Review Komik DCeased: The Unkillables #3 (DC Comics, 2020)

Setelah sempat tertunda selama beberapa minggu akibat pandemi virus Corona di seluruh dunia, sedikit demi sedikit dunia komik mulai bangkit kembali. Salah satunya yang sudah banyak ditunggu oleh penggemarnya, bagian pamungkas dari miniseri DCeased: The Unkillables. Nah, bagi yang mungkin saja sudah lupa, sekedar mengingatkan, di cerita sebelumnya, kolaborasi gabungan antara para superhero dan supervillain memutuskan untuk bertahan di sebuah panti asuhan Bludhaven dan menjaga anak-anak yang ada di sana. Tidak itu saja, mereka juga melatih mereka secara intens agar siap dalam menghadapi serbuan zombie. Kedekatan pun mulai terjalin di antara mereka. Hingga akhirnya, suatu malam yang tenang dikacaukan oleh hadirnya Mirror Master (yang sudah terinfeksi). Apa yang akan terjadi selanjutnya? Siapakah yang bakal selamat? Simak jawabannya dalam sinopsis komik DCeased: The Unkillables #3 berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik DCeased: The Unkillables #3 (DC Comics, 2020)

It’s the epic finale of the next chapter in the DCeased saga as heroes and villains collide with one epic purpose: to escape the coming of the infected population of Gotham City and a monstrous Wonder Woman! It’s time to ride the fury road one final time…to survival!

Story: Tom Taylor
Art: Karl Mostert (Pencils) / Trevor Scott, Neil Edwards, Mostert (Inks)
Color: Rex Lokus
Letter: Saida Temofonte
Judul Edisi: Friends & Family
Tanggal Rilis: 19 Mei 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Solomon Grundy gercep menghadang Bane yang berlari ke arah anak-anak panti. Dengan satu tarikan, ia sukses mencopot kepala Bane. Rasa cintanya pada mereka membuat Solomon Grundy sudah siap mengorbankan dirinya asalkan anak-anak panti bisa kabur dan selamat. Tak disangka, alih-alih melakukannya, mereka justru menyiapkan senjata masing-masing dan mulai menyerang kerumunan zombie yang tengah mengeroyok Solomon Grundy. Begitu ada kesempatan, Creeper langsung melompat dan menarik Solomon Grundy dari tengah-tengah keroyokan zombie.

Dalam tekanan bahaya, komisaris Jim Gordon dan Slade Wilson (Deathstroke) memutuskan untuk meninggalkan TKP dan pergi menuju Gotham Jungle (tempat Poison Ivy dan Harley Quinn berada) dengan menggunakan dua buah bus dan satu Bat Mobile.

Di tengah perjalanan, tanpa diduga Mirror Master kembali muncul dan menyerang Slade yang ada di balik kemudi. Ia juga sempat menarik beberapa anak panti sebelum akhirnya dilumpuhkan untuk selama-lamanya oleh Ace dan Cheetah. Slade sendiri masih selamat berkat kemampuan regenerasi tubuhnya.

Memasuki kota Gotham, mereka disambut oleh kawanan zombie dalam jumlah masif. Tidak itu saja, Rose Wilson (Ravager) yang punya kemampuan melihat sekelebat masa depan mendadak meminta Jason Todd (Red Hood) yang ada di sampingnya untuk buru-buru memasang sabuk pengaman. Penyebabnya ketahuan sesaat kemudian — Wonder Woman yang melaju kencang dari angkasa dan menghantamkan tubuhnya ke Bat Mobile (kendaraan yang dikendarai Rose dan Jason) hingga terpental jauh.

Melihatnya, Cheetah segera keluar dari bus dan menghadang Wonder Woman. Aksinya diikuti oleh Creeper dan Solomon Grundy. Bertiga mereka bahu membahu mencoba melumpuhkan Wonder Woman.

Slade lantas meminta Gordon untuk keluar bersama anak-anak panti yang ada di dalam bus mereka. Ia hendak pergi sendiri demi membuka jalan dari kerumunan zombie sekaligus menyelamatkan Rose. Gordon memaksa ikut serta karena ada Jason di sana.

Tanpa keduanya, anak-anak panti berlari sekuat tenaga menuju bus yang ada di belakang mereka. Lady Shiva, pengemudi bus yang dituju, yang mengetahuinya segera memerintahkan Cassandra Cain (Bat Girl) untuk membantu mereka masuk ke dalam bus secepatnya.

Apesnya, begitu anak terakhir berhasil masuk, seorang zombie justru menarik Cassandra hingga terjatuh. Tanpa buang waktu, Shiva meminta salah seorang anak yang bernama Letitia untuk lanjut mengemudikan bus tersebut sementara dirinya turun dan berusaha menyelamatkan putrinya.

Pada akhirnya Shiva memang berhasil melakukannya. Cassandra masuk kembali ke dalam bus dengan selamat. Namun tidak dengan dirinya. Seorang zombie sukses menyabetkan cakarnya ke punggung Shiva. Sadar dirinya sudah terinfeksi dan bakal membahayakan banyak orang, terutama putrinya, jika ia berubah, Shiva pun menarik sendiri jantungnya hingga ia tewas.

Sementara itu, Slade dan Gordon mulai mengeluarkan Rose dan Jason yang dalam kondisi luka parah dari dalam Bat Mobile. Sialnya, bus yang mereka gunakan hancur lebur akibat Solomon Grundy yang baru saja dilemparkan oleh Wonder Woman tepat mengenai kendaraan tersebut. Dengan kemungkinan bertahan yang menyempit, Slade berpesan pada Jason untuk menjaga anaknya baik-baik karena ia berniat untuk tetap tinggal dan memberi waktu pada yang lain agar bisa kabur.

Sayangnya, sama seperti Cheetah dkk, usaha Slade sia-sia. Satu per satu tewas di tangan Wonder Woman. Kini perhatian Wonder Woman mulai beralih pada satu bus yang tersisa. Dengan kedua tangannya, ia mulai mengangkat bus tersebut ke udara dan melepaskannya begitu saja.

Seluruh orang yang ada di dalam bus panik. Tanpa disangka-sangka, salah seorang anak mengucapkan kata “Shazam”. Dan ia adalah Mary Marvel, yang selama ini sengaja menyembunyikan identitasnya karena khawatir terinfeksi di saat sedang menggunakan kekuatannya.

Setelah memastikan bus dalam keadaan aman, Mary keluar dan mengkonfrontasi Wonder Woman. Berkat latihannya selama 3 bulan bersama Cassandra dan Shiva, tanpa ragu Mary mematahkan kedua tangan Wonder Woman dan memukulnya sekuat tenaga hingga terhujam ke tanah.

Agar tidak banyak membuang waktu, Mary kemudian membawa bus memasuki area Gotham Jungle. Ia dan yang lainnya lalu disambut tidak hanya oleh Poison Ivy dan Harley Quinn. Ada juga sosok John Constantine, Doctor Fate, dan Zatanna yang memastikan bahwa lokasi tersebut aman dari para zombie karena sudah dilindungi oleh kekuatan sihir.


Halaman pertama komik ini langsung bikin salfok. Ada Superman yang digambarkan sedang duduk di singgasana Fortress of Solitude dan berpesan agar kita semua #dirumahaja selama masa pandemi. Untung aja dia gak lagi rebahan, wkwkwk.

Nah, sepertinya gara-gara kelamaan #dirumahaja, saya baper abis ngebaca edisi terakhir dari DCeased: The Unkillables ini. Banyak momen-momen yang cukup berkesan bagi saya, sampai-sampai tanpa terasa air mata menggenang. Salah satu yang juara adalah saat Rose memeluk ayahnya, Slade, sementara sang ayah yang menahan perasaan sibuk menahan serbuan zombie. Duh.

Menurut saya pribadi, seri utama DCeased sebelumnya lebih kuat dari segi cerita ketimbang The Unkillables. Pun begitu, The Unkillables unggul dari segi emosi yang coba disampaikan oleh Tom Taylor. Walau bukan untuk pertama kalinya tokoh jahat berubah jadi baik dan mengorbankan dirinya, tetap saja Tom bisa meramu cerita sehingga momen tersebut terasa berkesan. At least it worked for me.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply