Review Komik Injustice: Gods Among Us Year Two #12 (DC Comics, 2014)

Di cerita sebelumnya, sempat dilumpuhkan oleh Black Canary dengan peluru kryptonite, Superman kini ikut mengenakan cincin Sinestro Corps seperti halnya Hal Jordan. Tanpa basa basi, ia langsung menyerang Black Canary dengan sinar heat vision-nya, which is telak mengenai tubuh Black Canary. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik Injustice: Gods Among Us Year Two #12 berikut.

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Sinopsis Komik

injustice yeartwo 12

In this penultimate chapter, Sinestro’s evil machinations result in the corruption of another hero and the deaths of even more.

Story: Tom Taylor
Art: Bruno Redondon & Xermanico (Pencils) / Julien Hugonnard-Bert (Inks)
Color: Rex Lokus
Letter: Wes Abbott
Judul Edisi: Chapter Twenty Three: Fall of The Gods
Tanggal Rilis: 9 September 2014

Dengan sisa-sisa tenaganya, Black Canary mencoba tetap tegar. Ia memberitahu Superman bahwa lensa kontak di matanya merekam semua perbuatan Superman barusan. Tidak hanya merekamnya, melainkan juga menyiarkannya secara langsung ke seluruh dunia. Ia yakin setelah ini tidak lagi ada orang yang percaya pada Superman.

Tanpa menghiraukannya, Superman terbang meninggalkannya dan memilih untuk membantai Green Lantern Corps di sekitarnya. Kondisi pun jadi makin kacau balau.

Sementara itu, di tempat lain, John Stewart berusaha mati-matian untuk menghentikan pertempuran. Ia terus meminta rekan-rekannya untuk berhenti. Sinestro tiba-tiba menghampirinya dan memberitahu bahwa John tidak mungkin bisa melakukan hal itu. Ia lalu membujuk John untuk bergabung ke kubu Superman dan memintanya untuk memejamkan mata sembari membayangkan tatanan dunia yang direncanakan oleh Guardians of The Universe. Tahu usahanya tidak berhasil, Sinestro lantas membunuh John.

Sinestro kemudian memanggil Hal Jordan yang berada tidak jauh. Ia syok mendapati sahabatnya sudah meninggal. Saat ditanya, Sinestro menjawab bahwa pelakunya adalah Guy Gardner.

Dengan penuh emosi, Hal terbang mendatangi Guy dan menyerangnya. Guy berusaha menenangkannya. Sebaliknya, Sinestro terus memanas-manasi Hal. Pada akhirnya, Hal menarik lengan kanan Guy hingga putus, mengakibatkan kekuatan cincin Guy hilang dan ia pun terjatuh ke tanah.


Year Two comes to an end, leaving the rebellion more devastated and demoralized than ever. Where will Batman and his allies go from here?

Story: Tom Taylor
Art: Bruno Redondon & Xermanico (Pencils) / Juan Albarran & Julien Hugonnard-Bert (Inks)
Color: J. Nanjan
Letter: Wes Abbott
Judul Edisi: Chapter Twenty Four: World’s End
Tanggal Rilis: 16 September 2014

Batman memerintahkan Oracle untuk menghentikan siaran langsung. Ia juga meminta seluruh rekan-rekan mereka untuk mundur. Pasalnya, adanya siaran langsung tersebut justru membuat orang-orang takut pada Superman. Imbasnya, kekuatan Sinestro Corps, termasuk Superman dan juga Hal Jordan, bakal makin meningkat.

Sementara itu, Superman, Sinestro, dan Hal kini berhadapan dengan Ganthet. Ganthet berniat untuk membunuh mereka dengan serangannya. Berbeda dengan sebelumnya, tanpa kesulitan Superman menerima serangan tersebut.

Ia lalu menerjang Ganthet dan mendorongnya menuju planet Mogo. Serangan planet Mogo pun tak ada artinya. Tubuh Ganthet ia tabrakan pada Mogo, lalu keduanya didorong oleh Superman, terus hingga menuju matahari. Sesaat kemudian keduanya lenyap, musnah terbakar.

Dari kejauhan, Sinestro mengatakan pada Hal bahwa semuanya telah berakhir. Mereka sudah melakukan apa yang harus mereka lakukan… menyelamatkan dunia.

Epilog. Doctor Fate muncul di dekat Black Canary. Ia lalu membawanya ke bumi yang lain (dimensi lain) bersama dengan Connor. Di sana, Black Canary diperkenalkan pada Oliver Queen dari dimensi tersebut. Kebetulan, Dinah Lance di bumi tersebut sudah meninggal 5 tahun yang lain. Doctor Fate berharap agar keduanya bisa menemukan kebahagiaan mereka di sana.

Black Canary sempat menanyakan tentang Superman di dunianya. Doctor Fate menjawab bahwa ia tidak mungkin bisa mengembalikan Black Canary ke sana karena ia sudah melanggar terlalu banyak aturan hanya untuk ‘menyelamatkan’ Black Canary.

Sepeninggal Doctor Fate, hubungan Black Canary dan Oliver Queen terlihat mulai mencair.


Saya tidak terlalu suka dengan Ganthet sepanjang kehadirannya di Injustice: Gods Among Us Year Two ini. Alih-alih tegas, bagi saya ia lebih kelihatan egois, tidak mau mendengarkan pendapat atau masukan dari luar. Jadi, mohon maaf, saya cukup puas dengan aksi Superman membunuhnya.

Untuk kelanjutan serial ini, “Injustice: Gods Among Us Year Three”, akan langsung bisa diikuti mulai minggu depan, ya. Gak pakai jeda. Kejar target harus tuntas seluruhnya di tahun 2021 ini soalnya, hehehe.

Sampai jumpa Sabtu mendatang!

gambar #24770

Leave a Reply