Review Komik Basketful of Heads #4 (Hill House Comics, 2020)

Di cerita sebelumnya, June Branch memutuskan untuk pergi dengan membawa kepala Salvatore Puzo di dalam sebuah keranjang. Di tengah jalan ia bertemu dengan Hamilton. Sempat meminta untuk diantarkan ke kantor polisi, pada prosesnya June menyadari bahwa Hamilton adalah rekan dari Salvatore. Salvatore sendiri juga lantas mengetahui bahwa June telah membunuh Salvatore. Keduanya pun berkelahi dengan niat saling membunuh. Siapakah yang berhasil bertahan hidup? Temukan jawabannya dalam sinopsis komik Basketful of Heads #4 di bawah ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Basketful of Heads #4 (Hill House Comics, 2020)

Is June Branch a woman fighting for her life-or a deranged axe murderer with a basketful of paranoid fantasies? In the long hours of the night she makes a desperate run for the Brody Island Police Department, unsure whether she’s a victim who needs protection-or a killer who must be stopped!

Story: Joe Hill
Art: Leomacs
Color: Dave Stewart
Letter: Deron Bennett
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 22 Januari 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

June terbangun setelah sempat tak sadarkan diri. Untungnya, di saat bersamaan, luka di kaki Hamilton membuatnya kesakitan dan sulit untuk berjalan. Setelah mengikat kakinya, Hamilton kembali menyerang June. June tidak mau menyerah begitu saja dan tanpa disangka, justru ialah yang berhasil mengalahkan Hamilton. Bukan sekedar melumpuhkan, melainkan memenggal kepala Hamilton.

Sama seperti kepala Salvatore, kepala Hamilton ternyata masih tetap bernyawa meski sudah terpisah dari badannya. Di saat itulah June baru menyadari bahwa kapak yang selama ini ia gunakan menyala kemerahan. Hamilton sendiri, setelah mengetahui apa yang terjadi pada dirinya, mulai menyalahkan June dan menyatakan bahwa dirinya bukan orang jahat. Kendati demikian, tanpa disadari oleh June, saat kepalanya diletakkan ke dalam keranjang, Salvatore membisikkan sebuah rencana pada Hamilton.

June sempat menanyakan apakah benar Hamilton menggunakan gunting rumput untuk memotong jari Liam, kekasihnya. Hamilton mengaku tidak melakukannya. Hal tersebut membuat June sedikit bimbang. Namun ia mencoba untuk menguatkan tekadnya kembali dan meneruskan perjalanannya dalam mencari sekaligus menyelamatkan Liam.

Setelah menyembunyikan tubuh Hamilton di semak-semak, June mengendarai mobilnya menuju ke kota. Di kantor polisi ia bertemu dengan Hank Clausen, putra dari kepala polisi di sana, yang sebelumnya meminta Liam dan June untuk datang ke rumahnya. June lalu menceritakan segala sesuatu yang telah ia alami, termasuk pembunuhan dengan kapak viking yang telah ia lakukan.

Alih-alih soal pembunuhan, Hank ternyata lebih merespon soal Liam. Ia menanyakan tentang tempat dimana kira-kira menyimpan barang rahasia. June tidak mengetahuinya, hanya menjawab bahwa Liam banyak menghabiskan waktu di perahu milik ayah Hank sepanjang musim panas lalu. Hank kemudian meminta June untuk mengganti pakaiannya yang basah kuyub di sebuah sel sementara ia menghubungi ayahnya.

Ketika hendak berganti pakaian, June kaget melihat baju yang diberikan oleh Hank ternyata adalah milik Salvatore. Sesaat kemudian Hank muncul dan langsung mengunci pintu sel tempat June berada. Tanpa diduga, ia adalah rekan dari Salvatore.


Geregetan ngikutin aksi June di edisi ini. Dari respon Hank sudah jelas kalau dia bukanlah orang baik-baik. Kelihatan banget. Wajar deh jika akhirnya terjebak dan terkurung di dalam sel. Yang menarik adalah bagaimana June mulai terganggu secara psikologis dengan kepala Salvatore dan Hamilton yang bisa berbicara. Jadi misteri juga bagi pembaca untuk menebak-nebak, sebenarnya kepala-kepala tersebut sungguh masih hidup atau semua hanyalah imajinasi yang ada di pikiran June karena rasa bersalahnya.

Bagaimana menurut teman-teman?

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply