Review Komik Basketful of Heads #2 (Hill House Comics, 2019)

Di cerita sebelumnya, 4 orang tahanan meloloskan diri dari mobil penjara Shawshank Prison yang sedang membawa mereka. Malam harinya, Liam dan kekasihnya June Branch yang diminta oleh sheriff, atasan Liam, untuk menjaga rumah sheriff, tiba-tiba dikagetkan oleh suara-suara mencurigakan dari dalam rumah. Tanpa disangka, terlihat dua di antara keempat tahanan yang lolos sedang menyusup masuk ke dalam rumah. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Dapatkah Liam dan June menyelamatkan diri, atau bahkan menangkap mereka? Simak kelanjutan kisah horor ini dalam sinopsis komik Basketful of Heads #2 di bawah ini. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Basketful of Heads #2 (Hill House Comics, 2019)

Hunted to the point of exhaustion, June Branch struggles to outwit and outfight the home invader coming after her. He’s armed with a .44 and a secret agenda; she’s got a thousand year-old Viking relic and no way to escape. The axe is about to fall in the topsy-turvy second chapter of the horror story with the sharpest edge in comics!
Fears escalate and a full moon rises over the HMS Havoc in chapter three of the “Sea Dogs” backup tale, written by Joe Hill!

Story: Joe Hill
Art: Leomacs
Color: Dave Stewart
Letter: Deron Bennett
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 27 November 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Dua tahanan yang sedang menyusup ke dalam rumah menyebar. Salah satunya masuk ke kamar mandi, tempat June tadinya bersembunyi. Setelah sempat memeriksa berbagai sudut ruangan dan tidak menemukan seorang pun di sana, tahanan tersebut melangkah keluar dari kamar mandi.

Tak lama kemudian, terdengar para tahanan tersebut meminta sesuatu kepada Liam. Sebelum Liam menyelesaikan jawabannya yang menyatakan bahwa ia tidak tahu apa yang dimaksud oleh para tahanan tersebut, sudah terdengar suara teriakan kesakitan dari Liam.

Satu jam berlalu. Tidak lagi mendengar ada suara-suara, June keluar dari dalam keranjang laundry tempatnya bersembunyi. Perlahan ia melangkah turun hingga tiba di ruang penyimpanan senjata. Terlihat bercak darah yang berceceran di lantai, serta potongan jari seseorang di salah satu meja display.

Saat June hendak meraih potongan jari tersebut, salah satu tahanan tiba-tiba muncul di belakangnya. Tahanan tersebut menceritakan bahwa Liam mengaku June sudah lebih dulu kabur meninggalkan rumah. Bahkan meskipun mereka memotong jari Liam, Liam tetap tidak mengubah pernyataannya itu.

Dengan tubuh gemetar, June meraih kapak viking yang ada dalam salah satu kotak display. Tahanan tersebut lantas melanjutkan ceritanya, bahwa rekan-rekannya saat ini sedang pergi bersama Liam ke suatu tempat, yang ia yakini merupakan tempat dimana sesuatu yang mereka cari berada.

June pun mencoba untuk kabur. Tanpa disangka, di tempat lain banjir besar melanda. Tidak hanya memutus akses ke Brody Island, banjir tersebut juga membuat listrik di seluruh pulau padam. Kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh June untuk bersembunyi dan menyerang balik si tahanan. Ujung-ujungnya, dengan menggunakan kapak viking yang kini terlihat memiliki guratan berwarna merah menyala, June sukses menebas kepala si tahanan.

Namun rupanya itu bukanlah akhir bagi si tahanan. Secara ajaib, potongan kepalanya masih tetap ‘hidup’ dan mencoba berkomunikasi dengan June. Termasuk, tentu saja, mengungkapkan emosinya atas apa yang sudah dilakukan June barusan kepadanya. Sempat panik, June memutuskan untuk memasukkan potongan kepala si tahanan ke dalam keranjang yang kebetulan berada di TKP, lalu membawanya bersamanya.

Beberapa saat kemudian, potongan tubuh si tahanan terhempas oleh gelombang. Dan dari balik pakaian tahanan yang dikenakan, terlihat sabuk dengan lencana kepolisian Brody Island.


Oke, perkembangan cerita benar-benar di luar dugaan. Rupanya Joe Hill sengaja membuai kita terlebih dahulu dengan pembukaan yang tentram dan damai sebelum akhirnya ditutup dengan cliffhanger dan dilanjutkan dengan aksi seru dan elemen horor yang mengejutkan. Siapa sangka bahwa cerita juga dibalut dengan unsur misteri.

Puas sih sejauh ini dengan jejeran lini Hill House Comics. Bagaimana menurut teman-teman?

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply