Review Komik Grimm Fairy Tales #43 (Zenescope, 2009)

Di cerita sebelumnya, terkuak momen serah terima buku dongeng Sela dari seniornya, Alexxa. Muncul pula sosok musuh bebuyutan mereka, Baba Yaga, yang di penghujung halaman tengah merancang kerjasama dengan Belinda. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Simak jawabannya dalam sinopsis komik Grimm Fairy Tales #43 berikut.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Grimm Fairy Tales #43 (Zenescope, 2009)

A mythical creature of intense power finds itself needed by both the forces of good and evil. When the last unicorn appears in central park both Sela and Belinda are enlisted to find the magical creature for very different reasons. Sela seeks to protect the creature and guide it back home while Belinda needs it for her own evil plot. But unknown to both women a third party with malevolent plans for the creature is set to enter the game. Sela find herself in a race against time to bring the last unicorn back to its own realm before her rivals can accomplish their goals.

Story: Joe Brusha
Art: Brent Peeples
Color: Shefali Randeria
Letter: Bernie Lee
Judul Edisi: The Last Unicorn
Tanggal Rilis: 23 Desember 2009

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Bertahun-tahun sebelumnya. Sela dan Belinda tengah berada di Las Vegas, tepatnya di semacam pasar tradisional. Ada seorang kakek dari suku Indian (penduduk asli Amerika) di sana, dikelilingi oleh beberapa anak kecil. Ia bercerita tentang adanya dua jenis serigala di dalam diri setiap orang. Satu baik, satu jahat. Keduanya saling bertarung hingga ada satu yang menjadi pemenang. Dan juaranya adalah yang paling sering diberi ‘makan’ oleh kita.

Saat ini. Saat berada di New York, Sela mendapat informasi keberadaan kuda unicorn di Central Park. Bergegas ia menuju TKP. Sudah ada Shang di sana. Sembari bersama-sama berkeliling mencari kuda tersebut, Shang menceritakan bahwa kuda tersebut ia perkirakan sengaja kabur ke bumi karena dikejar-kejar oleh banyak pihak di dunianya. Ada kekuatan sihir yang cukup besar di tanduknya, yang menjadi incaran mereka. Terlebih, di seluruh dunia hanya ada satu kuda unicorn saja.

Tak lama mereka berhasil menemukannya. Apes, sesaat kemudian Belinda dan Baba Yaga juga tiba. Tanpa banyak membuang waktu, Shang memerintahkan Sela untuk menghadapi Belinda sementara ia menahan Baba Yaga.

Satu hal terungkap dalam pertarungan mereka. Baba Yaga yang sudah tidak lagi menjadi pengikut The Dark One. Kini ia justru ingin mengalahkannya dengan memanfaatkan tanduk kuda unicorn.

Sementara itu, pertarungan Sela versus Belinda berhasil dimenangkan oleh Sela. Pun begitu, ia memilih untuk tidak membunuhnya.

Tanpa mereka sadari, ada pihak lain yang mengawasi mereka. Siapa lagi kalau bukan anak buah The Dark One yang dipimpin oleh Fenton. Tanpa ada gangguan, ia membunuh kuda unicorn dan mengambil tanduknya. Sela yang datang belakangan terkejut melihatnya.

Tak lama Shang pun tiba. Dengan kekuatannya, ia mengembalikan tubuh unicorn ke dunianya. Shang juga sudah tahu bahwa bukan Belinda yang membunuh unicorn tersebut.

Sela sempat menanyakan apakah mungkin semua bisa berubah seandainya ia membunuh Belinda saat itu. Shang membantah. Ia menjawab bahwa itu tidak akan mengubah apa pun. Yang jelas, dengan keputusan Sela untuk tidak membunuh Belinda, Sela sudah memastikan bahwa ia bukanlah orang jahat.

Sambil melangkah pergi, Shang meminta Sela mengikutinya karena akan ada banyak hal yang mereka lakukan untuk mengantisipasi kekalahan mereka kali ini.


Grimm Fairy Tales Volume 8 dibuka dengan sebuah pertanyaan baru. Apa sebenarnya hubungan Baba Yaga di masa lalu dengan The Dark One? Kenapa ia sekarang memutuskan untuk membelot? Bagaimana pula dengan Belinda? Apakah ia hanya berpura-pura membantu Baba Yaga? Atau juga benar-benar ingin melawan The Dark One? Semoga sebelum muncul pertanyaan-pertanyaan tambahan di edisi-edisi mendatang, yang saya sebutkan barusan sudah dijawab duluan. Bisa puyeng kalau nggak, hehehe.

Eniwei, artwork di edisi ini nggilani banget. Brent Peeples seperti cuman fokus menggambar buah dada para karakter wanitanya. Yang penting payudaranya terbuka dan terlihat seksi. Yang lain urusan ke-100. Sama sekali tidak bisa dinikmati frame demi framenya. Ada yang sependapat?

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply