Rekap Sinopsis Duel Episode 3 (10 Juni 2017)

Di sinopsis Duel episode sebelumnya, sadar tidak bisa lagi mengandalkan jaksa Choi Jo-Hye (Kim Jung-Eun), Jang Deuk-Cheon (Jung Jae-Young) memutuskan untuk nekat membajak bus tahanan yang hendak membawa Lee Sung-Joon (Yang Se-Jong) ke penjara dan membawanya kabur agar Sung-Joon bisa membantunya mencari keberadaan Jang Soo-Yeon (Lee Na-Yoon), putrinya. Dalam keadaan terjepit oleh polisi-polisi yang mengejar mereka, Deuk-Cheon tanpa disangka mendorong Sung-Joon untuk meloncat bersamanya dari atas jembatan. Apa yang akan terjadi di sinopsis drama korea Duel episode 3 berikut ini?

Sinopsis Episode 3

Sesaat setelah Deuk-Cheon dan Sung-Joon meloncat ke sungai dari atas jembatan, hujan turun dengan derasnya. Hal tersebut membuat mereka dapat meloloskan diri dari para polisi yang berusaha untuk mencari keberadaan mereka di pinggiran sungai. Sementara itu, dari kejauhan, rekan Lee Sung-Hoon (Yang Se-Jong) mengamati pelarian mereka dan melaporkannya pada Sung-Hoon. Sedangkan di kantor kejaksaan, jaksa Choi yang menerima kabar mengenai insiden itu menegaskan bahwa mereka akan mengambil alih kasus tersebut, sekaligus meminta anak buahnya untuk merahasiakan keterlibatan Deuk-Cheon.

Di pinggiran sungai, Lee Hyung-Sik (Yoon Kyung-Ho) dan Na Soo-Ho (Choi Woong) meminta barang bukti berupa sobekan baju tahanan Sung-Joon yang ditemukan oleh kepolisian. Saat kembali ke mobil, Hyung-Sik memberitahu Soo-Ho bahwa sebenarnya Deuk-Cheon sempat menelponnya sebelum insiden tersebut dan memberitahu bahwa ia akan mengeluarkan Sung-Joon dari penjara. Namun pada saat itu Hyung-Sik tidak mengira bahwa Deuk-Cheon akan sungguh-sungguh melakukan ucapannya itu.

Jaksa Choi mendatangi Kepala Kejaksaan Woo Byung-Cheon dan meminta untuk bisa menangani kasus pelarian Sung-Joon dan Yang Man-choon (Shim Wan-joon) tanpa harus membuka kasus tersebut ke publik. Jaksa Choi beralasan hal tersebut bisa membahayakan nyawa putri Deuk-Cheon yang masih belum diketemukan. Mengingat rekam jejak jaksa Choi yang cukup baik, Byung-Cheon akhirnya menyetujui permohonan jaksa Choi.

Setibanya kembali di kantornya, Koo Bon-Seok (Lee Sung-Wook) melaporkan tentang Hyung-Sik dan Soo-Ho yang mengambil barang bukti dari TKP. Dengan tenang jaksa Choi meminta Bon-Seok untuk datang ke kantor polisi dan memerintahkannya untuk membawa Hyung-Sik dan Soo-Ho ke kantornya.

Dalam pelariannya, Deuk-Cheon dan Sung-Joon berhenti di suatu tempat untuk beristirahat. Sementara Sung-Joon membasuh luka di lengannya, Deuk-Cheon mencarikan baju ganti untuknya agar tidak terlihat seperti seorang tahanan. Tiba-tiba sebuah mobil patroli polisi datang melintas di tempat tersebut. Untungnya mereka tidak berhasil menemukan Deuk-Cheon dan Sung-Joon yang bersembunyi tidak jauh dari sana. Sepeninggal mobil patroli tersebut, mereka pun mencuri sebuah mobil untuk pergi menuju Busan. Di saat itu Deuk-Cheon sempat curiga dengan Sung-Joon yang mampu menjalankan mobil curian itu tanpa menggunakan kunci.

Reporter Ryu Mi-Rae (Seo Eun-Su) dari Seongju Daily mendatangi rumah sakit untuk menanyakan mengenai Soo-Yeon. Petugas resepsionis mengaku bahwa Soo-Yeon sudah dibawa ke Rumah Sakit Sanyoung pasca mendapatkan injeksinya, namun Mi-Rae mengatakan bahwa ia baru saja dari rumah sakit tersebut dan tidak mendapati anak kecil di sana. Sadar kebohongannya ketahuan, petugas resepsionis langsung berdalih bahwa ia tidak tahu menahu secara detil karena bukan orang yang bertanggung jawab atas hal tersebut.

Dalam perjalanan, Mi-Rae menceritakan pada rekannya, Kim Ik-Hong (Kim Ki-Doo), tentang kecurigaannya terhadap kasus tersebut. Menurut Ik-Hong, proses injeksi tersebut mungkin saja gagal sehingga pihak rumah sakit berusaha untuk menyembunyikannya. Yang mengejutkan, Mi-Rae kemudian mengaku bahwa ia sedikit terobsesi dengan kasus Soo-Yeon itu karena penasaran dengan masa lalu ibunya.

Di terminal bus Busan, Deuk-Cheon dan Sun-Joon mencoba mencari pria gelandangan yang sebelumnya memberikan tiket bus pada Sun-Joon. Setelah mencari ke sana kemari, mereka berhasil menemukannya di sebuah lorong bawah tanah. Melihat mereka, pria gelandangan tersebut, Ddal-Soo, mencoba untuk melarikan diri, namun Deuk-Cheon dapat menyusulnya. Sun-Joon sendiri sempat tiba-tiba terjatuh dan jantungnya terasa sakit saat ikut mengejar Ddal-Soo.

Sambil memberi makan si gelandangan, Deuk-Cheon mengorek informasi siapa yang menyuruh Ddal-Soo untuk memberikan tiket bus pada Sun-Joon. Ia mengaku tidak mengenal siapa yang menyuruhnya, namun orang tersebut berjanji akan mengurangi hutanngya sebesar $5000 apabila ia melakukannya. Ddal-Soo sendiri ternyata terjerat hutang dan anaknya ditahan oleh para rentenir sebagai jaminan. Yang lebih mengejutkan lagi, pihak rentenir itu juga terlibat dalam jaringan penjualan organ anak-anak.

Karena yang diketahui oleh Ddal-Soo hanyalah nama Direktur Baek, Sun-Joon menyarankan agar mereka mencoba menghubungi nomer-nomer telpon yang menawarkan penjualan organ yang diiklankan di tembok kamar mandi terminal. Setelah mencoba menghubungi beberapa nomer, mereka akhirnya mendapatkan nomer direktur Baek yang dimaksud. Dengan alasan hendak melunasi hutangnya, direktur Baek lalu memberikan nomer khusus untuk dihuubungi oleh Ddal-Soo esok harinya saat ia akan membayar.

Di kantor kejaksaan, jaksa Choi meminta Hyung-Sik dan Soo-Ho untuk memancing pertemuan dengan Deuk-Cheon. Ia berjanji akan ‘menyelamatkan’ karir Deuk-Cheon tanpa adanya konsekuensi apabila mereka juga bisa sekaligus menangkap Sung-Joon. Tanpa disangka, sebuah nomer dari Busan tiba-tiba menghubungi Hyung-Sik di saat itu. Sadar tidak mungkin mengangkatnya di hadapan jaksa Choi, Hyung-Sik yang curiga bahwa itu adalah Deuk-Cheon meng-cancel panggilan tersebut dan berdalih kalau itu hanya spam.

Setelah meninggalkan kantor kejaksaan, Hyung-Sik segera menelpon balik nomer yang tadi menghubunginya. Dan benar, itu adalah Deuk-Cheon. Ia meminta agar Hyung-Sik mau membantunya melakukan sesuatu. Sementara itu, jaksa Choi rupanya sempat melihat nomer yang tadi menghubungi Hyung-Sik. Ia pun meminta agar Bon-Seok memeriksa lokasi nomer tersebut, sekaligus mengecek histori komputer Hyung-Sik dan Soo-Ho.

Di rumahnya, Mi-Rae menunjukkan sebuah paket berisi peninggalan ibunya yang selama ini tersimpan di brankas sebuah bank pada Ik-Hong. Menurut Mi-Rae, barang yang ada di dalamnya bukanlah untuknya, melainkan justru untuk orang lain. Itu dilakukan ibunya untuk merahasiakan tentang ayah Mi-Rae dan masa lalunya. Paket yang dimaksud ternyata berisi catatan hasil tes medis untuk penelitin sel induk. Yang melakukan pencatatan adalah Ryu Jeong-Sook dan subyeknya Choi Joo-Shik.

Hyung-Sik menemui Deuk-Cheon di rooftop sebuah gedung dan memberikan uang sejumlah $5000 yang diminta oleh Deuk-Cheon. Melihat Sung-Joon juga ada di sana, Hyung-Sik berniat untuk menangkapnya karena hanya akan membawa masalah untuk Deuk-Cheon. Tanpa disangka, Deuk-Cheon merespon dengan memberi Hyung-Sik dua pilihan: membiarkan mereka pergi atau menembak Deuk-Cheon dan menangkap Sung-Joon. Mau tidak mau Hyung-Sik membiarkan Sung-Joon tetap bersama Deuk-Cheon. Tidak itu saja, ia juga membelikan mobil bekas untuk digunakan oleh Dek-Cheon serta memberikan ponsel yang sudah dilengkapi alat untuk melacak direktur Baek dan pistol untuk berjaga-jaga.

Dari pengecekan terhadap komputer Hyung-Sik dan Soo-Ho, Bon-Seok dan Na Song-Yi (Lee Yea-Eun) mendapatkan informasi bahwa Hyung-Sik dan Soo-Hoo sedang memeriksa Direktur Baek, broker perdagangan organ anak-anak di Busan. Bon-Seok juga melaporkan pada jaksa Choi bahwa Deuk-Cheon telah berhasil mendapatkan nomer telpon dan lokasi keberadaan direktur Baek. Song-Yi menambahkan dengan menunjukkan foto direktur Baek dan Jin Byung-Joon, pemimpin kelompok dan juga penanggung jawab operasi. Setelah mengetahui lokasi direktur Baek, jaksa Choi meminta anak buahnya untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian Busan sekaligus bersiap-siap untuk menuju ke sana.

Direktur Baek dan Byung-Joon tiba di sebuah tempat. Sementara itu, Sung-Joon yang sedang dalam perjalanan menuju tempat direktur Baek berada, memutuskan untuk menjahit sendiri lukanya untuk menghentikan pendarahan. Tanpa disangka, ia ternyata cukup mahir melakukannya dengan sesekali terlintas di ingatannya tentang dirinya yang sepertinya seorang dokter.

Tempat yang didatangi oleh direktur Baek dan Byung-Joon sendiri adalah sebuah tempat persembunyian bagi anak-anak yang mereka sekap. Byung-Joon meminta anak yang paling baru. Penjaga tempat tersebut menunjukkan seorang anak perempuan yang sedang tertidur karena sebelumnya ia berikan obat tidur. Byung-Joon lantas meminta agar mereka membawa anak tersebut ke mobilnya.

Deuk-Cheon yang masih dalam perjalanan mendapatkan informasi lebih detil mengenai operasi penjualan organ direktur Baek melalui Soo-Ho. Ia jadi makin geram mendengarnya dan berusaha untuk secepat mungkin tiba di sana. Di tempat lain, iring-iringan jaksa Choi dan pihak kepolisian Busan juga sedang menuju tempat direktur Baek berada.

Setibanya di tempat anak-anak disekap, Deuk-Cheon dan Sung-Joon dengan mudah menyusup masuk dan menangkap orang yang berjaga di sana. Sayangnya, ia tidak menemukan Soo-Yeon di sana. Setelah mengorek informasi dari direktur Baek, Deuk-Cheon bergegas untuk mengejar Byung-Joon, yang sebenarnya sempat berpapasan dengannya saat hendak sampai di tempat tersebut.

Di dalam perjalanan, setelah memberitahu Ddal-Soo untuk datang ke tempat penyekapan, Deuk-Cheon sempat menghentikan mobilnya dan mengarahkan pistolnya pada Sung-Joon. Ia curiga Sung-Joon adalah kaki tangan komplotan direktur Baek mengingat ia punya keahlian mencuri mobil sekaligus bisa menjahit dirinya sendiri dengan mudah. Sung-Joon yang memang masih belum ingat apa-apa meminta agar Deuk-Cheon menyelesaikan urusan itu nanti setelah mereka menemukan Soo-Yeon.

Tak lama mereka berhasil menyusul mobil Byung-Joon yang berhenti di depan sebuah gedung. Melihat mereka, Byung-Joon segera memacu kembali mobilnya untuk melarikan diri. Aksi kejar-kejaran mereka berujung pada mobil Byung-Joon yang tidak terkontrol dan menabrak sebuah tiang listrik di pinggir jalan. Deuk-Cheon dan Sung-Joon yang agak tertinggal di belakang sayangnya tidak menemukan sosok Byung-Joon di sana saat mereka tiba. Alih-alih, mereka menemukan anak perempuan yang dibawa oleh Byung-Joon di dalam bagasi mobil. Perasaan Deuk-Cheon bercampur aduk begitu mengetahui anak perempuan tersebut bukanlah Soo-Yeon.

Sementara itu, rombongan jaksa Choi tiba di tempat penyekapan dan mendapati direktur Baek dan anak buahnya dalam kondisi terikat. Begitu mengetahui Deuk-Cheon dan Sung-Joon pergi untuk mengejar Byung-Joon, ia langsung memerintahkan anak buahnya untuk melacak keberadaan mobil Byung-Joon Tak lama kemudian, beberapa orang, termasuk Ddal-Soo, tiba di TKP. Sayangnya, ia tidak menemukan putrinya di sana.

Saat Deuk-Cheon sedang berusaha membangunkan anak perempuan yang ia temukan di bagasi mobil Byung-Joon, Sung-Joon yang melihat bercak darah di jalan menjadi penasaran dan mengikutinya. Di tempat lain, Byung-Joon yang sudah dalam kondisi terikat, berhadapan dengan sosok Sung-Hoon yang menanyakan kepadanya tentang sebuah daftar. Byung-Joon mengaku tidak tahu menahu tentang daftar tersebut. Sung-Hoon kembali menanyakan apakah Byung-Joon membunuh ‘orang itu’ dan Byung-Joon menjawab bahwa ia hanya melakukan apa yang diperintahkan oleh Choi Joo-Shik. Sambil menangis Byung-Joon memohon agar Sung-Hoon tidak membunuhnya karena ia sudah memberitahu kepadanya dimana Joo-Shik berada.

Beberapa waktu kemudian, Sung-Joon tiba di tempat Byung-Joon berada. Lehernya terikat kuat oleh kabel sehingga ia mulai susah untuk bernafas. Sung-Joon berusaha untuk melepaskan kabel tersebut, namun tidak berhasil. Di saat itulah Sung-Hoon kemudian muncul dari belakang Byung-Joon dan menyatakan bahwa Byung-Joon pantas untuk mati sembari menarik kabel di lehernya hingga makin melilit kencang.

Sung-Joon yang melihatnya segera menyerang Sung-Hoon, namun dengan mudah Sung-Hoon mengalahkannya. Melihat Byung-Joon sudah dalam keadaan tidak bernyawa, Sung-Joon mempertanyakan mengapa Sung-Hoon membunuhnya. Ia terkejut saat mendengar jawaban Sung-Hoon, bahwa Sung-Joon-lah yang sebenarnya telah membunuh Byung-Joon.

Sementara itu, setelah berhasil membuat si anak perempuan tersadar, Deuk-Cheon baru menyadari Sung-Joon sudah tidak ada di sana. Melihat bercak darah di jalan, ia pun mulai menyusurinya dan tiba di tempat Sung-Joon berada. Namun baru saja ia menodongkan pistolnya pada Sung-Hoon, dari belakang rekan Sung-Hoon sudah memukulnya dengan sebuah pipa hingga ia terjatuh tak sadarkan diri. Setelah mengikat Deuk-Cheon, Sung-Hoon mengatakan pada Sung-Joon bahwa ia sudah tahu siapa yang akan dibunuh berikutnya oleh Sung-Joon, yaitu Choi Joo-Sik. Sung-Joon heran karena ia sama sekali tidak mengenalnya, tapi Sung-Hoon merespon bahwa Sung-Joon pasti tahu siapa orang itu.

Kembali di tempat penyekapan anak-anak, Ddal-Soo menanyakan pada polisi dimana direktur Baek berada karena ia ingin mencari tahu tentang anaknya. Direktur Baek yang ada di dekatnya jadi heran kenapa Ddal-Soo mencarinya. Yang mengejutkan, orang yang mengaku sebagai direktur Baek dan menemui Ddal-Soo sebelumnya ternyata bukanlah direktur Baek sendiri, melainkan rekan Sung-Hoon.


Pertama, saya baru ngeh kalau rekan Sung-Hoon itu adalah orang yang ada di bandara dan membawa tas golf (yang sebelumnya diduga sebagai si penculik Soo-Yeon). Kedua, cerita jadi makin rumit, tapi elemen cerita yang saya rasa paling bikin penasaran adalah keterlibatan ‘keluarga’ Mi-Rae dalam kasus tersebut. Apalagi aksi Sung-Hoon sepertinya juga mengarah ke penelitian sel induk yang berkaitan dengan ibu Mi-Rae itu. Apa mungkin ada hubungan antara Sung-Hoon / Sung-Joon dengan Mi-Rae?

» Bersambung ke Episode 4

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply