Sinopsis Solomon’s Perjury Episode 7 & Preview Episode 8 (7 Januari 2017)

Di sinopsis Solomon’s Perjury episode sebelumnya, Ko Seo-Yeon dkk berhasil mendapatkan bukti bahwa Kim Dong-Hyun benar tidak sedang bersama Choi Woo-Hyuk dan Lee Sung-Min di saat malam kejadian perkara. Mereka juga menemukan bukti bahwa surat dakwaan Lee Joo-Ri memang benar adanya. Sedangkan Woo-Hyuk sendiri memastikan pada Han Ji-Hoon bahwa di saat kejadian ia sedang tidur di rumah. Ia juga sempat melihat ada seseorang yang masuk ke kamarnya, meski ia tidak mengenalinya. Sementara itu, reporter Park meyakini bahwa Lee So-Woo adalah Jeong-Guk Watchman yang asli, dan kini, setelah kematiannya, ada orang yang ia percaya dan tidak diketahui sosoknya yang telah mengambil alih dan meneruskan mengelola akun tersebut. Apa yang kira-kira akan terjadi selanjutnya di sinopsis drama korea Solromonui Wijeung episode 7 kali ini?

Dok. gambar dan video © JTBC of Korea Selatan

Sinopsis Episode 7

Flashback 3 bulan sebelumnya. So-Woo sedang berada di kamar Ji-Hoon. Bosan karena Ji-Hoon sibuk belajar untuk ujian, So-Woo pergi ke ruang kerja ayah Ji-Hoon, Han Kyung-Moon, untuk melihat-lihat buku di sana. Saat ia mengambil salah satu buku yang ada di rak, sebuah kunci mendadak terjatuh dari dalam buku tersebut. Penasaran, ia membuka salah satu laci di meja kerja Kyung-Moon dengan kunci tersebut. Tanpa disangka, ia menemukan sebuah dokumen rahasia yang berisi daftar murid di SMA Jeong-Guk yang dilabel sebagai murid VIP dan mendapat perlakuan khusus.

Sesaat kemudian Kyung-Moon tiba di rumah. Melihat pintu ruang kerjanya terbuka, ia hendak mengecek ke dalam. So-Woo tiba-tiba keluar dari sana. Saat ditanya apakah ia habis membaca buku di dalam, So-Woo tidak menjawab. Setelah So-Woo menyusul Ji-Hoon ke ruang makan, Kyung-Moon mengecek meja kerjanya dan tidak menemukan ada hal yang aneh. Sementara itu, di ruang makan, So-Woo membuka ponselnya dan melihat kembali gambar dokumen rahasia Kyung-Moon yang ternyata sempat ia foto.

Saat ini. Sidang hari kedua dimulai. Setelah saling bertatapan dengan Seo-Yeon, Joo-Ri pergi meninggalkan ruang sidang tanpa berkata apa-apa. Seo-Yeon menyusulnya. Di hadapannya, Seo-Yeon menyatakan bahwa ia kini mempercayai Joo-Ri dan surat dakwaannya. Joo-Ri merespon dengan mengatakan bahwa ia datang ke sekolah untuk terakhir kalinya karena hendak bersaksi.

Karena belum bisa mengendalikan emosinya, Ji-Hoon meminta Woo-Hyuk untuk tidak hadir di ruang sidang saat Joo-Ri menjadi saksi. Meski kesal, Woo-Hyuk mau melakukannya.

Di hadapan para hadirin, Joo-Ri akhirnya mengaku bahwa memang dirinyalah yang telah membuat surat dakwaan. Namun hal itu ia lakukan karena ia tahu tidak akan ada yang mempercayai surat itu apabila dari awal orang tahu bahwa dirinyalah yang menulisnya. Murid-murid yang sebelumnya sempat mem-bully-nya terdiam mendengar perkataan Joo-Ri.

Joo-Ri mulai memberi kesaksiannya. Ia menyatakan bahwa di saat itu ia sebenarnya sedang berada di sebuah cafe 24 jam yang ada di dekat sekolah. Tanpa sengaja ia melihat ada orang berada di atas gedung sekolah. Karena penasaran ia pun pergi ke sana dan selanjutnya seperti yang tertulis dalam surat dakwaan. Untuk mendukung kata-katanya, Joo-Ri menggambarkan lokasi dimana ia melihat So-Woo berdiri, dan tempatnya persis di tempat yang berbunyi saat diinjak seperti yang sebelumnya diperiksa oleh Seo-Yeon.

Seo-Yeon mengamini pernyataan Joo-Ri dan menunjukkan rekaman video saat ia melakukan pengecekan di TKP untuk membuktikan bahwa surat dakwaan Seo-Yeon benar. Ibu Seo-Yeon yang melihat rekaman tersebut sempat kaget karena tidak menyangka anaknya bakal melakukan hal berbahaya semacam itu.

Giliran Ji-Hoon melakukan penyidikan silang. Tanpa basa-basi ia menanyakan apakah kesaksian Joo-Ri barusan berdasarkan fakta yang ia lihat sendiri atau hanya sekedar imajinasinya. Sempat terdiam sejenak, Joo-Ri akhirnya mengiyakan bahwa yang ia nyatakan adalah fakta. Dan ternyata hanya itu saja yang ditanyakan oleh Ji-Hoon.

Saat break sidang, Joo-Ri menangis sendiri di dalam bilik toilet. Seo-Yeon hendak menghiburnya, namun bu guru Kim mencegahnya, karena menurutnya saat ini Joo-Ri tidak membutuhkan hal itu. Sementara itu, Bae Joon-Young masih tidak terlalu yakin Joo-Ri benar-benar melihat kejadian pembunuhan So-Woo karena suara yang didengarnya bisa jadi ia dengar bukan di saat itu, melainkan saat orang lain (selain So-Woo) atau bahkan ia sendiri yang berjalan di pinggir gedung. Choi Seung-Hyun memintanya untuk tidak usah memikirkan hal-hal yang tidak perlu.

Saat bertemu dengan Ji-Hoon, belum apa-apa Ji-Hoon sudah memberitahu Joon-Young bahwa ia juga sebenarnya tidak mempercayai pernyataan Joo-Ri. Namun ia sengaja tidak menanyai apa-apa lagi di saat penyidikan silang karena kasihan pada Joo-Ri dan tidak ingin melukai perasaannya. Rasa percaya diri Ji-Hoon membuat Joon-Young sedikit curiga.

Sidang dimulai kembali, kali ini dengan pak wakasek sebagai saksi dari pihak terdakwa. Tanpa disangka, sebelum sempat ditanya-tanya, pak wakasek mengumumkan bahwa ia tidak hendak bersaksi, melainkan hendak memberikan pernyataan tanpa perlu diberi pertanyaan. Dalam pernyataannya, pak wakasek menyatakan bahwa sekolah sama sekali tidak bersalah dan tidak memicu rasa depresi So-Woo karena dari awal So-Woo sendiri yang memutuskan untuk tidak datang dalam pertemuan komite kekerasan sekolah. Selain itu, tidak ada satu pun murid yang memberikan pernyataan mengenai perkelahian So-Woo dengan Woo-Hyuk.

Ji-Hoon ternyata sudah bersiap terhadap pernyataan pak wakasek dan mengangkat masalah ayah Woo-Hyuk, CEO Choi, yang juga hadir di dalam pertemuan komite, sedangkan hal tersebut melanggar peraturan yang ada. Dengan kehadiran CEO Choi di sana, sudah pasti keberadaan So-Woo di pertemuan komite tidak ada artinya. Ia pun menunjukkan bukti berupa ‘pernyataan’ murid-murid di sekolah yang tersampaikan dalam bentuk komentar di blog sekolah. Sebagai penutup, Ji-Hoon menegaskan bahwa hal itu bisa saja memicu rasa depresi SO-Woo hingga terus memburuk.

Tidak bisa lagi berkata apa-apa, pak wakasek pergi meninggalkan ruang sidang. Seo-Yeon yang hendak melakukan penyidikan silang pun tidak bisa melakukan apa-apa. Sementara itu, Kyung-Moon yang menonton jalannya sidang dari ruangan kepala sekolah hanya bisa menggeleng kesal mengingat Ji-Hoon yang telah berbohong kepadanya dengan mengatakan tujuannya mendatangkan pak wakasek sebagai saksi hanya sebagai formalitas saja.

Saat break siang, ibu Seo-Yeon memarahi Seo-Yeon karena sudah bertindak serampangan. Seo-Yeon meminta maaf dan merayu ibunya agar tidak lagi marah kepadanya. Ibunya pun akhirnya mau memaafkannya asal ia berjanji untuk memberitahunya terlebih dahulu apabila ia hendak melakukan hal yang berbahaya seperti itu lagi.

Sidang dimulai kembali. Dong-Hyun muncul sebagai saksi dari pihak jaksa penuntut. Woo-Hyuk langsung kalap begitu melihatnya. Kim Min-Suk sempat menanyakan tujuan Seo-Yeon menghadirkan kembali Dong-Hyun. Seo-Yeon menjawab bahwa Dong-Hyun sendiri yang meminta untuk bersaksi karena hal penting yang ingin ia beritahukan.

Setelah Seo-Yeon menunjukkan bukti foto-foto di sosmed bahwa Dong-Hyun memang sedang tidak bersama dengan Woo-Hyun dan Sung-Min, Dong-Hyun menceritakan bahwa beberapa waktu setelah kejadian, Woo-Hyuk pernah mengatakan kepadanya bahwa ialah yang membunuh So-Woo. Ruang sidang kembali geger dan Woo-Hyuk kembali kalap.

Untuk menenangkan keadaan, sidang kembali dihentikan untuk beberapa saat. Tanpa diduga, seraya menyerahkan catatannya, Ji-Hoon meminta Joon-Young untuk menggantikannya melakukan penyidikan silang pada Dong-Hyun karena ada sesuatu yang hendak ia lakukan di luar.

Di ruang kepala sekolah, pak wakasek menjadi sedikit percaya bahwa mungkin saja memang benar Woo-Hyuk yang membunuh So-Woo. Dengan dingin Kyung-Moon menanggapi, bahwa benar salahnya Woo-Hyuk dalam kasus tersebut tidak penting karena ia meyakini ada tujuan lain di balik sidang tersebut.

Ji-Hoon ternyata pergi menemui Sung-Min dan memintanya untuk membantu Woo-Hyuk dengan ikut bersaksi di sidang sekolah. Sung-Min yang sedari awal memang tidak menyukai Ji-Hoon menolaknya. Sindiran Ji-Hoon membuat Sung-Min emosi dan keduanya mulai berkelahi.

Dalam lanjutan sidang sekolah, Dong-Hyun menjelaskan detil pernyataan Woo-Hyuk yang ia sebutkan sebelumnya. Ia juga menambahkan bahwa ada kata-kata So-Woo yang memicu perkelahian dengan Woo-Hyuk dan Woo-Hyuk sangat tersinggung dengan perkataan tersebut. Karena tidak mempercayainya, teman Woo-Hyuk yang juga bertindak sebagai juri (lupa namanya) sempat membantah kesaksian Dong-Hyun. Mau tidak mau Min-Suk mengusirnya keluar karena sudah melanggar peraturan sidang.

Saat giliran pihak pengacara melakukan penyidikan silang, Joon-Young meminta waktu 10 menit terlebih dahulu untuk menunggu kedatangan Ji-Hoon. Sementara itu, Ji-Hoon dan Sung-Min sudah tidak lagi berkelahi. Sung-Min kini percaya Ji-Hoon berniat untuk membebaskan Woo-Hyuk dari tuduhan yang diarahkan kepadanya dan ia pun setuju untuk memberikan kesaksian.

Karena 10 menit sudah berlalu dan Ji-Hoon belum juga datang, Joon-Young maju untuk menggantikan tugas Ji-Hoon. Ia menanyakan perasaan Dong-Hyun terhadap Woo-Hyuk, apakah ia benar-benar berteman dengannya atau tidak. Seperti yang sebelumnya ia ungkapkan pada Sung-Min, Dong-Hyun menyatakan bahwa ia sebenarnya tidak menyukai Woo-Hyuk dan Sung-Min, serta tidak pernah merasa benar-benar berteman dengan mereka. Joon-Young lantas menggunakan pernyataan Dong-Hyun tersebut sebagai referensi bagi para juri bahwa saksi tidak menyukai terdakwa, dan pastinya akan melakukan segala cara untuk menjatuhkan terdakwa.

Ji-Hoon dan Sung-Min tiba kembali di sekolah. Dalam kesaksiannya, Sung-Min menceritakan bahwa setelah Woo-Hyuk memberitahu Dong-Hyun bahwa ia membunuh So-Woo, diam-diam ia menertawakan Dong-Hyun karena sudah tertipu oleh kata-katanya. Hal itu juga bukan pertama kali mereka lakukan karena Woo-Hyuk dan Sung-Min tahu Dong-Hyun mudah untuk dikerjai. Sedangkan mengenai pernyataan Dong-Hyun tentang provokasi So-Woo yang membuat Woo-Hyuk marah, sebagai orang yang sudah lama mengenal Woo-Hyuk, Sung-Min tahu betul bahwa semarah-marahnya Woo-Hyuk, emosinya akan reda dalam waktu 1-2 hari saja, sehingga hal itu tidak akan mungkin menjadi motif bagi Woo-Hyuk untuk sampai membunuh So-Woo. Sung-Min juga memastikan bahwa perkelahian di laboratorium sains itu adalah pertama kalinya So-Woo berbicara dengan Woo-Hyuk.

Tanpa disangka, Sung-Min kemudian menginformasikan bahwa ia sempat bertemu dengan So-Woo di sebuah minimarket di daerah tempat Woo-Hyuk tinggal. Saat itu, Sung-Min memintanya untuk pergi meninggalkan tempat tersebut agar tidak sampai bertemu dengan Woo-Hyuk. So-Woo ternyata menanggapinya dengan santai. Sebelum pergi, Sung-Min menanyakan alasan di balik tindakan So-Woo terhadap Woo-Hyuk sebelumnya. So-Woo menjawab bahwa itu hanyalah pancingan agar ia bisa bertemu dengan seseorang. Dan berkat insiden itu, ia memang berhasil menemui orang yang dimaksud.

Kyung-Moon kebetulan datang ke ruang sidang saat Sung-Min menceritakan hal tersebut. Ia langsung teringat bahwa usai kejadian tersebut, ia adalah orang pertama yang datang untuk menemui So-Woo (dalam kapasitasnya sebagai kepala LBH yayasan sekolah).

Preview Episode 8

Berikut adalah video preview episode 8 dari drakor Solomon’s Perjury:

=== belum tersedia ===

» Sinopsis Episode 8 selengkapnya

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply