Rekap Sinopsis Duel Episode 4 (11 Juni 2017)

Di sinopsis drama korea Duel episode sebelumnya, Jang Deuk-Cheon (Jung Jae-Young) dan Lee Sung-Joon (Yang Se-Jong) mendapat petunjuk tentang direktur Baek, orang yang dikatakan oleh seorang gelandangan telah menyuruhnya untuk memberikan tiket bus pada Sung-Joon di terminal bus Busan. Sayangnya, yang sesungguhnya menemui si gelandangan bukanlah direktur Baek, melainkan rekan Lee Sung-Hoon (Yang Se-Jong) yang mengaku sebagai orang tersebut. Pada akhirnya, Deuk-Cheon dan Sung-Joon berhasil membuat direktur Baek dan komplotan penjualan organ anak-anak miliknya terbongkar, sementara Jin Byung-Joon (Jo Jae-ryong), bos direktur Baek, yang sempat kabur, dibunuh oleh Sung-Hoon yang mencari keberadaan sebuah daftar. Apa yang akan terjadi selanjutnya di sinopsis Duel episode 4 berikut ini?

Sinopsis Episode 4

Jaksa Choi dan rombongannya tiba di tempat Jin Byung-Joon dibunuh, tapi mereka tidak menemukan Deuk-Cheon maupun Sung-Joon di sana. Ia jadi kesal karena keadaan jadi semakin rumit untuk Deuk-Cheon. Tak lama kemudian Na Song-Yi (Lee Yea-Eun) memberitahunya bahwa ada anak kecil yang ditemukan di luar bangunan dalam keadaan tertidur. Melihat itu bukanlah Jang Soo-Yeon (Lee Na-Yoon), jaksa Choi memerintahkan Koo Bon-Seok (Lee Sung-Wook) untuk mencari jejak komplotan Byung-Joon lainnya guna menangkap si pembunuh Byung-Joon.

Sementara itu, Deuk-Cheon yang sudah dalam perjalanan di tempat lain sempat kembali mempertanyakan siapa sebenarnya Sung-Joon setelah mendengar sendiri bagaimana Sung-Hoon sepertinya kenal dengan Sung-Joon. Sung-Joon meyakinkan Deuk-Cheon bahwa ia sendiri juga bingung dengan apa yang terjadi. Deuk-Cheon kemudian mengungkapkan kecurigaannya bahwa apa yang terjadi pada Soo-Yeon bukan hanya sekedar kasus penculikan biasa, melainkan ada sesuatu yang lebih besar di balik itu yang mungkin saja juga berkaitan dengan Sung-Joon.

Hari berganti. Song-Yi melaporkan pada jaksa Choi bahwa komplotan Byung-Joon bukanlah penculik Soo-Yeon. Mereka juga baru pertama kalinya melihat Deuk-Cheon dan Sung-Joon pada hari itu. Bon-Seok jadi heran kenapa mereka membunuh Byung-Joon jika memang baru mengenalnya.

Setibanya di ruangannya, jaksa Choi menemukan selembar kertas bertuliskan “Lee Sung-Joon” di lantai. Saat dibuka, isinya ternyata ‘pemberitahuan pembunuhan’ yang tersirat menandakan akan ada orang lain lagi yang akan dibunuh setelah Byung-Joon. Jaksa Choi merespon dengan memerintahkan anak buahnya untuk meneliti kertas tersebut dan mencari tahu siapa yang menaruhnya di sana, serta meminta Bon-Seok untuk mengirim surat ke Badan Kepolisian Nasional dan mengajukan pemindahtugasan Lee Hyung-Sik (Yoon Kyung-Ho) dan Na Soo-Ho (Choi Woong) ke kejaksaan agar mereka bisa lebih mudah mengawasi keduanya.

Kim Ik-Hong (Kim Ki-Doo) melakukan pengecekan terhadap dokumen hasil medis yang ditunjukkan oleh Ryu Mi-Rae (Seo Eun-Su) kepadanya dan mendapatkan temuan bahwa hasil penelitian terhadap sel induk tersebut tidak pernah muncul ke publik meski penelitian itu sendiri sudah dilakukan pada tahun 1993. Mi-Rae heran mendengarnya karena hasil penelitian tersebut bisa bermanfaat untuk mencegah penuaan sel yang terjadi pada hewan-hewan hasil kloning. Ia juga heran karena baru tahu ibunya seorang perawat setelah mendapatkan dokumen tersebut. Terlebih setelah selama ini ibunya melarangnya untuk menjadi dokter. Untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut, Mi-Rae berniat untuk menemui seorang pasien yang menjadi bagian dari penelitian tersebut, Choi Joo-Shik.

Sesuai rencana jaksa Choi, Hyung-Sik dan Soo-Ho kini bekerja di bawahnya. Dalam pertemuan perdana, jaksa Choi menunjukkan surat yang berlabel nama Lee Sung-Joon, yang memberi tanda bahwa kemungkinan ia akan melakukan pembunuhan lagi. Jaksa Choi menyatakan bahwa Deuk-Cheon bisa dianggap bersalah jika terus bersama Sung-Joon dalam kondisi seperti sekarang ini, sehingga Hyung-Sik dan Soo-Ho harus membantunya apabila ingin menyelamatkan Deuk-Cheon.

Di saat yang sama, Deuk-Cheon sedang berusaha menghubungi Hyung-Sik, namun karena sebelum pertemuan dengan jaksa Choi Hyung-Sik men-silent ponselnya, panggilannya tidak diangkat. Ketika masuk kembali ke dalam mobil, Deuk-Cheon mendapati Sung-Joon dalam kondisi kesakitan. Ia mengaku sulit untuk bernafas. Deuk-Cheon pun pergi ke sebuah apotek untuk membelikannya obat.

Sementara itu, Soo-Yeon yang disekap di rumah Sung-Hoon terbangun dan mencari ayahnya. Sung-Hoon yang melihat dan menemuinya meminta Soo-Yeon untuk kembali tidur saja sembari menunggu ayahnya datang. Ia lantas menyuntikkan obat tidur ke dalam tabung infus Soo-Yeon. Sesaat kemudian, jantung Sung-Hoon mendadak terasa sakit.

Kembali ke tempat Sung-Joon, seiring dengan rasa sakitnya yang mulai berkurang, ia mendapat kilasan memori tentang seekor anjing petarung. Saat Deuk-Cheon datang dengan membawa obat penghilang rasa sakit, Sung-Joon menceritakan bahwa Choi Joo-Shik mungkin saja ada hubungannya dengan anjing petarung. Setelah berpikir sejenak, Deuk-Cheon mengajak Sung-Joon untuk pergi menuju arena pertarungan anjing.

Di kantor jaksa Choi, Hyung-Sik akhirnya mengetahui ada panggilan tak terjawab dari Deuk-Cheon. Ia lantas berpamitan untuk pergi ke toilet. Jaksa Choi yang melihat Hyung-Sik meninggalkan ruangan, mengirimkan SMS pada Bon-Seok dan memintanya untuk mengikuti Hyung-Sik. Di toilet, Hyung-Sik menghubungi Deuk-Cheon dan memberitahunya apa yang terjadi, termasuk tentang adanya surat pemberitahuan pembunuhan. Deuk-Cheon memastikan bahwa bukan Sung-Joon yang melakukan pembunuhan tersebut dan kemungkinan besar target berikutnya adalah orang bernama Choi Joo-Shik yang berkaitan dengan pertarungan anjing. Hyung-Sik berjanji akan membantunya mencari informasi mengenai lokasi-lokasi pertarungan anjing ilegal. Tanpa disadari Hyung-Sik, Bon-Seok ada di bilik toilet di sebelahnya, dan mendengar semua pembicaraannya dengan Deuk-Cheon.

Sebelum kembali ke ruangan jaksa Choi, Hyung-Sik meng-SMS Soo-Ho dan memberitahunya hasil pembicaraan dengan Deuk-Cheon. Saat Hyung-Sik kembali, jaksa Choi meminta mereka semua berkumpul. Karena sudah diberitahu oleh Bon-Seok, jaksa Choi memerintahkan mereka untuk mencari keberadaan target berikutnya, Choi Joo-Shik, sembari menyindir Hyung-Sik dan Soo-Ho yang tidak berbagi informasi dengan yang lain.

Sambil menunggu informasi dari Hyung-Sik, Deuk-Cheon menanyakan pada Sung-Joon apakah benar Lee Sung-Joon adalah namanya. Sung-Joon tidak mengingatnya dan meminta agar Deuk-Cheon menganggap saja itu namanya, daripada ia tidak punya nama sekali. Ia juga berharap kalau itu memang benar-benar namanya, karena siapa tahu bisa membantunya mengembalikan ingatannya. Di saat itu ia tiba-tiba mendengar suara seseorang memanggil namanya.

Mi-Rae dan Ik-Hong mendatangi suatu tempat yang menyediakan jasa untuk mencari keberadaan orang hanya dengan menyebutkan nama dan tanggal lahirnya. Orang yang melayaninya meminta bayaran $1000 per orang. Mi-Rae sempat kebingungan karena tidak memiliki uang sebanyak itu, namun dengan tenang Ik-Hong membayarinya terlebih dahulu. Mi-Rae jadi yakin kalau Ik-Hong berasal dari keluarga kaya. Setelah mengecek data dari salah satu flashdisk, si penyedia jasa memberikan informasi bahwa ada dua orang dengan nama yang sama. Keduanya sudah meninggal. Satu di tahun 1975, dan satunya lagi di tahun 1992. Mi-Rae jadi makin bingung karena menurut catatan medis yang ia dapatkan, Choi Joo-Shik dirawat hingga bulan Agustus 1993.

Sementara itu, tim jaksa Choi juga menemukan informasi yang serupa. Joo-Shik yang meninggal di tahun 1992 sebelumnya sempat dijatuhi hukuman dua tahun penjara di Yeongdeungpo karena berjudi dalam pertarungan anjing. Ia meninggal di penjara beberapa bulan kemudian karena terkena serangan jantung. Jaksa Choi jadi bingung untuk apa si pembunuh berniat membunuh orang yang sudah mati.

Yang Man-choon (Shim Wan-joon) yang kesal karena Deuk-Cheon meninggalkannya saat membebaskan Sung-Joon dari bus tahanan berniat untuk membalas dendam atas kematian salah satu anak buahnya. Ia meminta agar foto Deuk-Cheon disebarluaskan ke seluruh anggota gangnya supaya ia bisa segera ditangkap.

Soo-Ho mendapat petunjuk tentang adik Choi Joo-Shik yang merupakan seorang penjual makanan anjing. Saat hendak menyelidiknya lebih lanjut, Bon-Seok datang bersama Song-Yi, berusaha untuk mengakrabkan diri dengan keduanya. Hyung-Sik dan Soo-Ho jadi risih sendiri dan pergi meninggalkan mereka.

Masih di tempat jasa pencarian orang, Mi-Rae dan Ik-Hong mendapat informasi yang sama tentang adik Choi Joo-Shik yang bernama lengkap Choi Joo-Ho. Setelah membayar uang pencarian orang kedua dengan diskon 20%, keduanya mendapat alamat tempat kerja dari Joo-Ho.

Tak lama, Hyung-Sik mengabarkan pada Deuk-Cheon mengenai Joo-Ho dan juga alamatnya. Sung-Joon sempat ragu dan khawatir mereka mengikuti petunjuk yang salah. Tapi Deuk-Cheon tidak mempedulikannya dan bergegas menuju alamat yang diperolehnya.

Mi-Rae dan Ik-Hong tiba di lebih dulu di tempat kerja Joo-Ho. Terdengar suara anjing dari dalam rumahnya. Joo-Ho sempat tidak mau menemuinya, tapi setelah mendengar Mi-Rae menyebutkan nama ibunya, Ryu Jung-Sook, yang mungkin berkaitan dengan Joo-Shik, Joo-Ho akhirnya mau menemui Mi-Rae malam harinya. Tidak di sana, melainkan di sebuah tempat. Wajah Joo-Ho sendiri terlihat berubah dengan tambahan senyum licik saat nama ibu Mi-Rae disebut.

Sementara itu, jaksa Choi dan Bon-Seok meyakini bahwa target pembunuhan selanjutnya bukanlah Joo-Shik maupun Joo-Ho, melainkan orang lain yang berhubungan dengan Joo-Shik dan pertarungan anjing. Jaksa Choi meminta Bon-Seok untuk menyelidiki lebih dalam mengenai narapidana yang ada di penjara tempat Joo-Shik meninggal.

Tiba di tempat kerja Joo-Ho, dada Sung-Joon kembali terasa sakit. Deuk-Cheon memintanya untuk tetap tinggal di mobil sementara ia mengecek tempat kerja Joo-Ho. Karena Deuk-Cheon beralasan mendapat laporan mengenai bau busuk dari sisa produksi makanan anjing, Joo-Ho mau membukakan pintu untuknya. Setelah hanya berdua bersama Joo-Ho di kantornya, Deuk-Cheon langsung pada pokok permasalahan, menanyakan keberadaan Joo-Shik. Pada akhirnya ia tidak mendapat informasi baru tentang Joo-Shik, namun Deuk-Cheon terlihat sedikit curiga pada sosok Joo-Ho itu sendiri, terutama pada bekas luka di telinga kiri Joo-Ho.

Di rumahnya, Sung-Hoon dan rekannya hendak bertaruh sejuta dolar dalam pertarungan anjing. Meski belum jelas rencana mereka, rekan Sung-Hoon menyebutkan bahwa hal itu akan membawa Sung-Hoon untuk mendapatkan daftar yang ia cari-cari selama ini.

Jaksa Choi dan Bon-Seok menginterogasi narapidana bernama Min Hong-Ki yang sudah tiga kali tertangkap karena kasus pertarungan anjing. Setelah diancam hukumannya akan ditambah, Hong-Ki akhirnya memberitahu lokasi-lokasi arena pertarungan anjing pada jaksa Choi. Di antaranya adalah Hwaseong. Ia juga menambahkan bahwa orang bernama Choi Joo-Ho sering bertaruh dalam jumlah besar di ajang pertarungan anjing.

Deuk-Cheon menceritakan kecurigaannya terhadap sosok Joo-Ho yang punya bekas luka di telinganya pada Sung-Joon. Mendengar hal itu, Sung-Joon tiba-tiba teringat bahwa Joo-Shik memiliki luka robek di telinga kirinya. Tak lama ia kembali ke perusahaan tempat Joo-Ho bekerja dengan alasan ponselnya ketinggalan. Sayangnya, Joo-Ho sudah pergi lebih dulu meninggalkan tempat tersebut. Anak buahnya yang ada di sana kemudian memberitahu bahwa Joo-Ho pergi ke area pertarungan anjing di Hwaseong. Dalam perjalanan menuju ke sana, Deuk-Cheon menghubungi Hyung-Sik dan menginformasikan hal tersebut kepadanya. Termasuk bahwa Joo-Ho sebenarnya adalah Joo-Shik.

Saat hendak menuju ke sana, Hyung-Sik dan Soo-Ho tidak sengaja berpapasan dengan jaksa Choi, Bon-Seok, dan Song-Yi. Mereka jadi terbengong-bengong saat jaksa Choi meminta mereka untuk bersiap karena ia dan yang lainnya akan menggerebek area pertarungan anjing di Hwaseong. Hyung-Sik hendak diam-diam mengirim SMS pada Deuk-Cheon untuk memberitahunya, namun jaksa Choi sudah terlebih dahulu meminta semuanya untuk mengumpulkan ponsel mereka untuk menghindari bocornya operasi penggerebekan tersebut.

Rekan Sung-Hoon menemui atasannya dan mengungkapkan ketidakpercayaan terhadap Sung-Hoon karena sepertinya ia doyan untuk membunuh orang. Si atasan meminta rekan Sung-Hoon membiarkan saja Sung-Hoon bertindak sesuai keinginannya, asalkan mereka nanti bisa mendapatkan daftar yang dicari.

Dalam perjalanan menuju Hwaseong, Sung-Joon mengatakan pada Deuk-Cheon bahwa mungkin namanya memang benar Sung-Joon karena ia ingat dipanggil dengan nama itu. Ia juga mengungkapkan kegundahannya karena tidak yakin mereka melakukan pilihan yang benar dengan mengikuti jejak Joo-Shik, persis seperti yang dikatakan oleh Sung-Hoon.

Setibanya di area pertarungan anjing, salah seorang anggota gang Man-choon ternyata mengenali sosok Deuk-Cheon. Ia langsung memberitahu Man-choon tentang keberadaan Deuk-Cheon di sana. Tanpa membuang waktu, Man-choon dan anak buahnya bergegas menuju Hwaseong. Sedangkan jaksa Choi, yang masih dalam perjalanan, meminta anak buahnya untuk nantinya fokus pada penangkapan Deuk-CHeon dan Sung-Joon. Kalau perlu dengan kekerasan.

Sementara itu, Mi-Rae dan Ik-Hong juga sudah tiba di area pertarungan anjing. Oleh bodyguard Joo-Shik, hanya Mi-Rae yang diperbolehkan untuk masuk dan menemui Joo-Shik di kantornya. Begitu Mi-Rae berada di sana, Joo-Shik membuka wig yang menjadi kedoknya selama ini dan menunjukkan bekas luka di telinganya, yang ia sebut disebabkan oleh ibu Mi-Rae yang menjadi perawatnya pada saat itu. Belum hilang keterkejutan Mi-Rae, Joo-Shik mengambil cutter yang ada di mejanya dan mulai melangkah perlahan menghampiri Mi-Rae.

Saat Joo-Shik hendak mengiris telinga Mi-Rae, tiba-tiba perhatiannya tertuju pada sosok Sung-Joon yang terlihat di layar monitor CCTV. Ia langsung mengurungkan niatnya untuk membalas dendam pada Mi-Rae dan memerintahkan anak buahnya untuk membawa Sung-Joon ke ruangannya. Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk melakukan hal tersebut.

Di hadapan Joo-Shik, Sung-Joon bertanya apakah Joo-Shik mengenalnya. Secara mengejutkan, Joo-Shik mengaku tidak hanya mengenal Sung-Joon, melainkan juga mengatakan bahwa ia sudah pernah membunuh Sung-Joon. Sementara itu, Mi-Rae yang dikunci di ruangan lain, berusaha untuk menghubungi Ik-Hong yang menunggunya di luar. Namun gagal karena ponsel Ik-Hong tidak sengaja terjatuh sebelum ia sempat mengangkat telpon dari Mi-Rae.

Dari lubang di pintu, Mi-Rae melihat Joo-Shik sedang mencekik Sung-Joon, hendak membunuhnya. Ia terkejut mendapati sosok Sung-Joon yang mirip dengan orang di foto lama yang ada dalam paket dokumen milik ibunya. Sung-Joon sendiri pada saat itu teringat kembali sebuah peristiwa di masa lalunya, dimana pada saat itu Joo-Shik membedah tubuhnya di meja operasi sambil tertawa-tawa.


Ini mungkin bisa dibilang recap rasa full sinopsis. Alur cerita sebenarnya tidak terlalu padat, namun disajikan dalam sudut pandang 3 pihak yang berbeda: (a) Deuk-Cheon dan Sung-Joon; (b) jaksa Choi dkk; serta Mi-Rae dan Ik-Hong. Alhasil, durasi jadi terasa panjang dan agak bertele-tele. Kalau episode selanjutnya masih tetap seperti ini, mungkin sinopsisnya gak akan saya lanjutkan lagi. Gak cukup waktu untuk nulisnya…

» Bersambung ke Episode 5

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply