Review Komik Ignited #1 (H1, 2019)

Mark Waid, komikus senior yang menciptakan salah dua seri komik favorit saya sepanjang masa — “52” dan “Kingdom Come” –, baru-baru ini bergabung dengan brand baru H1 dari penerbit Humanoid sebagai Direktur Pengembangan Kreatif (Director of Creative Development). Dan salah satu lini yang mereka jagokan adalah “Ignited”, seri komik superhero dimana orang-orang biasa tiba-tiba saja mendapat kemampuan super atau kekuatan supernatural setelah mengalami suatu kejadian. Seperti apa ceritanya? Simak selengkapnya dalam sinopsis komik Ignited #1 berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Ignited #1 (H1, 2019)

The lives of six teenagers are changed forever when tragic chaos ensues in their high school. Now the power to restore order is literally in their hands.

It’s the first day back at Phoenix Academy High—but this year, there’s no back to school excitement in the air,
as returning students and faculty are haunted by memories of last year’s horrific attack. So many friends and colleagues were lost, and some of those who survived underwent changes—they IGNITED, gaining supernatural abilities they barely understand. Little do they know this is just the beginning…

Story: Mark Waid, Kwanza Osajyefo
Art: Phil Briones
Color: Andrew Corssley, Leonardo Paciarotti
Letter: A Larger World Studios
Judul Edisi: Triggered Part 1
Tanggal Rilis: 5 Juni 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Beberapa bulan berlalu pasca insiden penembakan masal di Phoenix Academy High School. Kini kegiatan sekolah dimulai kembali namun bukan berarti segala sesuatunya sudah berjalan kembali normal. Sebagian besar murid masih merasa syok dengan yang sebelumnya terjadi. Pun begitu dengan orang tua mereka, yang khawatir kejadian sama akan terulang.

Untuk mencegah insiden tragis terjadi lagi, pihak sekolah membuat beberapa keputusan yang tidak populer. Seperti membagikan dan menyarankan murid-murid untuk menggunakan tas ransel transparan, menyediakan perlengkapan darurat di setiap ruangan, serta, yang banyak ditentang oleh murid, mempersenjatai staff pengajar.

Pada periode ketiga, ponsel yang dimiliki oleh murid-murid Phoenix Academy tiba-tiba aktif secara bersamaan. Sebuah video dimainkan secara otomatis. Ada dua sosok yang mengaku bernama @Viral dan @Wave di dalamnya. Mereka menentang keputusan untuk memberikan senjata kepada staff pengajar dan meminta murid-murid yang lain untuk bergabung bersama mereka dalam menentang hal tersebut. @Viral dan @Wave juga memberi sebuah tuntutan bagi pihak sekolah. Yaitu membatalkan kebijakan mempersenjatai para guru sore itu juga. Jika tidak, maka keeesokan harinya seluruh staff sekolah akan mengalami diare hebat.

Usai menyimak video tersebut, murid-murid justru tertawa terbahak-bahak. Mereka mengira bahwa itu hanyalah prank semata. Pihak sekolah sendiri segera menyangkal isi dari video @Viral dan @Wave. Mereka mengaku bahwa itu adalah kegiatan orang iseng dan yang bersangkutan sudah langsung ditangani. Tentu saja hal tersebut tidak benar. Di ruang kepala sekolah, pak kepsek tampak panik sembari melihat map berisi pengajuan budget sistem notifikasi kelas (ClassAlert) yang pernah ia tolak.

Pagi harinya, apa yang dinyatakan oleh @Viral dan @Wave benar-benar terjadi. Seluruh kelas diajar oleh guru pengganti karena guru-guru mereka yang asli sedang mengalami serangan diare. Keduanya mendadak jadi idola bagi sebagian murid. Sebagian lainnya juga kini merasa lebih rileks berada di sekolah. Tidak seperti sehari sebelumnya yang dipenuhi dengan rasa takut dan ketegangan.

Anouk, salah seorang murid, merasa sedikit curiga dengan Callum Healy. Callum sudah terkenal sebagai tukang onar di sekolah. Namun kali ini ia justru diam saja dan sama sekali tidak berkomentara apapun terhadap @Viral dan @Wave.

Dua minggu kemudian. Orang tua Luther yang kebetulan merupakan polisi memaksa untuk mengantarkan anaknya dengan penjagaan ketat, lengkap dengan persenjataannya. Kedatangan mereka di sekolah membuat sebagian murid panik. Di tengah keributan, Anouk melihat @Viral ikut berlari di lorong sekolah.

Sesaat kemudian, orang tua Luther dan anak buahnya memasuki bangunan sekolah. Sebuah gelombang suara tinggi mendadak aktif, berlanjut dengan pengumuman dari @Viral dan @Wave melalui speaker sekolah, yang menyatakan dengan tegas bahwa tidak boleh ada senjata yang masuk ke dalam sekolah.

Anouk yang juga mendengar pengumuman tersebut langsung menyadari ada kata-kata khas Callum di dalamnya. Ia bergegas menuju rooftop, arah yang dituju @Viral sebelumnya. Ada Callum dan seorang gadis lain di sana. Plus @Wave.


Saya suka. Jagat superhero yang diangkat terlihat cukup menjanjikan. Edisi perdana juga sama sekali tidak terkesan diburu waktu. Alurnya berjalan normal untuk mengenalkan kita pada sosok karakter utama dan lingkungan di sekitarnya. Tanpa perlu dijelaskan secara detil, saya dan mungkin pembaca lainnya rasanya sudah memahami bagaimana efek dari insiden penembakan masal yang dialami oleh murid-murid di sekolah. Termasuk bagi Anouk, @Viral, dan @Wave.

Selain “Ignited” yang merupakan lini utama, H1 juga telah menyiapkan (mini?) seri komik lainnya yang mengangkat jagat superhero yang sama. Satu yang sepertinya tidak kalah menarik adalah “Strangelands”. Bakal dirilis tanggal 10 Juli 2019 mendatang, serial tersebut mengangkat sosok Adam dan Elakshi Land, pasangan suami istri yang kini memiliki kekuatan super. Apesnya, kekuatan tersebut membuat mereka kini tidak bisa lagi bersentuhan satu sama lain karena akan menimbulkan ledakan dahsyat. Waduh.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply