregetnya sama sekali. Serasa lewat begitu aja. Semoga ini hanya personal feeling aja, no hurt feeling yah buat fans tante Pamela 🙂

Sending
User Review
0 (0 votes)

Leave a Reply