Review Komik Superman #7 (2016)

Pertarungan melawan Eradicator dan Doomsday (di Action Comics) sudah usai. Superman pun kini mulai mempercayai Jon Kent untuk bisa mulai menggunakan kekuatannya sebagai Superboy. Ia juga sudah memperkenalkannya kepada teman-temannya di Justice League, terkhusus pada Batman dan Wonder Woman. Kini saatnya bagi Superman dan keluarganya untuk cooling down sejenak di epilog dari arc “Son of Superman” yang ada pada komik Superman #7 berikut ini. Silahkan disimak sinopsis-(berspoiler)-nya di bawah ini, ya.

Sinopsis Komik *SPOILER*

superman_7

“SON OF SUPERMAN” part 7! In this epilogue issue, Superman considers the toll his battles with the Eradicator and Doomsday have taken on his family and the need for a normal life. But can the Man of Steel ever take a day off?

Story: Peter J. Tomasi & Patrick Gleason
Art: Jorge Jimenez
Color: Alejandro Sanchez
Letter: Rob Leigh
Judul Edisi: Our Town
Tanggal Rilis: 21 September 2016

Pasca pertarungan melelahkan melawan Doomsday dan juga Eradicator, Superman kini melewati hari-harinya seperti biasa. Mencegah terjadinya musibah dan membantu teman-temannya menyelesaikan masalah mereka. Sekembalinya ke rumahnya di wilayah Hamilton County, Lois mengatakan bahwa malam ini ia akan pergi bersama Jon ke Hamilton County Fair karena kebetulan hari ini adalah hari terakhir pasar malam tersebut diselenggarakan. Sesekali ingin menikmati hidup biasa bersama keluarganya, Superman berjanji untuk ikut dengan mereka, tanpa melakukan aktivitas yang berkaitan dengan Superman sama sekali. Agar Lois lebih percaya, ia bahkan menitipkan jubahnya pada Lois. Jon sendiri cukup girang mendengar ayahnya bakal ikut pergi bersama mereka.

Setibanya di sana, Jon bertemu dengan Kathy, tetangga peternakan sebelah. Ia mengajak Kathy untuk naik wahana bersama, tapi Kathy tidak bisa menemaninya karena harus membantu kakeknya di kontes sapi Blue Ribbon. Ia meminta Jon untuk datang. Jon hendak menolaknya, tapi Lois segera menutup mulut anaknya dan mengatakan bahwa Jon pasti akan datang. Kathy senang mendengarnya dan pergi setelah memuji kacamata Jon yang dianggap keren.

Sementara Superman dan keluarganya bersenang-senang, ada tiga orang berandalan yang mencari kesempatan dalam kesempitan. Melihat suasana pasar malam yang ramai, mereka berniat untuk mencuri kas hasil penjualan tiket masuk yang lumayan berlimpah. Superman sempat berpapasan dengan mereka dan melihat ada yang tidak beres dalam koper yang mereka bawa. Namun saat hendak mencegahnya, Jon mengajaknya untuk bergegas menuju stand arum manis (permen kapas) karena akan segera tutup. Ia pun mengalah.

07_11

Usai menghadiri pengumuman pemenang kontes Blue Ribbon yang dimenangkan oleh sapi milik kakek Kathy, Superman kembali melihat salah satu berandal tersebut berlari di seberang tempatnya berdiri. Ia lalu berpura-pura sakit perut dan ijin untuk ke toilet sejenak. Karena masih ada wahana roller coaster yang dinaiki oleh Jon, ia pun berjanji untuk menemui Jon dan Lois di sana.

07_17

Superman kembali tepat di saat putaran terakhir roller coaster hendak berangkat. Jon gembira melihatnya bisa datang kembali tepat pada waktunya. Demikian pula Lois yang sudah sempat curiga suaminya bakal melakukan hal-hal yang ‘biasa ia lakukan’. Kereta roller coaster pun perlahan mulai berjalan. Sayup-sayup terdengar suara dari speaker, dua karyawan yang sedang bercerita tentang adanya pencurian uang kas, serta tentang adanya sosok berwarna biru tua yang menangkap mereka. Superman hanya bisa nyengir dan pura-pura tidak tahu apa-apa saat Lois meliriknya dengan kesal. Jon sendiri tidak mempedulikannya dan asyik mengucapkan kata “Up”… “Up”… “Away”.


Tidak ada baku hantam, konflik, maupun misteri di sini. Hanya ada keceriaan dari Superman dan keluarganya, yang melakukan hal yang biasa dilakukan oleh orang biasa. Tapi entah kenapa, everything feels good. Dan pada saat sebuah komik superhero yang umumnya penuh aksi hadir TANPA adanya aksi sama sekali masih bisa membuat pembacanya tersenyum dan merasa puas, komik tersebut pasti sedang berada di jalur yang benar. Bravo DC Comics. Bravo Tomasi dan Gleason. Edisi Superman #7 ini seolah menangkis tuduhan bahwa Rebirth hanya mengandalkan misteri dan pertanyaan baru untuk menarik minat pembacanya. Buat yang sudah berpikiran demikian, maaf saja, kalian salah 🙂

Tema artikel yang berhubungan: , ,  supermen sakit perut.

Reply