Review Komik Batman: Curse of The White Knight #1 (DC Comics, 2019)

“Batman: Curse of The White Knight” adalah sekuel dari serial “Batman: White Knight” yang cukup sukses di tahun 2018 lalu. Mengingat ceritanya sendiri merupakan kelanjutan dari seri pendahulunya, sangat disarankan untuk terlebih dahulu menuntaskan baca prekuelnya sebelum mulai membaca sinopsis komik Batman: Curse of The White Knight #1 di bawah ini. Biar gak tambah bingung. Oke, bos?

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Batman: Curse of The White Knight #1 (DC Comics, 2019)

In this explosive sequel to the critically acclaimed blockbuster BATMAN: WHITE KNIGHT from writer/artist Sean Murphy, The Joker recruits Azrael to help him expose a shocking secret from the Wayne family’s legacy—and to run Gotham City into the ground! As Batman rushes to protect the city and his loved ones from danger, the mystery of his ancestry unravels, dealing a devastating blow to the Dark Knight. Exciting new villains and unexpected allies will clash in this unforgettable chapter of the White Knight saga—and the truth about the blood they shed will shake Gotham to its core!

Story: Sean Murphy
Art: Sean Murphy
Color: Matt Hollingsworth
Letter: AndWorld Design
Judul Edisi: Batman Curse of The White Knight Book One
Tanggal Rilis: 24 Juli 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Di Arkham Asylum. Kepala penjara membuka sel tahanan Joker (Jack Napier) dan menyatakan bahwa ‘mereka’ tertarik dengan penawaran yang diberikan oleh Joker. Ia lantas menyerahkan sebuah tas serta kunci ruang tahanan lama Joker. Setibanya di sana, Joker mengambil sesuatu yang sepertinya ia sembunyikan di balik tembok. Terakhir, sebelum pergi, Joker sengaja menusuk leher si kepala penjara dengan pulpen, sebagai alibi bahwa ia melarikan diri dari Arkham Asylum, bukan atas bantuan dari si kepala penjara.

Di Wayne Manor. Surat wasiat dari Alfred ternyata menginformasikan adanya sebuah barang yang selama ini ia simpan di kamarnya. Sesuai petunjuk yang diberikan, Bruce Wayne (Batman) menemukan benda yang dimaksud: sebuah peti dengan berbagai benda di dalamnya.

Di Arkham Asylum. Tidak butuh waktu lama bagi komisaris Gordon dan Batman untuk mencurigai keterlibatan kepala penjara dalam kasus hilangnya Joker. Mereka lantas mendapati sebuah lubang menuju terowongan tersembunyi yang ada di balik tembok ruang tahanan lama Joker. Terowongan tersebut berujung ke dasar sebuah sumur tua yang sudah ditutup lubangnya. Terdapat bekas tulisan di tembok yang sebagian besar sudah terhapus sehingga tidak mungkin lagi terbaca. Selain itu, mereka menemukan sebuah tulang di sana.

Seorang wanita yang belakangan diketahui bernama Ruth tiba di kantornya yang megah. Sudah ada Joker menunggunya di sana, menyatakan bahwa ia memiliki sesuatu yang bakalan mengejutkan Ruth.

Di Rumah Sakit St. Raphael, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Jean-Paul mengalami kanker akibat terkena radiasi. Tidak diinformasikan dengan jelas, tetapi sepertinya kondisi tubuhnya sudah parah. Tiba-tiba Jean-Paul bertingkah seperti orang yang kesakitan. Salah satu rekan Jean-Paul, yang belum diketahui namanya, mengatakan bahwa Jean-Paul kembali mengalami halusinasi. Ia lantas meminta rekannya yang lain, Michael, untuk menjaga agar pihak keamanan rumah sakit tidak bertindak lebih lanjut agar Jean-Paul bisa kembali tenang.

Di markas GTO (Gotham Terrorist Oppression). Dengan ditemani oleh BatGirl, Batman mengumpulkan informasi tentang General Lafayette Arkham, pemilik Fort Arkham yang sekarang menjadi bangunan Arkham Asylum. Dari data kondisi tubuh Lafayette yang tercatat, kemungkinan besar tulang belulang di dalam sumur yang mereka temukan sebelumnya adalah jenazah orang tersebut.

Batman kemudian memberitahu BatGirl tentang peti yang diberikan oleh Alfred, dimana di dalamnya tersimpan jurnal milik Edmond Wayne, orang pertama dari garis keturunan Wayne yang datang ke kota Gotham. Dan tahun kedatangannya adalah 1685, bertepatan dengan tahun hilangnya Lafayette. Tidak itu saja, di dalam peti yang sama ternyata juga terdapat sebuah cemeti yang terbuat dari kulit kelelawar.

Di sebuah gereja, Jean-Paul yang sepertinya bekerja di sana sedang membersihkan lantai. Lampu ruangan tiba-tiba mati dan seseorang muncul dengan membawa sebilah pedang. Orang tersebut, yang ternyata adalah Joker, menyerahkan pedang tersebut dengan menyatakan bahwa sudah menjadi takdir bagi Jean-Paul alias Azrael untuk membersihkan kota Gotham… dengan cara membunuh Bruce Wayne.


Agak kaget melihat penggambaran sosok Jean-Paul yang tinggi besar dan kekar di sini setelah terakhir menyaksikan kehadirannya di seri Detective Comics. Pun begitu, dengan latar belakang militernya, segala sesuatunya terasa wajar dan tidak menjadi aneh. Yang jelas, secara keseluruhan, kisah pembuka dalam “Curse of The White Knight” ini berhasil membawa kembali suasana kelam dari cerita alternatif jagat Batman yang sebelumnya diusung oleh “White Knight”. Belum banyak memang yang bisa dibahas, namun sepertinya serial ini bakalan tidak kalah serunya dengan prekuelnya.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply