Review Komik Dial H For Hero #4 (DC Comics, 2019)

Di cerita sebelumnya, demi merebut kembali telepon H-Dial, Summer mengaktifkannya dan berubah menjadi sosok superhero Lo Lo Kick You. Usahanya berhasil. Menyadari bahwa Thunderbolt Club akan terus mengejar mereka, Miguel dan Summer mengatur rencana untuk meminta bantuan pada Superman. Berhasilkah mereka? Temukan jawabannya dalam sinopsis komik Dial For Hero #4 berikut ini. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Dial H For Hero #4 (DC Comics, 2019)

With the Dial finally secured, and on the run from those who want to control the powerful device that can give anyone the powers of a random superhero, Miguel and Summer head to the old Justice League Detroit headquarters with the hope of finding some help in contacting Superman.

Story: Sam Humphries
Art: Joseph A Quinones Jr., Tom Fowler
Color: Jordan Gibson
Letter: Dave Sharpe
Judul Edisi: Detroit City Blues
Tanggal Rilis: 26 Juni 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Di Justice League Detroit HQ. Miguel dan Summer dihadang oleh robot Batman di markas lama Justice League yang ada di kota Detroit. Untung tak lama kemudian muncul Snapper Carr, orang yang dipercaya oleh Justice League untuk mengelola tempat tersebut. Selain Carr dan robot Batman, terdapat pula robot-robot yang menyerupai anggota Justice League lainnya. Mulai dari Superman, Plastic Man, hingga Booster Gold.

Carr, yang ternyata juga pernah menggunakan H-Dial, meminta Miguel untuk menyerahkan telepon merah tersebut kepadanya. Miguel menolak mentah-mentah. Ia hanya mau menyerahkannya langsung kepada Superman.

Di Heroverse. Robby Reed alias The Operator meratapi dirinya yang terpaksa mengurung diri di sana. Terlihat tubuh fisik Mister Thunderbolt yang ia simpan rapat-rapat dalam sebuah tabung.

Di Justice League Detroit HQ. Roh Mister Thunderbolt tiba di TKP. Tanpa membuang waktu, ia merasuki dan menguasai robot Superman yang kebetulan sedang berada di hadapannya.

Sementara itu, Carr mencoba untuk menghubungi Justice League. Hasilnya nihil. Tak lama kemudian, robot-robot superhero yang sepertinya sudah dikuasai oleh roh Mister Thunderbolt (atau mungkin sudah di-hack olehnya) muncul mengerumuni Carr, Miguel, dan Summer. Tanpa basa-basi, mereka mulai menyerang ketiganya.

Di tengah-tengah konflik, Carr memaksa untuk menggunakan H-Dial. Miguel melarangnya. Namun di saat genting, ketiganya lantas mengaktifkan H-Dial. Carr, Summer, dan Miguel berturut-turut berubah menjadi superhero Alien Ice Cream Man, Chimp Change, dan Lil Miguelito.

Sementara Alien Ice Cream Man dan Chimp Change menghadapi robot Justice League, Miguel yang kesal karena berubah menjadi sosok anak kecil gak jelas mencoba kembali memutar tombol H. Anehnya, beberapa kali mencoba, hasilnya sama saja. Ia tetap menjadi karakter yang geje.

Memanfaatkan Miguel yang kesal dan panik, roh Mister Thunderbolt memberi bisikan kepadanya. Ia meminta Miguel untuk memutar tombol S, berjanji hal itu akan memberikan kekuatan superhero yang sebenarnya pada Miguel. Miguel menurutinya.

Yang terjadi adalah roh Mister Thunderbolt menyatu kembali dengan tubuhnya. Tidak itu saja, selain kekuatan superhero yang ada pada Carr dan Summer menghilang, Mister Thunderbolt lantas menghilang dengan membawa kabur telpon H-Dial. Tahu bahwa semua itu adalah akibat ulahnya, Miguel bergegas masuk ke portal dan mengejar Mister Thunderbolt.


Hingga edisi keempatnya, serial komik “Dial H For Hero” ini masih konsisten dengan pola penyajian yang dinamis, berubah sesuai dengan karakter superhero yang hadir. Sam Humphries juga cukup cerdas dengan tidak melulu mengangkat Miguel dan satu karakter antagonis sebagai pengguna H-Dial di tiap episodenya. Setelah kemarin Summer yang mendapat giliran, kini bahkan ada tiga orang sekaligus yang mengaktifkan H-Dial. Seru!

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply