Review Komik Doomed #4 (2015)

Doomed #3 lalu menghadirkan alur cerita yang menarik. Ada pertarungan perdana Reiser versus Miles, diikuti dengan munculnya tiga anggota Teen Titans di S.T.A.R. Labs (Wonder Girl, Power Girl, Flash Boy) secara misterius. Dengan tensi yang seolah bakal menanjak, jujur saja, ekspektasi saya terhadap edisi #4 ini terus terang cukup tinggi. Sayangnya, kenyataan bagaikan lagu “Sakit Hati“-nya Yovie & Nuno…

kau terbangkan ku ke awan
lalu jatuhkan ke dasar jurang

Tanpa perlu panjang lebar lagi, berikut sinopsis dan review dari komik Doomed #4.

doomed_4

It’s Wonder Girl vs. Doomed on the streets of Metropolis! Reiser is just a regular, everyday teenager who changes into a huge, poisonous doom-monster…But all that turns upside down when he gets the chance to meet his big crush…the only problem is, Wonder Girl’s idea of a “crush” is beating Doomed senseless!

JUDUL EDISI: Wrath of Wonder Girl
WRITER: Scott Lobdell
ART / COLOR: Javier Fernandez / Ullises Arreola
TANGGAL RILIS: 16 September 2015

Pasca melawan Miles, Reiser masih belum bisa kembali ke tubuh manusianya. Sambil membawa Oui Oui pulang ke rumah Tante Belle, ia sempat memikirkan untuk menceritakan saja apa yang terjadi pada dirinya kepada Tante Belle, namun ia akhirnya memutuskan untuk tidak melakukannya dan memilih untuk pergi menyendiri di sebuah bekas taman hiburan. Sambil berusaha untuk berubah, ia membayangkan apabila sepanjang hidupnya ia berada dalam bentuk ‘monster’ itu. Mulai dari ngebayangin saat magang sampai nge-date, hehehe.

53_06

Karena kelelahan, Reiser pun jatuh pingsan. Di saat itu tiba-tiba muncul Clarice (cewek yang muncul di edisi #1, yang sudah saya perkirakan memiliki ‘sesuatu’ yang berkaitan dengan Doomed) yang dengan mengucapkan beberapa kalimat semacam mantra sihir bisa mengembalikan tubuh Reiser kembali normal. Antara sadar dan tidak, Reiser sempat menyadari kehadiran Clarice.

Di S.T.A.R. Labs, Cassie Sandsmark a.k.a. Wonder Girl diminta oleh Doctor Crabman untuk menangkap Doomed. Power Girl dan Flash Boy sendiri ditugaskan oleh Cassie untuk mengejarkan sesuatu yang masih belum jelas apakah bakal berhubungan dengan cerita utama Doomed atau tidak.

Dengan kemampuan superheronya, dalam waktu singkat Wonder Girl dapat menemukan Reiser. Di sini Reiser mulai menyadari bahwa tubuhnya akan otomatis bertransformasi menjadi Doomed apabila dirinya merasa terancam. Dan pertarungan antara Doomed versus Wonder Girl pun dimulai.

53_02

Sedikit demi sedikit Reiser juga mulai menyadari kemampuan dari tubuh versi Doomed-nya. Ia berusaha untuk secepat mungkin menghentikan perkelahian tanpa harus melukai Wonder Girl. Cassie pun akhirnya menyadari bahwa ‘musuh’ yang dihadapinya saat ini bukan monster biasa yang menyerang untuk membunuh. Saat melihat Doomed berusaha untuk menyelamatkannya dari tertimpa reruntuhan besi / baja, Cassie menggunakan tali lasonya untuk berganti menyelamatkan Reiser. Dan ternyata laso tersebut dapat mengembalikan tubuh Reiser menjadi normal.

Setelah sesi curhat di antara keduanya, Cassie pun memutuskan untuk tidak menangkap Doomed dan berpura-pura untuk tidak berhasil menemukannya. Bahkan ia juga berjanji untuk membantunya jika terjadi apa-apa.

53_15

Sementara itu, Jayne akhirnya mengetahui bahwa ruangan S.T.A.R. Labs yang dibersihkan oleh mereka berdua pada waktu itu berisikan spora dari Doomsday dan kemungkinan besar Reiser telah terinfeksi olehnya. Tanpa disangkal, tiba-tiba muncul Superman di belakangnya.


Di bagian bawah halaman terakhir Doomed #3, tergambar dalam 2 frame kecil tentang Reiser yang naksir dengan Cassie. Of course, sewajarnya saya mengharapkan akan ada sesuatu yang romantis dengan mereka di edisi #4 ini. Tapi ternyata hanya PHP belaka. Alur kembali berjalan lambat dengan fokus hanya pada pertarungan antara Wonder Girl dan Doomed. Untung masih ada sedikit kejutan di bagian akhir dengan munculnya Superman dan Jayne yang mulai menyadari kemungkinan terinfeksinya Reiser oleh virus Doomsday.

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply