Rekap Sinopsis Circle Episode 5 Part 2 (5 Juni 2017)

Di sinopsis Circle: Two Worlds Connected episode sebelumnya, di tahun 2037, Kim Joon-Hyuk (Kim Kang-Woo) ternyata adalah Beom-Gyoon (atau setidaknya memiliki memori sebagai Beom-Gyoon), sedang Bluebird terbukti justru berusaha untuk mengembalikan ingatan warga Smart District yang disembunyikan oleh Human B. Apa yang akan terjadi selanjutnya di sinopsis Circle episode 5 berikut ini?

Dok. gambar dan video © tvN of Korea Selatan

Sinopsis Episode 5 Part 2

Judul: Brave New World

Setelah mengetahui bahwa Joon-Hyuk adalah Beom-Gyoon, Bluebird mengirimkan pesan pada Joon-Hyuk untuk menemuinya di Gyeonggi Land pada jam 8. Sementara Joon-Hyuk bergegas menuju lokasi yang diminta, Lee Ho-Soo (Lee Gi-Kwang) yang mencuri dengar kata-kata Joon-Hyuk saat berada di kamar motel memberitahukan hal tersebut pada Lee Hyuk-Seok (Min Sung-Wook). Setelah meminta Ho-Soo untuk terus mengawasi Joon-Hyuk, Hyun-Seok bersiap untuk menuju General District bersama dengan sekretaris Shin (Yoo Young) dan anak buahnya.

Di Gyeonggi Land, Joon-Hyuk akhirnya berhadapan dengan Bluebird. Perlahan Bluebird membuka topinya dan ternyata ia adalah Han Jung-Yeon (Kong Seung-Yeon). Joon-Hyuk yang sudah pernah melihat rekam ingatan Woo-Jin langsung menyadari siapa Jung-Yeon.

“Woo-Jin… Woo-Jin dimana?” tanya Joon-Hyuk.

Belum sempat Jung-yeon menjawabnya, sekretaris Shin dan beberapa orang anak buahnya terlihat bergerak menghampiri mereka. Mau tidak mau mereka terpaksa berpisah kembali untuk menyelamatkan diri masing-masing. Pada akhirnya Jung-yeon berhasil lolos setelah meretas sistem listrik di wilayah tersebut dan mematikan listrik di Geonggi Land. Pun begitu, aksinya itu sempat dilihat oleh Ho-Soo dan Hyun-Seok dari kejauhan. Hyun-Seok juga langsung mengenali sosok Jung-yeon.

Keluar dari Geonggi Land, sebuah mobil menghampiri Jung-yeon. Pengemudinya adalah Ho-Soo. Setelah memperkenalkan dirinya sebagai petugas keamanan Smart District, ia meminta Jung-yeon untuk masuk ke dalam mobilnya apabila ia ingin selamat dari kejaran Human B. Jung-yeon menurutinya.

Ho-Soo membawa Jung-yeon ke suatu tempat.

“Jika aku menekan tombol ini, Human B akan berada di sini dalam tiga menit,” ujarnya sembari menunjukkan ponselnya.

“Apa maumu?” tanya Jung-yeon.

“Aku ingin kau memblokir ingatanku lagi,” pinta Ho-Soo. “Aku tahu kau itu si Bluebird, si peretas yang membuka kunci ingatan kami. Aku tidak ingin ingatanku muncul.”

“Tapi kau juga tidak pernah menginginkan ingatan itu terhapus,” balas Jung-yeon.

“Ya, benar. Tapi sekarang aku menginginkannya.”

“Minta saja ke Human B. Jika itu pilihanmu, terserah kau saja.”

“Bagaimana dengan yang lain?”

“Orang-orang itu adalah korban yang tidak punya pilihan. Aku hanya memberi mereka kesempatan untuk menentukan pilihan.”

“Kau pikir kau siapa? Apa hakmu bisa begitu?” sergah Ho-Soo.

“Karena ini semua terjadi karena aku,” jawab Jung-yeon.

“Itu… apa artinya?”

“Aku harus terpaksa melakukannya.”

“Aku tidak akan membiarkanmu begitu saja.”

Ho-Soo lantas menekan tombol emergency yang ada di layar ponselnya untuk memanggil orang-orang Human B. Dengan tenang Jung-yeon mengeluarkan pistol yang sudah ia siapkan sebelum berangkat menemui Joon-Hyuk dan mengarahkannya pada Ho-Soo.

“Apa hubunganmu dengan detektif Kim?” tanya Ho-Soo yang kaget melihatnya.

Tanpa menjawabnya, Jung-yeon melangkah pergi meninggalkan Ho-Soo. Ho-Soo sempat hendak mengejarnya, namun sakit di kepalanya mendadak muncul.

Sekretaris Shin melaporkan pada Hyun-Seok bahwa Jung-yeon benar adalah Bluebird. Ia pun menanyakan darimana Hyun-Seok bisa mengenali Jung-yeon. Tanpa disangka, Hyun-Seok adalah senior Lee, teman sekampus Woo-Jin dan Jung-yeon di Universitas Handam.

“Tapi wanita itu tampangnya masih 20 tahunan?” tanya sekretaris Shin heran.

Hyun-Seok hanya mengela nafas tanpa menjawabnya.

Di General District, Joon-Hyuk memberitahu Hong Jin-Hong (Seo Hyun-Chul) perihal Jung-yeon.

“Hei, jadi Bluebird itu si Hang Jung-yeon?” tanya Jin-Hong.

“Dia menyuruhku ke tempat-tempat Woo-Jin dan aku bertemu, jadi ku kira dia Woo-Jin,” ujar Joon-hyuk.

“Jadi kau sudah bertemu dengannya? Dia pasti tahu Woo-Jin ada dimana!”

“Makanya aku pergi menemuinya. Aku ingin menemuinya tapi Human B muncul.”

“Harusnya kau minta bantuan.”

“Aku waktu itu lagi tak fokus. Ku kira itu Woo-Jin.”

Jin-Hong jadi gemas sendiri mendengarnya. Sementara itu, di tempat Lee Dong-Soo (Oh Eui-Sik), Park Min-Young (Kim Min-kyung) sedang bersama dengan Park Min-Gyu. Min-Gyu minta agar Min-Young mau mengeluarkan chip yang ada di kepalanya karena ia ingin mengosongkan kepalanya dan menyerahkan diri saja ke polisi. Min-Young ragu-ragu menyanggupinya karena operasi tersebut bisa berakibat fatal terhadap ingatan Min-Gyu dan akan menimbulkan bekas luka. Ia lalu menunjukkan bekas luka di belakang telinganya pada Min-Gyu.

“Apa dokter mengeluarkan chipnya juga?” tanya Min-Gyu.

“Ya, 20 tahun silam,” jawab Min-Young. “Tapi bukan chip, melainkan serangga. Serangga biru.”

Joon-Hyuk dan Jin-Hong tiba di tempat Dong-Soo dan bertemu dengan Min-Young.

“Bagaimana tadi?” tanya Min-Young.

“Aku melihat anak itu,” jawab Joon-Hyuk.

“Anak itu? Woo-Jin?”

“Bukan, Han Jung-yeon. Han Jung-yeon rupanya Bluebird.”

“Bagaimana dengan Woo-Jin? Apa dia ada di sana? Dimana dia?” cecar Min-Young.

“Aku tidak sempat bicara dengannya. Bajingan-bajingan Human B itu muncul, jadi kami sepakat untuk bertemu lagi nanti.”

“Kita harus menemukannya. Dia pasti tahu Woo-Jin ada dimana. Terakhir kali aku melihat mereka, dia menyuruhku menjagamu. Mereka pun mungkin masih bersama-sama sekarang.”

“Apa menurutmu Jung-yeon akan segera menghubungimu?” timpal Jin-Hong. “Tapi jika Human B terlibat lagi, Human B sudah melihatmu bersamanya.”

“Apa menurutmu kau bisa kembali ke Smart District?” tambah Min-Young. “Bukankah itu berbahaya?”

“Ada seseorang yang bisa membantuku,” jawab Joon-Hyuk setelah berpikir sejenak.

Dan orang yang ia maksud ternyata adalah walikota Yoon Hak-Joo (Nam Myung-Ryul). Joon-Hyuk menemuinya dan memberitahu apa yang dilakukan oleh Human B.

“Maksudmu Human B menghalangi ingatan warga kita? Kau punya bukti?” tanya walikota Yoon.

“Aku bisa membuktikannya begitu aku bertemu Bluebird,” jawab Joon-Hyuk yakin.

“Detektif Kim, kau sudah mengacaukan segalanya. Human B tidak akan mengizinkan hal ini,” respon walikota Yoon.

“Karena itu saya datang menemui Anda, walikota Yoon.”

“Tapi kenapa aku harus membantumu, detektif Kim?”

“Karena Andalah walikota Smart District. Meski warganya tidak tahu itu.”

“Apa kau bilang?”

“Jadi maksudku… warga kalian ini anehnya mengira kalau Ketua Human B itu walikota mereka.”

Joon-Hyuk lantas perlahan menghampiri walikota Yoon.

‘Inilah saatnya Anda untuk menunjukkan diri,” lanjutnya. “Jangan biarkan Human B memerintah Anda dan lakukan apa yang Anda anggap benar.”

Walikota Yoon terdiam sejenak kemudian merespon dengan menunjukkan foto Ho-Soo sedang bersama dengan Hyun-Seok.

“Tidak boleh ada kesalahan,” ujar walikota Yoon. “Lakukanlah apa yang kau anggap benar.”

Joon-Hyuk mengangguk mengiyakan, lalu pergi meninggalkan walikota Yoon. Walikota Yoon sendiri kemudian menelpon Menteri Park dan meminta untuk bertemu dengannya.

Walikota Yoon datang ke sebuah restoran dan bertemu dengan Menteri Park yang sudah menunggunya. Menteri Park yang dimaksud ternyata adalah profesor Park Dong-Gun (Han Sang-Jin) yang dulu mengajar di Universitas Handam. Menteri Park sempat berusaha untuk mengalihkan pembicaraan, tapi walikota Yoon kembali pada topik permasalahan.

“Tahukah kau kenapa aku menunda pertemuan kita hari ini?” tanya Menteri Park. “Sistem Human B sangat dicari oleh banyak negara asing. Kau tahu berapa harganya? Bisnis ini bernilai lebih dari yang bisa kau bayangkan. Dan hidupku bergantung padanya, walikota Yoon.”

“Tapi jika kita hanya menutupi masalah… masalah tak bisa juga dipecahkan dengan uang,” balas walikota Yoon. “Dan kau juga akan kesulitan nantinya.”

“Apa maksudmu masalahnya itu karena Human B menghalangi ingatan orang?” tanya Menteri Park.

“Aku ingin melakukan investigasi untuk menemukan buktinya,” pinta walikota Yoon.

“Tapi ini tak masuk akal sekali…”

“Tolong bantu aku mengajukan surat perintah penggeledahan,” potong walikota Yoon.

“Ketua Human B tak bisa diremehkan. Aku belum pernah bertemu dengannya, tapi jika ada yang tidak beres, kau juga akan terkena dampaknya,” dalih menteri Park.

“Tapi inilah tugasku. Aku ini walikota Smart District.”

“Baiklah. Pastikan kau menemukan bukti dulu tanpa surat perintah,” ujar menteri Park. “Akan ku pertaruhkan hidupku di tanganmu kali ini.”

“Terima kasih, menteri Park,” balas walikota Yoon sambil memberi hormat.

“Tapi bagaimana kau bisa tahu ada masalah seperti itu?” tanya menteri Park.

“Ada seorang polisi sedang mengunjungi Smart District.”

“Polisi? Di Smart District?” tanya menteri Park heran.

“Sebenarnya… ada sebuah insiden,” ucap Walikota Yoon.

Hyun-Seok melaporkan pada Ketua Human B mengenai Jung-yeon dan Joon-hyuk. Ketua Human B kemudian meminta agar mereka membiarkan saja aksi Joon-hyuk karena bisa menjadi umpan yang bagus untuk menangkap Bluebird. Hyun-Seok kemudian menghubungi Ho-Soo via VR dan memberitahunya bahwa ia masih belum bisa memblokir ingatan Ho-Soo karena Ho-Soo masih harus membantunya lagi. Ia mengancam kondisi Ho-Soo akan makin memburuk apabila nanti seluruh ingatannya kembali hingga mau tidak mau Ho-Soo menuruti permintaannya.

Tak lama Ho-Soo mendatangi Joon-Hyuk yang sedang berada di ruang penyelidikan Smart District dan memberikannya segelas minuman. Setelah saling berbasa-basi, Ho-Soo mengajak Joon-Hyuk untuk makan. Namun tiba-tiba muncul pesan di ponselnya yang berasal dari Hyun-Seok. Ia meminta agar Ho-Soo segera datang ke ruangannya. Setelah berdalih ada urusan mendadak, Ho-Soo pergi meninggalkan Joon-Hyuk kembali.

Setibanya di ruangan Hyun-Seok, ternyata Hyun-Seok sama sekali tidak memanggilnya. Sadar ada yang tidak beres, Ho-Soo bergegas kembali ke ruang penyelidikan. Hyun-Seok memerintahkan sekretaris Shin untuk mengikutinya. Sementara itu, Bluebird tiba-tiba mengirimkan foto Woo-Jin pada Joon-Hyuk. Sesaat kemudian ia muncul di ruangan penyelidikan.

“Woo-Jin ada di sini,” ujar Jung-yeon. “Di sini, di Smart District.”


Kok gak kepikiran ya kalau Lee Hyun-Seok itu sunbae Lee di Universitas Handam? Tapi dengan munculnya juga Park Dong-Gun, rasanya jadi makin besar kemungkinannya kalau Ketua Human B itu Kim Woo-Jin. Fakta lain, serangga biru berarti semacam prototype dari chip Stable Care yang sekarang digunakan di Smart District. Dan karena Jung-yeon bilang itu semua karena dirinya, berarti robot serangga biru mungkin dikembangkan dari teknologi alien-nya yang bisa menahan / memprogram emosi. Gitu kali ya.

» Bersambung ke sinopsis episode 6 part 1

Tema artikel yang berhubungan: , , ,  sinopsis circle 9 curcol.

2 Comments - Add Comment

Reply