Review Komik Dead Life (Titan Comics, 2018)

Satu lagi komik tentang zombie. Sejak melambungnya popularitas Walking Dead, memang tidak sedikit yang meniru. Mencoba mencari peruntungan yang sama dalam tema serupa. Tentu saja, sebagian berhasil, sebagian tidak. Yah, namanya juga mengekor. Kadang bisa nemplok di buntut yang dikejar, kadang bisa terpeleset dan tertinggal jauh, hehehe.

“Dead Life” menurut saya adalah salah satu yang berhasil tampil beda. Dipublikasikan oleh Titan Comics, komik besutan Jean-Charles Gaudin ini hadir dalam 3 edisi saja. Jangan pesimis dulu. Meski tidak berjilid-jilid, tapi cerita dan twist yang disajikan ternyata malah jauh lebih menarik ketimbang Walking Dead yang selalu menggunakan pola yang sama dari waktu ke waktu.

Seperti apa? Berikut sinopsis singkatnya.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Dead Life (Titan Comics, 2018)

The undead nightmare comes to a tragic end in this giant-sized 72-page climax!

The Walking Dead meets Supernatural in a zombie apocalypse illustrated with bloody energy by Joan Urgell (Rebels: These Free and Independent States)!

Story: Jean-Charles Gaudin
Art: Joan Urgell
Color: Mambba
Letter: –
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: –

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Alkisah, ada sebuah cawan misterius yang jika digunakan untuk minum, maka orang yang meminum air dari cawan tersebut akan terinfeksi dan berubah menjadi zombie. Beratus-ratus tahun lamanya cawan tersebut berhasil dijaga dengan baik, hingga tanpa sengaja, seorang anak kecil, cucu dari penjaga cawan, menggunakan cawan tersebut untuk bermain dengan temannya.

Hasilnya bisa ditebak. Dari satu zombie terinfeksi berkembang biak menjadi puluhan, ratusan, hingga separuh populasi dunia hanya dalam waktu 2 minggu berselang. Tapi bukan itu yang lebih mengerikan. Yang lebih bikin seru adalah virus zombie ternyata juga bisa menyerang binatang. Selincah-lincahnya manusia masih bisa dilumpuhkan, tapi binatang? Bayangkan saja jika ada sekelompok anjing liar yang menyerang kita atau ratusan tikus ganas. Ngeri.

Sayangnya, dengan jatah edisi yang terbatas, endingnya agak dipaksakan. Mirip mirip di film. Militer campur tangan, satu kota / komunitas dianggap sepenuhnya terinfeksi, dan diluluhlantakkan dengan rudal jadi solusinya. Bedanya, jika di film biasanya sang jagoan bisa mencegahnya, di sini tidak…


Seru, kan? Wajib dibaca sih ini buat pecinta genre zombie yang berdarah-darah. Cuma kalau masih di bawah umur sebaiknya jangan ya. Ada beberapa adegan khusus dewasa terutama di edisi pamungkasnya. Atau kalau tetap keukeuh mau baca, ya sambil merem aja, hehehe.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply