Review Komik Blackbird #1 (2018)

Saya memang lemah dengan komik bergambar bagus. Terutama untuk judul-judul baru. Biasanya saya lihat sekilas, kalau ilustrasinya menarik, baru saya lanjutkan baca ceritanya. Contohnya ya ini, “Blackbird” keluaran Image Comics. Belum apa-apa saya langsung kesengsem melihat wajah cantik tokoh utamanya yang dijadikan subyek cover. Untungnya, halaman demi halaman di dalamnya juga tidak kalah keren kualitas artworknya. So here we go, sinopsis dari komik Blackbird #1. Selamat membaca!

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Blackbird #1 (2018)

An all-new ongoing series from fan-favorite writer SAM HUMPHRIES (Harley Quinn, Nightwing) and red-hot artist JEN BARTEL! In this neo-noir fantasy, Nina Rodriguez is positive that a secret magic world ruled by ruthless cabals is hiding just beneath the veneer of Los Angeles. The problem: everyone thinks she’s crazy. The bigger problem: she’s not crazy—she’s right. Can she unravel the mystery before the Great Beast catches up with her? – See more at: https://imagecomics.com/comics/releases/blackbird-1#sthash.VzFowYrM.dpuf

Story: Sam Humphries
Art: Jen Bartel, Paul Reinwand
Color: Nayoung Wilson, Jen Bartel
Letter: Jodi Wynne
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 3 Oktober 2018

Suatu hari Nina Rodriquez mendapat feeling bahwa akan ada gempa bumi melanda kota Los Angeles, tempat ia tinggal bersama keluarganya. Feelingnya tepat. Gempa berskala 7.1 SR terjadi. Ia yang memang sudah standby bergegas mengajak saudarinya Marisa untuk keluar rumah demi menyelamatkan diri. Neneknya yang melihatnya mencoba untuk menghentikan mereka, tapi Nina dan Marisa terus saja berlari.

Di dekat jalan layang, sebuah mobil terjatuh akibat gempa tersebut. Nina dan Marisa nyaris menjadi korban, seandainya saja tidak muncul sosok raksasa menolong mereka. Sosok tersebut bagai perpaduan antara naga dengan singa. Kemunculannya diikuti dengan bayangan seorang wanita yang menghampiri satu persatu orang-orang yang melihat keberadaan raksasa tersebut dan meminta mereka untuk melupakannya.

Malam harinya Nina bermimpi mendatangi sebuah tempat bernama Grand Oasis Diner. Seseorang ada di sana dan mengatakan bahwa ia sudah menemukan Nina. Orang tersebut lantas berubah menjadi bayangan tinggi besar. Dengan ketakutan Nina berteriak dan ia pun terbangun… dengan sekotak korek api bertuliskan Grand Oasis di tangannya.

Pasca gempa, ada tiga kejadian yang dialami Nina. Yang pertama, kucing peliharaannya, Sharpie, kabur entah kemana. Kedua, saat gempa terjadi ternyata ayahnya tidak berada di tempat tidur. Ibu Nina akhirnya tahu bahwa suaminya berselingkuh. Pertengkaran di antara keduanya tidak dapat dielakkan lagi. Ketiga, ibu Nina yang menyetir dengan dibalut rasa emosi kemudian mengalami kecelakaan mobil dan meninggal dunia.

Baca juga  Review Komik Huck #6 (2016)

Sepuluh tahun berlalu. Nina tinggal di tempat Marisa, yang bekerja sebagai wanita kantor. Nina sendiri menjadi seorang bartender di sebuah kafe.

Kejadian yang ia alami sebelumnya ternyata membuat Nina terobsesi dengan sihir. Lebih tepatnya, ia ingin menjadi seorang paragon, ahli sihir. Sayangnya, tidak seorang pun percaya dengan apa yang ia lihat saat itu. Termasuk juga Marisa.

Suatu malam, pulang dari kafe tempatnya bekerja, Nina melihat seekor serigala berdiri di sebuah lahan kosong. Di tembok samping lahan tersebut ternyata terdapat logo paragon. Nina juga menemukan gelang paragon tergeletak tidak jauh dari logo tersebut. Tiba-tiba saja sebuah bangunan menjelma di lahan kosong itu.

Belum sempat hilang rasa kaget Nina, seseorang yang sempat ia lihat datang sebagai tamu di kafenya keluar dan mengucapkan mantra untuk membuat bangunan tersebut kembali hilang.

Sesaat kemudian Marisa muncul. Ia kesal karena menemukan obat penenang yang selama ini diam-diam dikonsumsi oleh Nina. Sebelumnya Nina pernah mengalami overdosis gara-gara obat sejenis, sehingga Marisa murka mengetahui Nina masih saja berhubungan dengan obat tersebut.

Nina tidak tinggal diam. Keduanya pun beradu argumen. Saat itu tiba-tiba di dahi masing-masing terlihat logo paragon. Tidak itu saja, monster raksasa yang dulu mereka lihat kembali muncul di hadapan mereka. Nina berharap sang monster bakalan membawa dirinya. Sayang kali ini feelingnya salah. Justru Marisa yang dibawa pergi.

Setelah monster tersebut menghilang (bersama Marisa), Sharpie, kucing Nina yang dulu hilang mendadak sudah ada di depannya. Tidak itu saja, si kucing kini memiliki mata ketiga di dahinya.


Karena masalah ilustrasi sudah dibahas, saya singgung soal ceritanya saja. Premis cerita sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Tentang seseorang yang ternyata adalah ‘orang yang terpilih’. Sudah banyak komik sejenis. Termasuk “Lollipop Kids” yang masuk antrian review minggu ini. Tapi yang ini kesan komik ceweknya kental banget, sehingga saya jadi penasaran, bakal seperti apa perkembangan ceritanya nanti. Semoga saja tidak mengecewakan.

Untuk alur cerita sendiri dikemas dengan cukup baik. Tidak terlalu lambat maupun terlalu cepat. Latar belakang karakter juga tetap disinggung. Seperti masalah ketergantungan Nina terhadap obat-obatan. Saya cuma agak heran dengan kota yang digambarkan sangat sepi, tidak ada penduduk sama sekali. Aneh aja dengan setting kota Los Angeles yang diambil…

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply