Review Komik Action Comics #45 (2015)

Big story arc Truth yang melibatkan empat komik Superman sekaligus (Action Comics, Superman, Superman/Wonder-Woman, dan Batman/Superman) baru saja usai. Beberapa pertanyaan seputar terbongkarnya identitas Clark Kent sebagai Superman dan hilangnya kekuatan supernya telah kita ketahui jawabannya. Namun cerita belum usai karena faktanya, hilangnya kekuatan Superman hanyalah awal dari cerita yang lebih besar. Apa sebenarnya tujuan utama dari keempat supervilain — Wrath, Savage, Mr. Bend, dan Hord_root — yang telah bekerjasama demi menyerap dan mengambil energi Superman? Apakah kekuatan Superman bakal kembali? Bagaimana kelanjutan hubungan Superman – Wonder Woman atau pun Clark Kent – Louis Lane? Yuk kita simak sinopsis dan review komik Action Comics #45 yang menjadi pembuka kisah Superman selanjutnya ini.

Sinopsis Komik

actioncomics_45

As this new epic begins, the Man of Steel’s identity as Clark Kent has been exposed. He’s been beaten and pushed to the brink in his quest to regain his powers while his enemies have gathered their forces. And now, Clark must ask himself the ultimate question: Should he even continue as Superman?

As the action begins, a new hero emerges to fight for Justice—and against Superman!

Judul Edisi: Blind Justice Part One
Story: Greg Pak, Aaron Kuder
Art / Color: Scott Kolins / Tomeu Morey
Tanggal Rilis: 7 Oktober 2015

Pasca identitasnya terekspos ke seluruh penjuru dunia oleh Louis Lane di event Superman: Truth, Superman memilih untuk menyendiri dan meninggalkan orang-orang yang dekat dengannya. Dan jika lini masa di komik ini berlangsung setelah keseluruhan event Truth, Diana a.k.a. Wonder Woman adalah termasuk salah satu di antara mereka. Clark mengasingkan dirinya kota Talladega, Alabama, dimana ia tinggal di sebuah kabin yang berada di sudut hutan lindung Talladega.

Tapi kabin tersebut bukan sembarang kabin karena Clark menggunakannya sebagai ‘markas’ untuk menyelidiki segala sesuatu yang terjadi dengannya belakangan ini. Mulai dari munculnya musuh baru dan lama yang tiba-tiba saja mengincar kekuatannya, pihak pemerintah (via A.R.G.U.S.) yang ‘menyita’ berbagai properti miliknya (termasuk kuburan dan jenazah orang tuanya), dan juga sahabat-sahabatnya, termasuk Lee Lambert yang pada komik Action Comics #44 lalu turut terinfeksi oleh bayangan hitam (di edisi ini disebut black mass) milik Wrath.

Tiba-tiba muncul Hiro (Toymaster) yang diam-diam menyelidiki tempat tinggal Superman untuk membantunya. Clark yang tidak mau lagi ada sahabatnya yang menantang bahaya demi dirinya memintanya untuk pergi, sembari meledakkan markasnya. Ia mengancam akan membeberkan rahasia kejahatan Hiro ke pemerintah apabila ia sampai mendatangi Superman lagi.

1_09

Hasil penyelidikan Clark terhadap Wrath sendiri membawanya ke sebuah perusahaan bernama Lifegene Inc. Ia mencurigai salah satu bangunan di sana, yang memiliki pintu super besar, ada kaitannya dengan Wrath. Dengan menyamar sebagai salah satu karyawan laundry, ia berhasil menyabotase sistem listrik (sejak kapan Clark bisa ngehack kayak gini?) dan menyusup masuk ke dalam bangunan tersebut.

1_17

Yang ia temukan di dalam ternyata komplotan Supremacist (yang sebelumnya menyerang Superman di Metropolis dengan senjata yang dapat menyerap kekuatannya di Action Comics #42). Tidak hanya mereka, melainkan juga banyak warga sipil yang dalam keadaan dipasung maupun dirantai. Clark pun memutuskan untuk menyelamatkan mereka, yang belakangan diketahui sebagai orang-orang yang terinfeksi black mass. Di salah satu ruang sekap terakhir, Clark menemukan Lee Lambert di dalamnya. Dan black mass dari tubuh Lee tiba-tiba mulai menginfeksi tubuh Clark.


Berhubung edisi ini bisa dibilang awal dari misi balas dendam Clark versus keempat orang supervilain yang ‘nggrusuhi’ dirinya di event Truth, maka saya lebih berminat untuk mengomentari adegan akhirnya. Please please please jangan jadikan cerita ini jadi another Doomed story!!!

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply