Rekap Sinopsis Circle Episode 6 Part 2 (6 Juni 2017)

Di sinopsis Circle episode sebelumnya, akhirnya terbuka sosok Bluebird sebenarnya. Ia adalah Han Jung-yeon (Gong Seung-yeon). Namun tidak hanya Kim Joon-Hyuk (Kim Kang-woo) saja yang kini mengetahui rahasianya, melainkan juga Lee Hyun-Seok (Min Sung-wook) — yang ternyata adalah senior Lee (Shin Joo-hwan) di Universitas Handam — dan Lee Ho-Soo (Lee Gi-kwang). Ho-Soo sempat meminta Jung-yeon untuk memblokir ingatannya kembali, namun Jung-yeon menolak. Sementara itu, agar bisa tetap berada di Smart District, Joon-Hyuk meminta bantuan pada walikota Yoon Hak-Jo (Nam Myung-ryul). Tidak hanya menyetujui untuk memberi bantuan, walikota Yoon juga berinisiatif untuk memeriksa Human B dengan minta bantuan pada Park Dong-Gun (Han Sang-jin), yang kini menjabat sebagai menteri. Apa yang akan terjadi selanjutnya di sinopsis Circle: Two Worlds Connected episode 6 part 2 berikut ini?

Dok. gambar dan video © tvN of Korea Selatan

Sinopsis Episode 6 Part 2

Judul: Brave New World

Tahun 2037. Sebulan sebelumnya, Jung-yeon menyusup masuk ke ruang ketua Human B dan diam-diam memasang sebuah alat peretas di sebuah komputer yang ada di salah satu ruangan. Saat hendak keluar, ia sempat tertegun melihat sesuatu yang ada di dinding ruangan tersebut.

Beberapa waktu kemudian, dari komputernya, Jung-yeon meretas komputer ketua Human B. Ia terkejut mendapati foto Kim Woo-Jin sedang berpose di depan sebuah lukisan. Foto itulah yang kemudian dikirimkan oleh Jung-yeon pada Joon-Hyuk.

Setelah memberitahu bahwa Woo-Jin ada di Smart District, Jung-yeon melangkah menghampiri Joon-Hyuk.

“Di sini dimana maksudmu? Kau dapat ini darimana?” tanya Joon-Hyuk dengan tangan gemetar.

“Sebulan lalu aku menemukannya di komputer Human B,” jawab Jung-yeon.

“Apa ketua menyekap Woo-Jin?”

“Aku belum tahu soal itu.”

“Ketua? Siapa dia? Apa kau tahu?” tanya Joon-Hyuk dengan nada tinggi.

“Ketua… aku belum tahu siapa dia,” jawab Jung-yeon yang terlihat sedikit ragu. “Akan ku cari tahu lebih lanjut lagi.”

Ponsel Jung-yeon tiba-tiba berbunyi. Dari layar ponselnya, ia melihat tampilan ingatan Ho-Soo yang sedang dalam perjalanan menuju ruang penyelidikan tempat mereka berada.

Ho-Soo tiba di ruang penyelidikan, disusul oleh sekretaris Shin (Yoo-young). Tidak ada seorang pun di sana.

“Dia rupanya mengawasi kita,” simpul Ho-Soo.

Ia lantas mengecek komputer di ruang tersebut dan mendapati bukti bahwa Bluebird alias Jung-yeon memang selama ini telah mengawasinya dengan menggunakan ingatannya.

“Kau tak berhak menghakimi Human B,” ujar Ho-Soo geram. “Karena ini sama jahatnya dengan main-main akan ingatan orang. Kau tahu itu?”

Kepala Ho-Soo tiba-tiba terasa sakit. Ingatannya tentang kekasihnya, Soo-Bin, kembali hadir. Kali ini saat ia melihat dengan mata kepalanya sendiri tubuh Soo-Bin yang tergantung sudah dalam keadaan tidak bernyawa karena melakukan bunuh diri. Ia pun menangis meratapi hal itu.

Sekretaris Shin melaporkan pada Hyun-Seok tentang Bluebird yang mengawasi Ho-Soo.

“Berarti Kim Joon-Hyuk tahu kalau Lee Ho-Soo memihak kita,” respon Hyun-Seok.

“Kalau seperti ini, bukanlah Le Ho-Soo akan menjadi kelemahan kita?” tanya sekretaris Shin.

Orang yang dibicarakan tiba-tiba masuk ke dalam ruangan.

“Ingatanku… tolong halangi lagi,” pinta Ho-Soo pada Hyun-Seok. “Anda pasti punya cara lain menangkap Bluebird selain menyuruhku. Tolong halangi ingatanku. Inilah hakku sebagai warga Smart District.”

“Lee Ho-Soo, aku akan jujur kepadamu,” balas Hyun-Seok. “Ingatanmu tak bisa diblokir langsung begitu saja.”

“Tak bisa?” tanya Ho-Soo kaget.

“Kami belum bisa mengunci sandi yang digunakan Bluebird untuk melepaskan ingatanmu. Kami butuh lebih banyak waktu,” jawab Hyun-Seok.

“Jadi, sampai kapan aku harus hidup seperti ini?”

“Saat ini solusi tercepat adalah Bluebird. Kita harus menangkapnya.”

“Tolong putuskan koneksi chip perlindunganku. Hanya itu cara untuk mencegah Bluebird mengakses ingatanku,” saran Ho-Soo. “Aku akan menemukan dia.”

“Maka koneksimu akan terputus dari kami juga. Dan kami tidak bisa lagi melindungimu,” respon Hyun-seok. “Kau bisa dalam bahaya.”

“Lagipula, hal paling berbahaya sudah terlanjur terjadi,” balas Ho-Soo seraya pergi meninggalkan Hyun-seok dan sekretaris Shin.

“Apa tak masalah kita membiarkan dia sendirian?” tanya sekretaris Shin sepeninggal Ho-Soo. “Lee Ho-Soo saja dulu pernah menjalani perawatan kejiwaan karena ingatan masa lalunya.”

“Itu artinya dia sangat putus asa. Le Ho-Soo lah orang yang bisa mendekati Kim Joon-Hyuk. Namun tetap saja, Kim Joon-Hyuk dan Bluebird sedang beraksi bersama,” jawab Hyun-seok.

“Kenapa kau? Kenapa bukannya Woo-Jin tapi malah kau?” tanya Joon-Hyuk pada Jung-yeon.

“Bagaimana ingatanmu? Terakhir kali aku melihatmu kau tidak ingat apa-apa. Kau sudah bisa mengingat lagi?” tanya Jung-yeon balik.

“Tidak,” jawab Joon-Hyuk. “Aku sudah menonton rekaman ingatannya Woo-Jin. Melalui ingatan Woo-Jin, aku tahu tentang dirimu dan diriku sendiri. Sepertinya Woo-Jin mempercayaimu, dan kalian berdua bersama-sama melewati semua ini. Ku perhatikan juga dia selalu menghargaimu. Jadi kau, kenapa kau sendirian sekarang?”

Mata Jung-yeon berkaca-kaca mendengar jawaban Joon-Hyuk. Tak terasa air matanya menetes.

Hong Jin-Hong (Seo Hyun-chul) sedang bersama detektif Oh (Kwon Hyuk-soo) di jalan saat komisaris polisi menelponnya dan memberitahu bahwa menteri Park baru saja memeriksa latar belakang Joon-Hyuk. Ia khawatir Joon-Hyuk sudah membuat ulah yang mencoreng nama kepolisian. Jin-Hong lantas menceritakan hal tersebut pada Joon-Hyuk.

“Walikota Yoon meminta bantuan menteri Park. Kau ingat dia, kan? Profesor Park,” ujar Joon-Hyuk pada Jung-yeon.

“Park Dong-Gun? Kenapa dia mau membantu?” tanya Jung-yeon heran. “Aku tidak bisa mempercayai orang itu.”

“Apa maksudmu?”

“Sebelum Woo-Jin menghilang, dia berbicara dengan seseorang lewat telepon. Orang yang bicara dengannya itu… Park Dong-Gun.”

Joon-Hyuk kaget mendengarnya.

“Aku juga baru tahu belum lama ini,” lanjut Jung-yeon, “Park Dong-Gun mungkin ada kaitannya dengan menghilangnya Woo-Jin.”

Sekilas Joon-Hyuk teringat rekam ingatan Woo-Jin yang sempat ia tonton, dimana Dong-Gun terlihat kaget saat mengetahui Woo-Jin adalah anak dari Kim Kyu-Chul.

“Park Dong-Gun juga membantu kita pada saat itu. Tapi buat apa dia begitu?” tanya Joon-Hyuk.

“Aku tak tahu,” jawab Jung-yeon sambil menggeleng. “Tapi yang ku tahu itulah yang sebenarnya.”

“Aku harus bertemu dengan Park Dong-Gun. Jika Woo-Jin bicara lewat telpon dengan Park Dong-Gun sebelum menghilang, aku harus menemuinya. Begitulah cara kita bisa tahu keberadaan Woo-Jin.”

Setelah memberitahu Jin-Hong bahwa menteri Park adalah orang terakhir yang dihubungi oleh Woo-Jin sebelum menghilang, Joon-Hyuk mendatangi walikota Yoon dan memintanya untuk mempertemukan dirinya dengan menteri Park. Walikota Yoon menolak karena mereka harus tetap merahasiakan aksi menteri Park dalam membantu mereka menyelidiki Human B.

“Kalau begitu, tolong sampaikan pesan ini kepadanya,” pinta Joon-Hyuk. “Aku ingin membicarakan tentang profesor Kim Kyu-Chul.”

“Apa maksudmu?” tanya walikota Yoon.

Joon-Hyuk tidak menjawabnya.

“Sekarang aku takkan bertanya padamu,” lanjut walikota Yoon. “Tapi kalau ada masalah timbul karena ini, situasi akan berubah.”

“Tidak akan ada masalah terjadi,” jamin Joon-Hyuk.

“Apa menurutmu tak masalah Lee Ho-Soo berada di dekatmu?” tanya walikota Yoon.

“Akan ku urus itu,” jawab Joon-Hyuk sembari berpamitan dan pergi meninggalkan walikota Yoon.

Ho-Soo masuk ke dalam ruang penyelidikan saat Joon-Hyuk sedang keluar ruangan dan diam-diam memasukkan alat pelacak ke dalam saku jas Joon-Hyuk. Saat Joon-Hyuk kembali, tak lama kemudian sebuah pesan masuk ke ponselnya. Menteri Park memintanya untuk menemuinya di General District, tepatnya di Pusat Perbelanjaan Gangnam, sejam kemudian. Bergegas Joon-Hyuk menuju ke tempat yang dimaksud.

Di tempat tersebut, seorang gelandangan tiba-tiba datang menghampiri Joon-Hyuk dan menyerahkan secarik kertas kepadanya. Dalam kertas tersebut tertulis pesan yang memberitahu Joon-Hyuk bahwa orang-orang Human B sudah ada di TKP, sehingga ia akan mengabari Joon-Hyuk lagi di lain waktu.

Dan memang benar, tak jauh dari sana, Ho-Soo, sekretaris Shin, dan petugas Human B sedang mengawasi Joon-Hyuk. Setelah Joon-Hyuk berlalu, Ho-Soo mencegat si gelandangan dan menanyakan dimana orang yang memberinya catatan untuk Joon-Hyuk.

“Aku tidak tahu. Dia hanya memberiku catatan kecil ini lalu pergi,” jawab si gelandangan terbata-bata.

“Orang itu, wanita bukan?” tanya sekretaris Shin.

“Pria yang memberiku catatan ini,” jawab gelandangan tersebut.

Penasaran dengan sosok pria yang dimaksud, Ho-Soo memerintahkan Human B untuk memasukkan chip ke dalam kepala si gelandangan agar mereka bisa memeriksa rekam ingatannya. Meski sempat ragu, namun karena ingin menangkap Bluebird, sekretaris Shin kemudian menawarkan sejumlah uang pada si gelandangan sebagai ganti rugi. Gelandangan tersebut menyetujuinya.

Setelah dilakukan operasi untuk memasukkan chip ke dalam kepala si gelandangan, rekam ingatannya menunjukkan bahwa yang memberikan kertas tersebut adalah menteri Park. Sekretaris Shin dan Ho-Soo kaget melihatnya.

“Dia menteri Park Dong-Gun,” lapor sekretaris Shin pada Hyun-Seok. “Bluebird tidak bisa menggunakan bukti ingatan yang diblokir karena dia dalam pelarian. Tapi tidak demikian terhadap Kim Joon-Hyuk. Jika menteri Park memihak dia, kita tidak bisa menghentikannya.”

“Dia rupanya membuat masalah ini jadi tambah besar,” respon Hyun-Seok.

“Apa Anda akan membiarkan ini terjadi?” tanya Ho-Soo.

“Kau sungguh bersedia melakukan apapun?” Hyun-Seok balik bertanya pada Ho-Soo.

Ho-Soo mendatangi Joon-Hyuk di ruang penyelidikan dan tanpa basa-basi menodongkan semacam senjata bius ke arah Joon-Hyuk.

“Apa cuma itu cara yang paling bagus?” tanya Joon-Hyuk tenang.

Ho-Soo tetap berdiri di tempatnya dan tidak berkata apa-apa.

“Apa kau akan menembakku biar kau bisa memasukkan chip dan menghapus ingatanku?” tanya Joon-Hyuk lagi.

“Ini peringatan terakhirku. Cukup sampai di sini,” respon Ho-Soo.

“Ho-Soo, kau tahu betul betapa sengsaranya aku karena ingatanku.”

“Memangnya aku tak sengsara juga? Ingatanku itu membuatku sengsara. Aku tak punya solusi lain selain ini. Jadi tolong hentikan ini dan pergilah dari sini.”

“Ho-Soo,” ucap Joon-Hyuk sembari beranjak dari kursinya dan melangkah perlahan menghampiri Ho-Soo. “Aku tidak tahu apa-apa lagi, tapi aku tahu pribadi orang. Dan kau tidak bisa menembakku. Sesengsara apapun kau, kau tidak akan bisa.”

“Kau telah salah menilai diriku,” balas Ho-Soo.

“Jangan begini, Ho-Soo, aku tidak mau ingatanku hilang lagi.”

Ho-Soo berusaha untuk menekan pelatuk pistol biusnya, namun ia tidak bisa melakukannya, sesuai perkiraan Joon-hyuk. Namun yang tidak disangka oleh Joon-Hyuk adalah kemunculan sekretaris Shin dan dua orang anak buahnya, yang salah satunya kemudian melepaskan tembakan bius dari belakang Ho-Soo hingga Joon-Hyuk pun terjatuh tak sadarkan diri.

Mereka lalu membawa Joon-Hyuk ke suatu tempat. Saat melewati area parkir, seseorang diam-diam merekam aksi mereka dan mengirimkan video rekamannya ke detektif Oh. Begitu menerimanya, detektif Oh memberitahu Jin-Hong yang kebetulan berada di sebelahnya. Mereka pun bergegas menuju tempat Joon-hyuk berada.

Beberapa saat kemudian, Hyun-seok tiba di ruang operasi, menemui sekretaris Shin yang sudah lebih dulu berada di sana. Setelah melihat Joon-Hyuk yang terbaring di meja operasi, tanpa basa-basi Hyun-seok meminta dokter untuk mulai bekerja.

Di saat operasi hampir dimulai, Jin-Hong dan anak buahnya tiba di TKP.

“Kami dari kepolisian! Hentikan aktivitas kalian!” bentak Jin-Hong.

“Siapa yang mengizinkan kalian ke sini?” tanya Hyun-seok tenang. “Kau bawa surat perintah?”

“Kami tak perlu membawanya,” jawab Jin-Hong.

“Memasuki Smart District seperti ini merupakan tindak ilegal,” balas Hyun-seok.

Ia pun lantas meminta anak buahnya untuk mengusir Jin-Hong dan rekan-rekannya keluar.

“Ya, ini ilegal,” tiba-tiba seseorang berkata demikian dari luar ruangan.

Beberapa orang petugas masuk menerobos ke dalam, diikuti oleh menteri Park. Hyun-seok kaget melihatnya.

“Menurut UU Smart District Pasal 1, menyatakan bahwa chip perlindungan hanya bisa dimasukkan dengan persetujuan. Bukankah begitu?” tanya menteri Park.

Hyun-seok tidak menjawabnya.

“Tapi apa imi?” lanjut menteri Park. “Padahal kau mengiklankan Smart District sebagai kota bebas kejahatan. Tapi apa ini?”

Perlahan menteri Park melangkah mendekati Hyun-Seok dan meletakkan tangannya di pundak Hyun-seok.

“Hyun-Seok, orang memang tidak pernah berubah, kan? Bisa-bisanya kau masih berperilaku sama persis seperti saat masih sebagai muridku?” ujarnya.

Menteri Park kemudian meminta pihak kepolisian untuk mengurus mereka alias menangkap Hyun-seok, sekretaris Shin, dan anggota Human B lainnya yang ada di sana.

Joon-Hyuk terbangun di apartemen Dong-Soo. Ada Park Min-Young (Kim Min-kyung) yang menungguinya. Ia menceritakan pada Joon-Hyuk apa yang terjadi, sekaligus menyampaikan pesan dari menteri Park agar Joon-hyuk segera menghubunginya apabila ia sudah sadar.

Kembali ke ruang penyelidikan di Smart District, Joon-Hyuk akhirnya bertemu dengan menteri Park.

“Kau ingin membicarakan tentang profesor Kim Kyu-Chul?” tanya menteri Park.

Keduanya saling bertatapan. Setelah terdiam sejenak, menteri Park bertanya, “Kau kakaknya Kim Woo-Jin?”

“Ya, benar,” jawab Joon-Hyuk sambil mengangguk, “Aku Kim Beom-Gyoon.”

“Kaukah itu, Beom-Gyoon? Bagaimana keadaanmu selama ini?” tanya menteri Park sembari memegangi lengan Joon-Hyuk dengan wajah senang. “Ku kira kau hilang seperti Woo-Jin.”

“Pak menteri juga tidak tahu dimana dia?” tanya Joon-Hyuk. “Padahal dengar-dengar Andalah orang terakhir yang bicara dengannya.”

“Ya, benar. Akulah orang terakhir yang berbicara dengannya. Tapi aku bukan orang terakhir yang melihatnya.”

“Jadi siapa?” tanya Joon-Hyuk penasaran.

“Profesor Han Yong-Woo,” jawab menteri Park. “Aku mencoba membantu Woo-Jin. Aku menghubunginya karena khawatir dia akan menemui profesor Han. Saat aku mencarinya, Woo-Jin sudah menghilang.”

“Bagaimana dengan Han Yong-Woo? Apa Han Yong-Woo mengajak Woo-Jin buat membentuk Human B? Apa benar begitu? Han Yong-Woo itu Ketua Human B, bukan? Sistem Human B tidak dapat diciptakan tanpa orang itu. Sistem Perlindungan Stabil Human B itu proyek penelitiannya Han Yong-Woo.”

“Memang benar. Ada kaitannya antara tim peneliti dan Human B. Itulah sebabnya aku melacak semua anggota tim penelitinya. Tapi aku tidak bisa menemukan lokasi dua orang dari tim peneliti itu. Profesor Han dan Kim Woo-Jin.”

“Apa maksudnya itu?”

“Pada tahun 2022, ada sesi informasi investasi yang tidak menarik banyak perhatian media. Sesi informasi investasi Smart District. Tapi aku melihat seorang pria berusia 20-an pada saat sesi informasi itu. Seorang pria berusia 20-an. Menurutku Ketua Human B mungkin saja si Woo-Jin.”

“Mustahil,” bantah Joon-hyuk tidak percaya.

“Mungkin Woo-Jin tidak dimanfaatkan oleh siapapun,” jelas menteri Park, “tapi dia menghilang atas kemauannya sendiri dan membentuk Human B.”

“Mustahil, Woo-Jin tidak akan seperti itu,” bentah Joon-Hyuk yang masih tidak bisa menerima ‘teori’ tersebut.

“Mungkin saja,” timpal Jung-yeon yang mendengarkan percakapan mereka melalui webcam.

Sosok Jung-yeon kemudian muncul di layar komputer di dekat mereka. Menteri Park yang mengenalinya kaget melihatnya.

“Apa maksudmu? Apa maksudmu mungkin?” tanya Joon-Hyuk pada Jung-yeon.

Jung-yeon kembali menunjukkan foto Woo-Jin yang ada di depan sebuah lukisan.

“Foto ini dipotret di ruangan Ketua Human B,” jelas Jung-yeon.

“Aku juga takut,” tambah Jung-yeon setelah beberapa saat semuanya terdiam. “Aku takut kalau Woo-Jin bisa jadi si ketua.”


Dan benar, Kim Woo-Jin adalah ketua dari Human B. Park Dong-Gun sendiri terlihat pro pada Joon-Hyuk, tapi sepertinya kok hanya pura-pura ya. Masih sulit untuk dipercaya. Yang paling saya suka di episode 6 ini adalah perubahan karakter Ho-Soo. Suer, ia lebih cocok jadi karakter yang ‘agak’ jahat seperti sekarang ketimbang di awal-awal cerita yang kesannya malah nanggung.

» Bersambung ke episode 7 Part 1

Reply