Review Komik Injustice: Gods Among Us Year Three #9 (DC Comics, 2015)

Di cerita sebelumnya, Wonder Woman akhirnya tersadar berkat bantuan Ares. Ares pula yang kemudian menyadarkan Superman. Dengan informasi dari Spectre, Superman dkk lantas menuju Tower of Fate untuk membebaskan rekan-rekan mereka yang ditahan oleh Batman. Akankah usaha mereka mendapatkan hasil? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik Injustice: Gods Among Us Year Three #9 berikut ini. Cekidot!

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Tentang Injustice: Gods Among Us Year Three #9

cover injustice gods among us year three #9

cover injustice gods among us year three 9

The new Deadman tracks down The Spectre but makes a shocking discovery. Meanwhile, Trigon launches an attack on Superman, and not even the power of Wonder Woman is enough to help. Plus, the identity of Superman’s secret protector is revealed.

Story: Brian Buccellato
Art: Bruno Redondo, Xermanico, Juan Albarran (Chapter Seventeen) / Bruno Redondo & Juan Albarran (Chapter Eighteen)
Color: Rex Lokus
Letter: Wes Abbott
Judul Edisi: Assault On The Tower (Chapter Seventeen) / Fight or Flight (Chapter Eighteen)
Tanggal Rilis: 11 Februari 2015

Alur Cerita / Sinopsis Komik

Deadman (Dick Grayson) menyusup masuk ke penjara kota Gotham. Ia merasuki tubuh salah seorang penjaga dan membuka pintu sel salah seorang tahanan. Ia adalah Jim Corrigan.

Kubu Superman dan kubu Batman kini saling berhadap-hadapan. Batman memberi tanda pada rekan-rekannya untuk mengkonsumsi pil super. Semua melakukannya, selain John Constantine, Klarion, dan Doctor Fate.

Pertarungan pun dimulai. Superman berpesan bahwa misi mereka adalah menyelamatkan rekan-rekan mereka yang ditangkap, bukan untuk saling bunuh. Ia sendiri langsung menyerang Batman.

Sejauh ini pertempuran terbilang imbang. Ada yang menang dan kalah dari kedua belah pihak.

Batman segera mengatur strategi untuk meninggalkan TKP. Ia meminta John dan Klarion untuk memindahkan rekan-rekan mereka sementara ia menyibukkan Superman. John menolak karena ia sudah punya rencana tersendiri bersama Klarion.

Belum sempat ia menjalankan rencananya, Sinestro lebih dulu menyerang Klarion hingga tewas. Tidak hanya Batman yang terkejut, Superman dan Wonder Woman pun turut mengkonfrontasi aksi Sinestro barusan.

Memanfaatkan momen tersebut, John lantas merapal sebuah mantra sihir. Tidak diduga, rencana yang ia maksud adalah mendatangkan Trigon ke Tower of Fate.

Tidak hanya itu. Sebelumnya John ternyata sudah memanas-manasi Trigon dengan membuat seolah-olah Superman yang telah menculik Raven. Hal itu sukses memancing kemarahan Trigon terhadap Superman.

Hal Jordan bertindak cepat. Ia meminta Shazam untuk pergi mencari Raven agar bisa meredakan amarah Trigon. Pasalnya, kekuatan Trigon jauh di atas mereka semua. Bahkan Ares sudah menjadi korbannya.

Batman dkk menggunakan kesempatan itu untuk kabur. Melalui portal yang dibuka oleh Doctor Fate, satu demi satu meninggalkan Tower of Fate. Kecuali detektif Chimp, yang saat ini terikat oleh sihir Klarion dan kemungkinan besar akan segera lenyap seiring dengan kematian Klarion.

Sebelum pergi, Deadman tiba-tiba muncul di hadapan Batman. Ia menceritakan tentang Jim Corrigan yang berada dalam kondisi terpapar virus Joker. Pun begitu, pelakunya bukanlah Joker. Melainkan sesuatu berkekuatan sihir yang kini menyamar menjadi Spectre.

Sementara itu, Shazam berhasil menemukan tempat rekan-rekannya ditahan. Apes, Doctor Fate muncul dan langsung memindahkan mereka semua.

Beberapa saat kemudian, Batman dkk tiba di House of Mystery.

Pertarungan Superman dkk melawan Trigon masih terus berlangsung sengit. Superman mencoba memberitahu bahwa ia justru hendak menyelamatkan Raven. Trigon tidak mempercayainya.

Di saat Trigon akan menghantam Superman, sebuah cahaya menghempaskannya. Mr. Mxyzptlk muncul dan meminta Trigon agar tidak menyentuh Superman.

Simpulan

Agak kecewa karena kubu Superman masih belum berhasil menyelamatkan rekan-rekan mereka. Soal Batman yang tidak mempermasalahkan aksi John mengadu domba Trigon dengan Superman juga sebenarnya mengecewakan. Tapi, yah, seperti sudah saya katakan berulang-ulang. Masalahnya di jagat Injustice ini bukan hanya Superman, melainkan juga Batman. Cuma bisa geleng-geleng kepala membaca komentar orang-orang yang mendukung penuh sampai mati terhadap aksi Batman, dan sebaliknya, menghujat habis-habisan apa saja yang dilakukan Superman. Terlalu naif.

Saya pribadi tidak familiar dengan House of Mystery, lokasi yang dituju oleh Batman dkk. Jadi penasaran bakal ada insiden atau twist apa lagi di sana.

rk injustice godsamongus yearthree 9

Leave a Reply