Review Komik Batman & The Outsiders #3 (DC Comics, 2019)

Di cerita sebelumnya, Ishmael berhasil mengalahkan Kaliber dan The Outsiders serta menculik Sofia Barrera. Tanpa disangka, selama ini Ishmael bergerak atas perintah dari Ra’s Al Ghul. Apa sebenarnya maksud Ra’s Al Ghul sebenarnya? Temukan jawabannya dalam sinopsis komik Batman & The Outsiders #3 berikut ini, gaes.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Batman & The Outsiders #3 (DC Comics, 2019)

In their first encounter with the powerful maniac who’s pursuing runaway meta-human Sofia Barrera, Black Lightning and the Outsiders were absolutely humbled. Does everyone on this team have what it takes? Or did Batman make a catastrophic mistake when he entrusted them with Sofia’s life?

Plus, ousted from power and stripped of wealth, Ra’s al Ghul is a broken man. But Lex Luthor has a plan for how the Outsiders could be Ra’s’ new League of Assassins!

Story: Bryan Hill
Art: Dexter Soy
Color: Veronica Gandini
Letter: Clayton Cowles
Judul Edisi: Lesser Gods Part 3
Tanggal Rilis: 10 Juli 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Tidak butuh waktu lama bagi Batman untuk mengetahui keberadaan Sofia saat ini. Ia menginformasikan hal tersebut pada The Outsiders (Black Lightning, Signal, Orphan, dan Katana). Namun untuk bisa menyelamatkan Sofia dari tangan Ra’s Al Ghul, ada satu hal yang harus dilakukan terlebih dahulu oleh Black Lightning dkk — mengalahkan Batman.

3 jam kemudian, di lokasi yang telah ditentukan, The Outsiders mulai berpencar untuk mencari keberadaan Batman. Adalah Signal yang pertama kali diserang. Tidak oleh Batman, melainkan oleh Karma, sosok yang belakangan membuat Signal sulit untuk berkonsentrasi.

Sempat kewalahan, satu demi satu anggota The Outsiders lainnya, plus Kaliber, datang untuk membantu. Melihat mereka sudah mulai kompak, Karma menghentikan aksinya. Ternyata itu bukanlah si penjahat yang asli, melainkan Bruce Wayne yang menggunakan kostum serupa dengan yang biasa digunakan Karma.

Melihat hal tersebut, hati Signal mulai terbuka. Ia pun mulai menerima keberadaan rekan-rekannya yang lain, yang sebaliknya, juga berjanji bakalan membantu Signal mengatasi traumanya.

Sementara itu, Ra’s Al Ghul masuk ke alam bawah sadar Sofia dan mendorongnya untuk membalas dendam pada Ishmael, orang yang telah membunuh kedua orang tuanya. Meski awalnya menolak, rasa amarah dalam dada Sofia yang terus-terusan diprovokasi oleh Ra’s Al Ghul akhirnya tidak dapat tertahan lagi. Di saat-saat terakhir, Ra’s Al Ghul meminta Ishmael untuk membangunkan Sofia kembali. Jelas hilang sudah keraguan di mata Sofia, yang tergantikan oleh sinar penuh kebencian.

Sebelum semua kejadian tersebut, terlihat bahwa Lex Luthor sempat menemui Ra’s Al Ghul dan menawarkan kesempatan kepadanya untuk membentuk dunia sesuai dengan yang ia inginkan.


Saya kok merasa alur cerita dalam edisi ini bergerak terlalu lamban. Tidak banyak perkembangan cerita yang cukup berarti. Terlalu bertele-tele jika hanya untuk membawa Duke Thomas (dan Sofia Barrera) untuk move on. Untung ada penghiburnya, hadirnya Lex Luthor di penghujung halaman. Belum jelas apakah memang edisi kali ini merupakan bagian dari cross-over event Year of The Villain atau bukan. Tapi yang pasti, ceritanya berkaitan dengan rencana besar Lex Luthor tersebut. Baiklah, kita tunggu saja kelanjutannya bulan depan, ya. Belakangan saya baru tahu bahwa edisi ini memang merupakan bagian dari tie-in untuk event Year Of The Villain-nya DC Comics, bersama dengan puluhan judul serial mereka lainnya.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply