Review Komik [email protected] #1 (Viper Comics, 2003)

Serial komik yang satu ini sebenarnya terbilang jadul. Bertajuk [email protected] atau dibaca ‘Dead at 17’, kisahnya bukan hanya sudah bercabang ke berbagai sekuel dan spin-off, bahkan sudah diadaptasi ke dalam bentuk film pendek di tahun 2016 lalu. Nah, sudah kebayang dong berarti ceritanya gak ecek-ecek. Apalagi masih ada kaitannya dengan zombie dan horor, tema besar pembahasan di Curcol.Co tahun 2020 ini, hehehe. So, tanpa perlu bertele-tele, simak yuk sinopsis komik [email protected] #1 di bawah ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Dead@17 #1 (Viper Comics, 2003)

Something sinister is emerging in the small suburb of Darlington Hills. At the center of it are Nara Kilday and Hazy Foss, your average teenage girls. The best of friends, they share a unique bond. But when tragedy strikes, a dark secret is revealed that will change their world forever.

Story: Josh Howard
Art: Josh Howard
Color: –
Letter: –
Judul Edisi: Chapter 1
Tanggal Rilis: 29 Oktober 2003

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Hazy Foss mengantarkan Nara Kilday pulang ke rumahnya. Sebelum berpisah, Nara menyarankan agar sahabatnya itu berpisah saja dengan kekasihnya, Patrick, daripada harus terus-terusan ribut seperti yang belakangan mereka lakukan. Hazy mengiyakan. Ia juga mengajak Nara untuk nonton aksi panggung Elijah bersama bandnya besok malam.

Beberapa waktu kemudian, saat Nara sedang bersiap untuk tidur, terdengar suara-suara dari ruang tamu. Saat dilihat, ternyata ada sosok pria tidak dikenal menyusup masuk. Melihat Nara, pria tersebut lantas mengeluarkan sebilah golok dari balik bajunya dan mulai mengejar Nara. Sempat mencoba kabur, pada akhirnya Nara menemui ajalnya di tangan pria tersebut.

Usai menghadiri pemakaman Nara, Hazy yang masih berduka dan tengah terduduk di depan nisan Nara dihampiri oleh seorang pria. Pria tersebut mengaku bernama agen Noel Raddemer, pihak berwenang yang menangani kasus pembunuhan Nara. Ia hendak menanyakan beberapa hal tentang Nara pada Hazy, namun Hazy menolak dan meminta dihubungi lain waktu.

Di sebuah rumah makan, Hazy bertemu dengan Elijah, sahabat sekaligus sosok yang pernah dicintai oleh Nara. Elijah kemudian bercerita bahwa kurang lebih setahun yang lalu, saat hubungannya dan Nara mulai dekat, terjadi kejadian yang misterius.

Kala itu, Nara datang ke rumahnya untuk menonton film bersama. Di tengah-tengah menonton, Nara terlelap. Elijah pun sengaja tidak membangunkannya. Tiba-tiba Nara terlihat gelisah seolah sedang mimpi buruk. Khawatir terjadi apa-apa, Elijah lalu membangunkannya. Tanpa disangka, Nara malah tertawa terbahak-bahak seperti orang gila. Tidak itu saja, Nara juga sempat memukul Elijah sembari meneriakkan hal-hal yang aneh tentang iblis.

Setelah beberapa saat, Nara kembali tenang dan tertidur. Tak lama ia bangun seolah tidak terjadi apa-apa. Kendati demikian, saat itu Nara tidak berkata apa-apa dan hanya diam menatap Elijah sebelum akhirnya pergi meninggalkannya. Sikap aneh Nara itu berlanjut hingga hampir sebulan setelahnya. Walau setelah itu ia mau ngobrol kembali dengan Elijah, namun Elijah tahu bahwa sudah ada jurang pembatas di antara mereka.

Hazy terkejut sekaligus heran mendengarnya. Ia yakin jika memang terjadi sesuatu Nara pasti akan bercerita kepadanya.

Hazy menemui detektif Falcone di kantor polisi. Setelah menanyakan beberapa hal tentang pertemuan terakhir Hazy dengan Nara, agen Noel menunjukkan buku diari yang diyakini merupakan milik Nara. Terlihat seperti buku diari biasa di awal, semakin ke belakang isi lembar demi lembarnya bisa dibilang semakin mengerikan. Berkaitan dengan iblis. Dan itu terjadi pasca hari ulang tahun Nara yang ke-16.

Di tengah pembicaraan, detektif Falcone mendapat kabar tentang adanya penyerangan terhadap sepasang remaja di dermaga Hidden Lake. Menganggap bisa jadi itu ada kaitannya dengan kasus nara, detektif Falcone pun bergegas menuju TKP bersama anak buahnya.

Hazy diam-diam membawa pulang buku harian milik Nara. Setibanya di rumah, ia langsung menghubungi Elijah dan mengajaknya bertemu di suatu tempat. Tanpa disangka, beberapa orang zombie menerobos masuk ke kamar dan menyerangnya. Di saat genting, hal tak terduga lain terjadi. Nara tiba-tiba muncul dengan membawa kapak dan langsung menghabisi zombie-zombie tersebut.


Artwork komik ini sebenarnya bukan tipe kesukaan saya, tapi entah mengapa begitu membaca sekilas ceritanya kok langsung demen. Saya memang belum punya gambaran bakal seperti apa ceritanya ke depan. Namun yang sekarang saya lihat adalah pembuka sebuah cerita bertema zombie yang misterius, seru, namun dikemas dengan gaya yang lugas dan tidak terkesan diserius-seriusin. Semoga saja memang benar seperti itu adanya di edisi-edisi berikutnya.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply