Review Komik Joker/Harley: Criminal Sanity #1 (DC Comics, 2019)

Di tengah-tengah kebosanan dengan cerita superhero yang nyaris itu-itu saja, imprint (merk) DC Black Label keluaran DC Comics benar-benar menjadi semacam oase yang menyegarkan. Hampir semua tema yang dihadirkan fresh dan tidak biasa. Sebut saja “Batman: Last Knight on Earth” dan “Batman: Curse of the White Knight“. Lini anyar mereka yang baru saja dirilis minggu lalu ini juga tidak kalah serunya. Bertajuk “Joker/Harley: Criminal Sanity”, serial ini mencoba menggali perjalanan karakter Harley Quinn dari sudut pandang yang berbeda — seorang profiler kriminal. Seperti apa kisahnya? Simak yuk sinopsis edisi perdananya di bawah ini. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Joker/Harley: Criminal Sanity #1 (DC Comics, 2019)

In Gotham City, where heinous acts of violence are a daily occurence, the GCPD relies on Harley Quinn, a young forensic psychiatrist and profiler, to consult on their toughest cases. But Harley is haunted by one unsolved case—the night she discovered her roommate’s body marked with the signature of a notorious serial killer known as the Joker.

Five years later, the case remains unsolved and a new series of horrific murders occur throughout the city. As the murders escalate, Harley’s obsession with finding the depraved psychopath reponsible leads her down a dangerous path. When the past and the present finally collide, Harley has to decide how far she is willing to go—and how many lines she is willing to cross—to solve these cases once and for all.

Written by #1 New York Times and international bestselling author Kami Garcia (co-author of Beautiful Creatures, author of Unbreakable and X-Files: Agents of Chaos) with art by Mico Suayan (Bloodshot: Reborn) and Mike Mayhew (The Star Wars), JOKER/HARLEY: CRIMINAL SANITY introduces readers to a Joker and Harley Quinn unlike any they’ve seen before, utilizing forensic psychiatry, behavior analysis (profiling) and psychological profiles to create a true-to-life take on these iconic characters that is more terrifying than any psychotic fantasy.

Story: Kami Garcia
Art: Michael Mayhew, Mico Suayan
Letter: Richard Starkings of Comicfraft
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 9 Oktober 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Detektif Jim Gordon sedang berkonsultasi dengan Dr. Harley Quinn tentang sebuah kasus pembunuhan dimana mayat korban dipotong menjadi dua di bagian pinggulnya dengan sebuah gergaji. Terlihat alat pembunuhan yang dimaksud tergeletak di dekat korban. Atasan Gordon, Maddox, menyatakan bahwa itu adalah ulah gang kriminal. Harley tidak menyetujuinya. Terlebih setelah ia melihat adanya bekas sayatan di leher korban, yang sekilas terlihat seperti sebuah senyuman.

Sebelum pergi, Gordon memberitahu Harley keputusan GCPD untuk menghentikan penyelidikan kasus-kasus lama karena sudah terlalu banyak kasus kriminal yang harus diselesaikan. Salah satu yang hendak di-cold case-kan adalah kasus pembunuhan terhadap Edie, sahabat Harley, 5 tahun yang lalu. Kasus itu sebenarnya dikaitkan dengan aksi pembunuhan berantai yang dilakukan oleh Joker. Namun sejak kejadian tersebut, Joker justru menghilang begitu saja sehingga pihak kepolisian sulit untuk menemukan petunjuk.

Harley kesal dan tidak terima mendengar berita dari Gordon.

5 tahun yang lalu. Harley tiba di apartemennya dan mendapati Edie dalam keadaan tidak bernyawa di bak mandi apartemen. Meski tangannya terikat, mulut Edie terlihat tersenyum lebar. Terlihat juga bekas sayatan di lehernya, yang belakangan diketahui sebagai tanda atau ciri khas dari Joker.

Aksi pembunuhan terhadap Edie bukanlah satu-satunya. Selang waktu sebulan belakangan juga terjadi beberapa kasus pembunuhan. Dua di antaranya di apartemen yang sama. Sama seperti sebelumnya, polisi tidak menemukan petunjuk sama sekali. Selain adanya beberapa buku yang hilang dari rak… buku-buku tentang prosedur operasi.

Harley mendatangi detektif Maddox di GCPD. Ia mencoba memberitahu Maddox bahwa kasus pembunuhan yang terjadi bukanlah ulah gang. Maddox tidak peduli dan tetap keukeuh dengan pendapatnya. Ia bahkan mengusir Harley pergi begitu saja.

Tidak lagi diprioritaskan oleh GCPD, Harley memutuskan untuk mengalisa sendiri kasus-kasus kriminal yang berkaitan dengan Joker. Minimnya petunjuk membawa Harley pada Gina Baker, saksi dari kasus pembunuhan Joker yang pertama terhadap seorang pria bernama Mick Kelly.

Dari mulut Gina, Harley mengetahui bahwa Mick adalah seorang duda. Sejak kematian istrinya, ia sering mabuk-mabukkan dan acap memukuli anaknya sendiri, John. Hingga suatu saat Mick diketemukan tewas dan John menghilang begitu saja. Menariknya, kecelakaan yang berujung pada meninggalnya Julia, istri Mick, ternyata secara tidak langsung disebabkan oleh Batman.

Gordon meminta Harley untuk menemuinya di sebuah pemakaman. Baru saja terjadi pembunuhan di sana dimana korban, seorang pria, badannya dijahit dengan sepasangan tangan dan kaki milik orang lain, sehingga seolah-olah ia memiliki 4 tangan dan 4 kaki. Maddox yang melihat kedatangan Harley tanpa basa basi mengusirnya, menganggap bahwa itu adalah ulah sekte pengabdi setan. Tidak terlalu mempedulikan Maddox, sebelum pergi Harley memberitahu Gordon dan yang lain bahwa alih-alih simbol setan, yang barusan digambarkan oleh si pembunuh adalah salah satu karya Leonardo Da Vinci, Vitruvian Man.

Usai mengisi perkuliahan di Gotham University (dan sempat ditanyai oleh seorang pria tentang perasaannya ketika berhadapan dengan mayat korban pembunuhan), Harley kembali diminta oleh Gordon untuk mendatangi sebuah TKP. Lokasi yang dimaksud adalah sebuah gudang. Belum jelas siapa yang menjadi korban, tapi terlihat sebagian orang di sana tampak syok dan sulit berkata-kata.


Sejelek-jeleknya cerita Joker/Harley: Criminal Sanity #1, pembaca yang open-minded pasti setidaknya bakal mengapresiasi artworknya yang sungguh luar biasa. Bahkan bagian hitam putihnya pun terasa di atas rata-rata. Untungnya, bagi sebagian orang, termasuk saya, kisah yang disajikan cukup menarik. Saya yakin jika diangkat ke layar lebar bakal tidak kalah ngehitsnya dengan “Joker”.

Yang belum bisa diprediksi adalah apakah serial ini bakal membawa karakter Dr. Harleen Quinzel bertransformasi menjadi partner kriminal Joker, atau tetap menjadi seorang profiler kriminal. Saya sih berharapnya yang pertama. Pengen tahu hal apa yang lantas bikin Harley berubah pikiran dan jadi sebaliknya mendukung aksi Joker.

Bagaimana menurut teman-teman?

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , , ,

Reply