Review Komik Batman And The Outsiders #8 (DC Comics, 2019)

Di cerita sebelumnya, dalam perjalanan membawa Sofia kembali ke kota Gotham, terkuak bahwa Kaliber ternyata selama ini sudah menjadi pengikut Ra’s Al Ghul. Pesawat yang ditumpangi bersama dengan Black Lightning (Jefferson Pierce) dan Katana (Tatsu Yamashiro) pun meledak dan kini meluncur jatuh menuju kota Gotham. Sementara itu, Orphan (Cassandra Cain) berhasil mengalahkan Ishmael dan menyelamatkan Signal (Duke Thomas). Sayangnya, Signal kemudian mengaku bahwa ia tidak bisa lagi melihat cahaya. Apa yang sebenarnya terjadi? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik Batman And The Outsiders #8 berikut ini ya ges.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Batman And The Outsiders #8 (DC Comics, 2019)

Queen takes rook in this master’s game of chess played by the Demon’s Head himself, Ra’s al Ghul, as he cultivates more of the Outsiders for his taking. Cassandra Cain is caught in the middle between friendship, family, and her own moral judgments. Meanwhile, Black Lightning continues to make his moves while Batman seems to be away on “Bruce Wayne” business.

Story: Bryan Hill
Art: Dexter Soy
Color: Veronica Gandini
Letter: Clayton Cowles
Judul Edisi: A League of Their Own Part 1
Tanggal Rilis: 11 Desember

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Pasca bom yang disiapkan oleh Kaliber meledak, Sofia a.k.a Babylon ternyata tersadar. Alih-alih mengikuti perintah Kaliber untuk membuktikan loyalitasnya pada Ra’s Al Ghul, Sofia justru memutuskan untuk menerjang Kaliber keluar dari pesawat.

Sementara itu, dengan pesawat yang semakin mendekati kota Gotham, Black Lightning segera meminta Katana untuk mendekatinya dan memegang tangannya. Setelah meminta Katana memejamkan mata, Black Lightning mengerahkan kekuatannya untuk menciptakan sebuah bola energi di sekitar mereka. Bola tersebut menghancurkan pesawat hingga berkeping-keping sekaligus membawa keduanya mendarat dengan selamat di dermaga.

Di tempat lain, Sofia yang ternyata terjatuh ke laut, tiba di pinggir pantai. Sudah ada Batman (Bruce Wayne) menunggunya.

“Ia membencimu,” ucap Sofia, “Iblis itu ingin mengambil segalanya darimu”.

“Aku tahu apa yang ia inginkan,” jawab Batman, “Ia tidak akan pernah mendapatkannya.”

Bruce memberitahu Jefferson perihal kematian Alfred. Ia mengaku bahwa saat ini kondisinya sedang tidak baik. Kendati demikian, ia juga tidak bisa beristirahat sejenak dari posisinya sebagai Batman. Bruce pun mengingatkan bahwa cepat lambat Ra’s Al Ghul akan datang untuk menghancurkan hidup Jefferson.

Sesuai perintah Batman, Katana membawa Sofia ke Bat Cave. Mereka tidak mempermasalahkan kondisi Sofia yang masih percaya terhadap Ra’s Al Ghul. Katana juga mencoba untuk mengajaknya berbincang, walau Sofia lebih memilih untuk tidur.

Duke menunjukkan pada Cassandra bahwa ia kini bisa mengeluarkan sekaligus menyerap bayangan gelap dari telapak tangannya. Ia tidak mau memberitahu Batman tentang hal itu sebelum benar-benar mengerti dan mampu menguasainya karena yakin Batman pasti akan merespon dengan cara meminta Duke untuk sementara mundur dari tim.

Cassandra sendiri juga galau setelah mengetahui ibunya, Shiva, masih hidup. Ia merasa belum bisa tenang sebelum benar-benar bisa menghentikan ibunya.

Di Khadym. Ra’s Al Ghul memberitahu Shiva bahwa kini sudah waktunya untuk menghancurkan Black Lightning. Shiva yang tidak tahu menahu rencana Ra’s Al Ghul menanyakan apa yang telah dilakukan oleh Ra’s Al Ghul.

Di Metropolis. Jefferson menghubungi rekannya, Tina, yang rupanya sedang menggantikan tugasnya sebagai kepala sekolah di Metropolis. Usai melaporkan jadwal kegiatan murid-murid saat itu, Tina menutup telpon dan bergegas untuk menuju ruang kelas. Saat ia membuka, ternyata ada seseorang yang berdiri di depannya. Setelah memastikan bahwa Tina adalah teman dari Jefferson, orang tersebut membunuh Tina dan beberapa saat kemudian bangunan sekolah meledak.


Sempat kaget dengan ledakan di sekolah pada penghujung halaman, tapi setelah dibaca-baca lagi dialognya sepertinya sih gak ada murid-murid yang jadi korban. Lagi pada ada kegiatan di luar sekolah. Jadi kemungkinan hanya staf pengajar dan karyawan yang ada di dalam gedung.

Bukan berarti gak sadis ya. Malah kalau bener korbannya lebih dari satu, si Ra’s Al Ghul bener-bener to the point dengan niatnya menghancurkan hidup Jefferson. Gak pakai basa basi. Langsung sekalian beberapa orang yang dikenal oleh Jefferson.

Oh ya, saat membuka halaman yang berisi Batman sedang galau en curhat ke Jefferson, saya sempat khawatir cerita akan kembali berulang tentang Batman yang merasa menyesal bla bla bla. Untungnya gak ada. Dan semoga gak akan ada di edisi-edisi selanjutnya. Bosen.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply