Review Komik Detective Comics #945 (2016)

Di cerita sebelumnya, Batman dan timnya berusaha menghadapi kelompok yang menamakan diri mereka Victim Syndicate.
Namun kemampuan mereka ternyata di luar dugaan, bahkan Spoiler harus terkena racun dari salah di antaranya, Mr. Noxious. Belakangan, setelah mendapat informasi dari BatWing mengenai anggota The Victim Syndicate, kecuali satu yang hanya diketahui sebagai korban pertama (First Victim) dari Batman, Batman pun mulai menyadari keterkaitan di antara mereka dan sadar bahwa itu adalah salahnya mereka menjadi seperti itu. Apa yang akan terjadi selanjutnya di sinopsis komik Detective Comics #945 berikut ini?

Sinopsis Komik *SPOILER*

detectivecomics_945

“The Victim Syndicate” part three! Batman is trying his best to hold his team together, but Spoiler might have every reason to walk out the door…and others might follow!

Story: James T Tynion IV
Art: Carmen Carnero (Pencils) / Al Barrionuevo (Arts) / Scott Hanna (Inks)
Color: Adriano Lucas
Letter: Marilyn Patrizio
Judul Edisi: The Victim Syndicate Part Three: Unforgiven
Tanggal Rilis: 23 November 2016

Thompkins Free Clinic. Pasca didatangi oleh First Victim, Stephanie (Spoiler) diinterogasi oleh Batman tentang apa yang dikatakan oleh First Victim kepadanya. Alih-alih menjawab, Stephanie mengungkapkan kekesalannya pada Harper Row yang membocorkan mengenai hal tersebut pada Batman. Harper sendiri tidak menghiraukan amarah Stephanie kepadanya dan menimpali bahwa Victim Syndicate akan menyerang kembali nanti malam. Batman mencoba membujuk Stephanie untuk memberitahunya apa sebenarnya yang dikatakan oleh First Victim. Setelah sempat menuangkan emosinya pada Batman, ia mengaku bahwa First Victim hanya meminta maaf dan mengecek apakah Stephanie baik-baik saja. Meski terlihat agak heran, Batman menerimanya dan tidak bertanya-tanya lagi.

Di atap sebuah gedung, Batman kemudian bertemu dengan BatWoman. Ia meminta BatWoman mengumpulkan seluruh anggota tim dan standby di Belfry. Ia juga mempersilahkan BatWoman untuk membawa Dokter Leslie ke sana dan melakukan tes psikologis pada anggota tim mereka. BatWoman berpendapat bahwa mereka seharusnya membiarkan Stephanie beristirahat saja, namun Batman menegaskan bahwa ia juga harus datang karena ada sesuatu yang belum ia ceritakan.

Dalam perjalanan pulang dengan BatMobile, Batman berkomunikasi dengan Alfred dan mulai mendapat petunjuk mengenai First Victim. Batman sudah tahu siapa orangnya namun ia tidak mengingat namanya, padahal ia ingat SEMUA penduduk sipil yang tidak sengaja menjadi korbannya selama ini.

Spoiler tiba di atap Belfry. Sekilas terbayang saat kematian Red Robin, sehingga ia pun meneteskan air matanya. Di dalam ia bertemu dengan BatWing (Luke Fox), yang kemudian memberitahunya bahwa ia sudah mengupgrade kostum seluruh anggota tim agar bisa mengatasi serangan The Victim Syndicate, walau kemungkinan hanya bisa bertahan beberapa menit saja. Saat mendengar BatWoman sedang bersama dengan ‘ahli kejiwaan’ (Leslie) dan Clayface, raut muka Spoiler langsung berubah.

Basil menceritakan hubungannya dengan Glory Griffin (Mudface), salah satu anggota The Victim Syndicate, pada Dr. Leslie. Ia sempat menjadi emosi dan tubuhnya kembali pada wujud Clayface, namun Leslie tetap tenang menghadapinya. Clayface lalu menambahkan bahwa ia masih tidak tahu kenapa Batman mengajaknya bergabung dengan timnya karena ia bisa saja kalap kapan pun dan melukai yang lainnya.

BatWoman sedang mengawasi sel tahanan ayahnya, Kane, saat Luke Fox datang. Luke Fox mencoba bersosialisasi dengannya, namun BatWoman menanggapinya dengan ketus. Ketahuan kini bahwa ia tidak suka Luke Fox ada di tim mereka karena merasa Luke Fox menjadi ‘pahlawan’ hanya sebagai hobi, tanpa punya tujuan apapun di balik itu.

Di ruang gereja di Thomplins Free Clinic, Jean-Paul mencoba menenangkan Harper yang khawatir terhadap Stephanie. Bagi Harper, Stephanie dan Cassandra Cain (Orphan) adalah sahabatnya satu-satunya, sehingga ia tidak bisa melihat Stephanie terpuruk seperti saat ini tanpa berbuat apa-apa. Tanpa diduga, First Victim dan anggota The Victim Syndicate lainnya tiba-tiba masuk ke ruangan tersebut. Jean-Paul segera memerintahkan Harper untuk keluar dan memberitahu Batman, sementara ia memecahkan altar dan mengambil pedang Sword of Sin yang ia sembunyikan di sana, bersiap untuk menghadapi The Victim Syndicate sebagai Azrael.

Stephanie sedang menjalani sesi terapi dengan Dr. Leslie. Ia meyakini bahwa Batman mengumpulkan ia dan yang lain dalam timnya bukan untuk membuat mereka menjadi lebih baik, melainkan agar Batman bisa mengontrol masalah yang ada pada diri masing-masing anggota tim karena ia tidak mampu menyelesaikannya. Itu pula sebabnya, menurut Stephanie, Batman menempatkan Red Robin di dalam tim, karena ia mampu menciptakan sistem yang tepat bagi mereka semua.

Stephanie kemudian menghentikan curhatnya karena ia sadar Batman sedang mendengarkan percakapan mereka. Dan memang benar seperti itu. Stephanie lantas mengeluarkan uneg-unegnya, bahwa yang Batman lakukan hanyalah peduli pada dirinya sendiri, tanpa pernah peduli dengan orang lain. Luke Fox tiba-tiba masuk dan mengabarkan serangan The Victim Syndicate di klinik. Batman merespon dengan meminta semua anggota tim untuk bersiap. Kecuali Spoiler, yang ia minta untuk tetap di Belfry.

Sepeninggal yang lain, Stephanie mendatangi ruang simulasi latihan, memasukkan kode tertentu dalam komputer simulasi, dan sesaat kemudian muncullah Red Robin di hadapannya.


Edisi ini dalem banget. Fokus jelas pada karakter Spoiler yang akhirnya mengalami momen denial pasca meninggalnya Red Robin / Tim Drake. Juga ada Clayface / Basil, yang masih belum bisa memahami eksistensinya di tim Batman. Sayang tidak terlihat adanya Orphan di edisi ini, mungkin karena Tynion tidak ingin pembaca gagal fokus. Sepertinya bakal seru kalau arc kali ini ditutup dengan tercerai berainya tim Batman… #evilsmile

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply