Review Komik Batman: Curse Of The White Knight #7 (DC Comics, 2020)

Di cerita sebelumnya, Azrael berhasil membebaskan Joker (Jack Napier) dari New Arkham. Batman yang mengetahui hal tersebut segera menuju penjara Old Arkham, lokasi keduanya berada saat ini, bersama dengan Harley Quinn. Pertarungan mereka membuat Joker akhirnya tewas di tangan Harley, sementara Azrael terjatuh dan menghilang. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis dan review komik Batman: Curse of The White Knight #7 di bawah ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Batman: Curse Of The White Knight #7 (DC Comics, 2020)

Bruce Wayne and Batman have come undone. Powerless after learning the truth behind his family’s name and legacy, Bruce prepares to shed all of his secrets and make one final appeal to the people of Gotham as Azrael takes control of the city.

Story: Sean Murphy
Art: Sean Murphy
Color: Matt Hollingsworth
Letter: AndWorld Design
Judul Edisi: Book Seven
Tanggal Rilis: 26 Februari 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Bruce Wayne (kecil) berdiri terdiam di depan sepasang pedang anggar (rapier) milik ayahnya. Alfred memintanya untuk segera bersiap untuk menuju pemakaman kedua orang tua Bruce. Alih-alih menuruti perintah Alfred, Bruce malah menangis. Ia merasa bersalah atas kematian kedua orang tuanya karena saat itu mereka bertiga pergi ke bioskop atas keinginannya. Bruce ingin menonton “Mask of Zorro” karena sang ayah tidak memperbolehkan dirinya menyentuh pedang rapier tersebut.

Setelah mendengarnya, Alfred berjanji untuk memperbolehkan Bruce bermain dengan pedang tersebut. Tidak sekedar memegangnya, Alfred juga akan melatih Bruce agar mahir menggunakannya. Syaratnya adalah Bruce mau menghadiri pemakaman kedua orang tuanya. Bruce pun setuju.

Batman dan Harley Quinn berdiri di hadapan pedang rapier yang sama. Batman mengatakan bahwa selama ini ia mengira sudah menjadi takdirnya sebagai bagian dari keluarga Wayne untuk bertindak sebagai pelindung. Namun baginya semua sudah tidak ada arti karena ia bukanlah keturunan Wayne. Ia malah menganggap pernyataan Joker benar, bahwa dirinya adalah kutukan bagi kota Gotham.

Harley mencoba membantahnya. Namun Batman lantas menunjukkan daftar elit dari hard disk Ruth. Dari seluruh nama-nama yang tercantum di sana, semuanya ternyata bermuara pada Wayne Corporation, perusahaan miliknya. Dan itu yang membuat Batman semakin merasa bersalah, karena tidak mengetahui sesuatu yang berada di depan matanya sendiri saking sibuknya dirinya menjadi melindungi kota Gotham.

Batman pun memutuskan untuk menghancurkan semua miliknya tanpa menyisakan satu pun. Sembari mengenggam tangan Batman, Harley menyatakan bahwa dirinya tidak akan meninggalkan Batman.

Pasca pertarungannya melawan Batman dan Harley, Azrael tiba di tempat persembunyiannya. Penyakit kanker yang dideritanya terlihat semakin parah sedang ia hanya memiliki sisa sebutir obat saja.

Bruce menemui Barbara Gordon yang tengah berlatih berjalan dengan menggunakan tongkat penyangga. Ia meminta maaf karena merasa seharusnya ia membunuh Azrael di saat ia mendapat kesempatan sebelumnya. Barbara kaget mendengarnya. Bruce lantas melanjutkan bahwa ia akan membuka identitasnya sebagai Batman walau Jim Gordon, ayah Barbara, tidak menyetujuinya. Barbara merespon bahwa apapun yang terjadi ia yakin bahwa ayahnya pasti akan mendukung keputusan Bruce.

Komisaris Renee Montoya sedang melakukan siaran live mengenai pengejaran terhadap Azrael saat Batman tiba-tiba memotong siaran tersebut untuk akhirnya memberitahukan identitas dirinya yang sebenarnya kepada seluruh penduduk kota Gotham. Pun begitu, ia meminta untuk dizinkan semalam lagi untuk bertindak sebagai Batman, demi menangkap Azrael. Setelahnya, Batman berjanji akan menyerahkan diri pada pihak kepolisian sekaligus menyerahkan semua hartanya bagi kota Gotham. Ia juga meminta agar penduduk kota Gotham malam itu berdiam diri di rumah masing-masing agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Montoya memarahi Batman karena tidak berkoordinasi dengannya terlebih dahulu sebelum membuat pernyataan ke publik. Batman tidak mempedulikannya, berdalih bahwa itu adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan semua masalah sekaligus. Ia pun berharap penduduk kota Gotham mau menuruti permintaannya untuk tidak berada di jalanan malam itu karena dengan demikian ia tahu bahwa mereka mendukung dirinya.

Dengan tenang Batman lantas memberi instruksi pada GTO. Ada yang diminta untuk berjaga di rumah sakit dan di seluruh jalur transportasi yang mengarah keluar dari kota Gotham, ada juga yang diminta untuk mengawasi kamera-kamera keamanan di seluruh penjuru kota. Ia sendiri akan berdiam diri di dalam satu-satunya Batmobile yang tersisa, untuk bergegas menuju TKP saat keberadaan Azrael diketemukan.

Batman berdiri di tengah kota. Penduduk kota Gotham ternyata mengikuti instruksinya. Tidak ada satu pun warga terlihat di sana. Tak lama Montoya menginformasikan bahwa posisi Azrael sudah terdeteksi. Tanpa banyak membuang waktu, Batman pun masuk ke dalam Batmobile dan bergerak menuju lokasi.


Tidak ada yang perlu dibahas dari segi cerita. Sama saja seperti edisi-edisi sebelumnya. Keren, penuh kejutan, sekaligus terus bikin greget. Jika di akhir edisi mendatang, yang merupakan penutup dari Curse of The White Knight, Batman bakal masuk ke dalam penjara, saya jadi makin penasaran dengan kelanjutan hubungan Batman dan Harley. Berharap banget akan ada kisah asmara di antara keduanya, biar makin terasa berbeda dengan cerita-cerita canon Batman. Setuju tidak, teman-teman?

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply