Review Komik Batman: White Knights Presents Von Freeze (DC Comics, 2019)

Kesuksesan serial Batman: White Knight dan juga Batman: Curse of The White Knight (masih berjalan) sepertinya membuat DC Comics tergoda juga untuk melebarkan jagat cerita sekaligus menambah pundi-pundi pemasukan. Cukup beralasan rasanya menduga bahwa hadirnya one-shot “Batman: White Knights Presents Von Freeze” ini bakal disusul pula oleh beberapa one-shot lainnya. Apalagi dengan canon jagat Batman yang saat ini berada dalam fase yang membosankan bagi sebagian besar pembacanya. Lalu seperti apa cerita selengkapnya mengenai karakter Mr. Freeze? Simak yuk sinopsis dan review singkatnya di bawah ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Batman: White Knights Presents Von Freeze (DC Comics, 2019)

The world of Batman: White Knight expands with this standalone tale! On the night of Bruce Wayne’s traumatic birth, Victor Fries must intervene to save the lives of Martha Wayne and the future Batman. As the evening unfolds, Victor distracts Thomas with the incredible tale of his own father figures-one a Nazi, the other a Jew-and their complex connection to Wayne Laboratories. As the Third Reich roars into power, the deep friendship and working relationship between the Baron von Fries and his research partner, Jacob Smithstein, is in crisis. Ordered by Himmler to speed development of their cryotechnology in service of world domination, Smithstein is forced to go into hiding and compromise his moral code in order to save his wife and infant daughter, Nora, from persecution and certain death. When the S.S. ramps up surveillance over the project, young Victor begins to question his father’s true allegiance. Both families are driven toward an impossible choice and a sinister standoff, and Victor makes a pact with Smithstein that will ripple through generations.

Story: Sean Murphy
Art: Klaus Janson
Color: Matt Hollingsworth
Letter: AndWorld Design
Judul Edisi:
Tanggal Rilis: 20 November 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Victor Fries sedang melihat foto dirinya saat masih kecil dan ayahnya saat Nora masuk ke dalam ruangannya dan langsung menyatakan ketidaktertarikannya untuk bergabung dengan proyek Wayne Cryotech. Nora beralasan bahwa sejarah proyek tersebut yang berkaitan dengan Nazi yang membuatnya enggan untuk turut campur. Dengan tenang Victor meminta Nora untuk terlebih dahulu mendengarkan penjelasannya seputar keputusannya untuk mengepalai proyek tersebut serta apa yang terjadi sebenarnya di masa lalu.

Belum sempat Victor mulai bercerita, seorang anak buahnya masuk dan memberitahukan adanya kondisi darurat. Thomas Wayne dan Martha Wayne ternyata sedang mampir ke laboratorium Victor dan Martha, yang saat itu sedang hamil tua, mendadak mengalami kontraksi.

Setelah menganalisa kondisi Martha, Victor menyatakan bahwa Martha perlu mendapat perawatan di rumah sakit secepatnya. Sayangnya, cuaca saat itu sedang tidak memungkinkan. Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, Victor menyarankan agar untuk sementara Martha dirawat dengan menggunakan cryotech. Tahu kemampuan Victor, Thomas menerima saran tersebut.

Setelah Martha mendapat perawatan dan kondisinya stabil, Victor mengajak Thomas untuk mengamati kondisi Martha dari ruangan lain yang lebih nyaman. Sudah ada Nora juga di ruangan tersebut.

Membuka percakapan, Thomas menanyakan kabar Baron Von Fries, ayah Victor. Rupanya dulu Thomas-lah yang membantu Baron (dan Victor) untuk keluar dari Jerman sekaligus mengembalikan nama baiknya. Thomas juga menyediakan laboratorium bagi Baron untuk terus berkarya. Namun hingga sekarang kebaikannya bagai dibalas air tuba. Baron sama sekali tidak pernah menghubunginya, apalagi mengucapkan terima kasih.

Victor mengatakan bahwa ia telah memberitahu ayahnya bahwa apa yang diberikan oleh Thomas adalah sebuah kesempatan untuk memperbaiki diri — atas kesalahan yang pernah dilakukan ayahnya saat perang dan juga kepada sahabatnya sendiri, Jacob Smithstein.

Dulunya, Baron dan Jacob sama-sama tertarik untuk mengembangkan teknologi cryogenics. Mereka pun bekerja sama dengan membangun Smithstein & Fries Laboratory di Jerman. Bangkitnya rezim Hitler dan Nazi membuat kondisi menjadi rumit, mengingat Jacob adalah keturunan Yahudi. Titik baliknya adalah saat Baron seorang diri menerima tawaran untuk bergabung dengan Nazi dan melakukan penelitian senjata cryo yang sepenuhnya dibiayai oleh mereka.

Meski hatinya mulai bimbang, di saat itu Baron menyadari bahwa ia sudah tidak mungkin lagi berpaling dari keputusannya jika ingin semuanya selamat. Jacob yang setelah dibujuk awalnya mau bergabung, kemudian memutuskan untuk kabur bersama keluarganya setelah tahu bahwa pihak Nazi menggunakan tahanan-tahanan Yahudi sebagai bahan eksperimen di lab Baron. Victor kecil yang saat itu cukup dekat dengannya pun ia ajak untuk ikut kabur bersamanya.

Aksi mereka ternyata dipergoki oleh tentara Nazi. Baron mencoba bernegosiasi demi menyelamatkan sahabatnya, namun dirinya jadi ikut dicurigai oleh pihak Nazi. Tidak itu saja, insiden yang terjadi membuat Jacob harus mengembuskan nafas terakhirnya. Pesan terakhirnya ia berikan pada Victor, dimana ia meminta agar Victor menjaga anak semata wayangnya yang saat itu masih bayi, Nora.

Insiden tersebut membuat Baron memutuskan untuk kembali ke jalan yang benar. Dengan menggunakan senjata cryo yang telah ia kembangkan, Baron menyelamatkan keluarga Jacob dari tangan tentara Nazi dan lantas ikut kabur bersama mereka ke Perancis.

Dan yang terjadi selanjutnya adalah saat Thomas membantu Baron dan yang lain untuk dibawa ke kota Gotham.

Tak lama anak buah Victor memberitahu bahwa Martha sudah mulai siuman. Sebelum meninggalkan ruangan, Thomas tiba-tiba menghentikan Victor dan menyerahkan sebuah jam kepadanya. Ia ingin memberikan jam tersebut kepada anaknya kelak. Untuk saat ini, ia minta agar Victor menyimpannya terlebih dahulu sebagai tanda terima kasihnya. Victor menerima jam tersebut.

Sembari mengingatkan tentang kebaikan Thomas, Victor menyerahkan jam tangan Thomas kepada Batman. Setelah berpamitan dengan Victor dan juga Nora, Batman melangkah keluar menuju kendaraannya, Bat Mobile. Ada Harley Quinn menunggu di dalam. Setelah menunjukkan jam tersebut pada Harley, Batman pun memacu kendaraannya.


Sean Murphy menyatakan bahwa kisah di atas pada awalnya adalah bagian dari serial Batman: White Knight. Namun karena keterbatasan halaman, pada akhirnya diputuskan untuk tidak disertakan dan dijadikan komik terpisah. Sepertinya juga dengan sedikit modifikasi agar bisa masuk ke dalam cerita Batman: Curse of the White Knight yang sedang berjalan saat ini.

Saya pribadi cukup menikmati kisah masa lalu yang disajikan. Padahal jujur saya lebih sering men-skip halaman demi halaman flashback jika kebetulan bertemu. Chapter-chapter flashback di One Piece aja kebanyakan cuma saya baca sekilas, hehehe. Jadi pada dasarnya, cerita masa lalu dalam komik ini cukup menarik untuk diikuti. Walau kemungkinan tidak ada hubungannya juga dengan cerita utama dalam Batman: Curse of The White Knight sih. Gak tau lagi kalau ntar dihubung-hubungkan dengan paksa…

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply