Review Komik Detective Comics #960 (2017)

Di cerita sebelumnya, meski Batman dan Zatanna berhasil menghalau Ascalon, namun Brother Kobo tetap berhasil terbunuh, entah bagaiman caranya. Sementara Batwoman dan Batwing menyelidiki lebih lanjut mengenai Ascalon, Batman menemui Zatanna untuk memberitahukannya alasan utama ia menemui Zatanna. Jean-Paul Valley sendiri, pasca berhadapan dengan Ascalon, memilih untuk bermeditasi untuk menenangkan diri. Namun tanpa disangka, sosok monster yang mirip dengan kostum Azrael miliknya tiba-tiba muncul di hadapannya. Apa yang terjadi selanjutnya di sinopsis komik Detective Comics #960 berikut ini?

Sinopsis Komik *SPOILER

“INTELLIGENCE” part three! With Zatanna joining the ranks of Batman’s allies, there shouldn’t be any foe the team can’t take on…but does that include their teammate Azrael himself, who just might be cracking up?

Story: James T Tynion IV
Art: Raúl Fernández (Inks) / Alvaro Martinez (Pencils)
Color: Brad Anderson
Letter: Sal Cipriano
Judul Edisi: Intelligence Part Three – Short Circuit
Tanggal Rilis: 12 Juli 2017

Meski Batman sudah memberitahu alasannya, Zatanna tetap menolak untuk menyerahkan benda yang disebutkan bisa memberi jawaban atas semua pertanyaan yang ada di dunia. Ia bahkan heran mengapa Batman bisa mengingat hal tersebut karena seharusnya sudah terhapus dari ingatannya. Batman menjelaskan bahwa pertarungannya sebelumnya saat melawan Ra’s Al Ghul yang telah mengembalikan sedikit demi sedikit kepingan memorinya yang hilang. Ia pun kembali memohon agar Zatanna mau menuruti permintaannya.

Di Red Cathedral, Swiss Alps. Ascalon menemui seorang pendeta untuk melaporkan bahwa misinya telah berhasil. Mengetahui ada sesuatu yang membuat Ascalon gundah, si pendeta meminta Ascalon untuk memberitahunya. Ternyata itu terkait dengan Azrael, yang tidak merasa dirinya adalah Ascalon. Sebaliknya, Ascalon merasa bahwa ia dan Azrael adalah sosok yang sama. Si pendeta lantas merespon dengan mempersilahkan Ascalon untuk mencari jawaban atas pertanyaan yang ada di pikirannya.

Di The Belfry. Jean-Paul menemui Nomoz yang masih tak sadarkan diri, berharap Nomoz bisa membantunya untuk tetap berpikir dengan jernih. Tiba-tiba Batwing menghubunginya dan memintanya untuk datang ke Foxtech dengan membawa kostum Azrael-nya karena ia dan Batwoman berhasil menemukan sesuatu yang berkait dengan kostum tersebut. Saat Jean-Paul melangkah menghampiri kostumnya, sosok monster bersayap yang ia lihat dalam pikirannya semakin kencang menghasutnya, memastikan bahwa semua akan baik-baik saja bila ia mengenakan kostum tersebut.

Di kamar hotelnya, Zatanna menunjukkan Gnosis Sphere a.k.a The God Machine, benda yang diminta oleh Batman. Zatanna kembali mengingatkan bahayanya penggunaan bola tersebut karena siapa saja yang pernah menggunakannya akan kesulitan untuk melepaskannya kembali karena akan terus penasaran dengan semua pertanyaan yang ia miliki.

Di Foxtech. Ascalon tiba-tiba muncul di sana dan dengan mudah mampu mengendalikan kostum-kostum milik Batwing. Saat berusaha untuk kabur, giliran Azrael yang mendadak muncul di hadapan mereka.. tidak jelas apakah masih bisa berpikir dengan akal sehatnya atau sudah sepenuhnya dikuasai oleh kostumnya.


Untuk alur cerita Batman dan Zatanna tidak ada masalah untuk diikuti, cukup jelas dan gamblang. Yang masih agak membingungkan adalah sub-arc Ascalon dan Azrael. Masih ada lubang-lubang cerita yang sulit dipahami. Tapi mungkin karena saya sendiri tidak pernah mengikuti dengan detil perkembangan karakter Jean-Paul dan Azrael sebelum era Rebirth. Jadi untuk saat ini saya tidak akan komplain dan sabar menunggu kelanjutan ceritanya saja.

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply