Review Komik Detective Comics #961 (2017)

Di cerita sebelumnya, Batman berhasil meyakinkan Zatanna untuk memperbolehkannya menggunakan Gnosis Sphere, benda yang bisa membuat penggunanya mendapat jawaban atas segala pertanyaan yang ia miliki. Sementara itu, Batwing dan Batwoman yang sedang mencari cara untuk mengalahkan Ascalon, mendapat kunjungan tak terduga dari Azrael yang sudah terkontrol oleh kostumnya sendiri. Apa yang akan terjadi selanjutnya di sinopsis komik Detective Comics #961 berikut ini?

Sinopsis Komik *SPOILER

“INTELLIGENCE” part four! Batman and Batwing have thrown every technological trick they have at the powerful A.I. that the order of St. Dumas dubbed Ascalon…now there’s nothing left to do but pray!

Story: James T Tynion IV
Art: Raúl Fernández (Inks) / Alvaro Martinez (Pencils)
Color: Brad Anderson
Letter: Sal Cipriano
Judul Edisi: Intelligence Part Four – Ghost In The Shell
Tanggal Rilis: 26 Juli 2017

Bertahun-tahun yang lalu. Yang ditunjukkan dan diceritakan oleh Zatanna pada Bruce Wayne di waktu lalu ternyata adalah mengenai Gnosis Sphere. Tapi belum apa-apa, ulahnya sudah ketahuan oleh ayahnya, Zatara. Tidak ingin benda berbahaya itu diketahui keberadaannya oleh orang lain, Zatara memutuskan untuk menghapus ingatan Bruce.

Saat ini. Tubuh fisik Jean-Paul Valley (Azrael) telah diambil alih sepenuhnya oleh kostumnya sendiri, Suit of Sorrow. Pikiran Jean-Paul sendiri sedang melayang di sebuah tempat, bertemu dengan Ascalon, yang mengaku sebagai perwujudan dari kesadaran atau hati nurani Jean-Paul yang ditanamkan pada Jean-Paul sejak kecil. Misi dari Ascalon sendiri adalah untuk menghilangkan sifat manusiawi Jean-Paul dan membuatnya menjadi malaikat yang sempurna, The Azrael. Karena Jean-Paul tidak mau menerima hal itu, Ascalon pun murka dan berjanji akan membunuh semua teman-teman Jean-Paul dengan menggunakan tubuh Jean-Paul.

Sementara itu, Cassandra Cain (Orphan) datang membantu Batwoman dan Luke Fox yang sedang diserang oleh Azrael. Luke Fox yang menyadari kondisi Jean-Paul di balik kostum tersebut meminta rekan-rekannya agar tidak terlalu keras menghajar Azrael, karena bisa berakibat fatal terhadapnya. Untunglah, setelah bersusah payah, mereka, dengan tambahan bantuan dari Batman dan Zatanna yang baru saja tiba, berhasil melumpuhkan Azrael.

Sayangnya, keadaan belum benar-benar aman. Ascalon dan pasukan kostum Batwing yang sudah ia kontrol kini bersiap untuk menyerbu Clayface dan Nomoz yang ada di The Belfry. Batman berniat untuk menahan Azrael untuk sementara waktu hingga mereka bisa menyelesaikan urusan dengan Ascalon dan memulihkan kesadaran Jean-Paul. Luke menolaknya sebab menurut analisanya satu-satunya cara untuk melumpuhkan Ascalon adalah dengan melalui Jean-Paul. Namun karena untuk saat ini tidak mungkin untuk menggunakan Suit of Sorrow, ia mengajukan alternatif lainnya: kostum Batsuit Armour.


Ada beberapa hal menarik dalam cerita edisi ini. Pertama, ini ternyata kemunculan perdana Zatanna di muka ‘publik’, karena selain Batman, belum ada superhero lain (setidaknya di keluarga Bat) yang mengenalnya. Kedua, bagi yang pernah membaca cerita saat Jean-Paul sempat beraksi sebagai Batman, tentunya bakal ingat dengan kostum Batsuit Armour yang ia gunakan dulu, dan kini dihadirkan kembali oleh Luke Fox (dalam versi yang lebih keren) di penghujung cerita. Cool!

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply