Yang Harus Dibawa Saat Traveling: Pakaian

Bagian penutup dari seri artikel “Persiapan Traveling” yang membahas mengenai apa saja yang harus dibawa saat traveling akan ditutup dengan pembahasan mengenai pakaian. Ini mencakup segala sesuatu yang melekat di badan. Mulai dari topi, baju, masker, sarung tangan, kaos kaki, hingga sepatu. Pembahasan selanjutnya akan menyinggung soal persiapan non-materi, seperti perlu tidaknya membooking tiket terlebih dahulu, perhitungan budget, dan lain sebagainya. Yuk cekidot!

Sama halnya dengan perlengkapan pribadi, urusan pakaian banyak dipengaruhi oleh preference dan kebutuhan masing-masing individu. Di sini saya coba membahas dari dua sudut pandang, yaitu secara umum serta yang biasa saya lakukan.

Pakaian Apa Yang Sebaiknya Dibawa?

Kuncinya ada dua: yang sesuai dengan kondisi cuaca / lingkungan di negara atau kota tujuan traveling; dan yang sesuai dengan aktivitas / kegiatan yang akan kita lakukan di negara atau kota tersebut.

Kita bahas satu persatu.

Pertama adalah faktor cuaca atau lingkungan. Ada baiknya, kita melakukan pengecekan terlebih dahulu mengenai cuaca, atau lebih tepatnya prakiraan cuaca, di negara atau kota tujuan traveling sebelum kita melakukan perjalanan. Banyak aplikasi mobile maupun situs web yang bisa digunakan. Salah satunya sudah pernah dibahas di sini.

Jika melakukan perjalanan lintas negara atau lintas benua, pahami juga musim yang sedang berjalan. Apakah sedang musim dingin atau sudah masuk ke musim semi. Jangan sampai keceriaan traveling kita berkurang hanya gara-gara salah kostum. Apalagi kalau kesalahannya fatal. Bawa baju tipis di saat musim salju misalnya.

Saya pribadi selalu menyelipkan satu baju hangat kapan pun dan kemana pun tujuan saya traveling. Selain untuk berjaga-jaga saat ada perubahan cuaca yang mendadak (di luar prediksi), juga sebagai baju rangkap apabila udara malam di lokasi yang bersangkutan tidak bersahabatan.

Salah satu kesalahan fatal yang dulu pernah saya lakukan adalah berkunjung ke kota Da Lat, Vietnam, tanpa sadar bahwa lokasinya di atas gunung, wkwkwk. Sudah asal pesan hotel yang murah yang tidak punya fasilitas air panas, bawa bajunya pun tidak ada yang tebal. Alhasil langsung pindah hotel di hari berikutnya. Biar deh rugi sedikit, ketimbang beku.

Pertimbangan kedua adalah dari segi kegiatan atau aktivitas apa saja yang hendak kita lakukan. Yang niatnya sekedar berjalan-jalan santai menikmati kota sembari berbelanja dan foto-foto syantik tentu saja beda bawaan dengan yang hendak melakukan trekking atau menikmati alam bebas. Untungnya saya sudah mampu membunuh keinginan untuk selfie, sehingga bisa packing dengan baju secukupnya, tanpa harus berpikir untuk gonta-ganti gaya setiap saat.

Tapi bagi yang ingin eksis di sosmed juga tidak ada salahnya. Apalagi jika kita membiayai sendiri perjalanan liburan kita. Sah-sah saja untuk sedikit berbangga hati atas pencapaian yang sudah kita raih dengan susah payah. Agar tidak terlalu membebani koper / ransel, tipsnya adalah kita harus pandai memadupadankan pakaian yang kita bawa sehingga dapat terlihat fresh dan berbeda saat dijepret di depan kamera.

Jangan lupa untuk menyesuaikan alas kaki yang dibawa dengan kegiatan yang hendak dilakukan. Saat traveling dalam jangka waktu lama, saya biasanya membawa sepatu dari rumah dan akan membeli sandal murah di negara atau kota tujuan. Sandal tersebut nantinya akan saya tinggalkan begitu saja dan tidak ikut dibawa pulang ke Indonesia. Cara ini cukup praktis untuk mengantisipasi kebutuhan sepatu dan sandal sekaligus tanpa harus menambah beban bawaan. Yang penting ya itu, cari yang harganya murah, biar gak berat hati saat ditinggal di kamar hotel.

Dulu saya pernah mengikuti tour trekking di suatu negara tanpa ngeh bahwa lokasi trekking adalah hutan rainforest yang lembab. Harus beberapa kali menyeberang sungai pula. Yang menjadi masalah, saat itu saya hanya membawa satu buah sepatu saja, sementara di hari berikutnya sudah ada kegiatan lain di luar ruangan. Mau tidak mau malam harinya langsung berbelanja sandal terlebih dahulu. Lumayan sih, jadi merasakan berbelanja di semacam hypermarket-nya penduduk lokal, hehehe.

Berapa Banyak Pakaian Yang Sebaiknya Dibawa?

Ini tergantung kenyamanan dan kebiasaan dari masing-masing individu. Ada yang merasa nyaman hanya dengan membawa pakaian dalam jumlah secukupnya. Ada yang sebaliknya, gak sreg kalau tidak ganti baju setiap hari.

Sebagai budget traveler yang harus mempertimbangkan masalah beban bawaan (agar tidak terkena ekstra charge kelebihan berat bagasi), saya pribadi hanya membawa MAKSIMAL 3 buah kaos (plus 1 yang digunakan saat berangkat), 1 buah hem, 1 buah celana panjang jeans ATAU celana hiking waterproof (dipakai saat berangkat, disesuaikan dengan kegiatan), 1 buah celana pendek, 1 buah celana kain (apabila perjalanan lebih dari 2 minggu, untuk cadangan apabila celana panjang satunya dicuci), 1 set baju tidur, 1 buah topi, 1 buah jaket (disesuaikan dengan musim di negara yang bersangkutan), dan 4-5 underwear. Mau itu perjalanan 2 minggu atau 1 bulan, bawaannya mentok gak pernah lebih dari yang disebutkan di atas.

Daftar barang di atas bisa saja berkurang apabila sedari awal sudah saya niatkan untuk membeli pakaian di negara atau kota tujuan traveling. Apabila pergi ke kota Ho Chi Minh (Vietnam) atau Bangkok (Thailand) misalnya. Tinggal disesuaikan saja dengan rencana belanja pakaian di sana.

Tentu saja, apabila ingin bisa survive dengan jumlah pakaian yang minimalis, mau tidak mau kita harus mencuci pakaian atau menyerahkannya ke jasa laundry. Opsi kedua yang biasa saya lakukan. Bukan karena malas, namun karena agak sulit untuk membuat pakaian cepat kering apabila menginap di hotel budget yang tidak ada fasilitas AC atau hairdryer.

Di luar itu, saya selalu menyiapkan pos dana cadangan jika terpaksa harus membeli tambahan pakaian. Saat tidak bisa mencuci pakaian atau jasa laundry tidak tersedia misalnya. Atau saat sepatu tiba-tiba jebol, yang pernah saya alami saat di Bali. Terpaksa gesek kartu untuk beli sneaker di Discovery Mall, hehehe.

Bagaimana Cara Packing Pakaian Yang Baik?

Ubek-ubek saja Youtube. Banyak video yang memberikan trik dan tips cara packing pakaian yang praktis dan efektif. Kebanyakan menerapkan tehnik melipat pakaian ala militer.

Berikut beberapa di antaranya:

How to Pack Clothes for Traveling 👕💼

How To Pack Light For A Long Trip

Kemampuan packing seseorang biasanya akan meningkat semakin sering yang bersangkutan melakukan perjalanan. Saya merasakannya sendiri. Dari yang awalnya kebanyakan bawa barang, hingga menemukan formula yang benar-benar pas dan sesuai dengan gaya traveling saya. Dari yang mengira baju selalu harus dilipat dan digulung agar praktis, hingga sadar bahwa terkadang kita tidak perlu melakukannya dan tetap bisa menjaga ketidakribetan bawaan.

Pada dasarnya, tujuan utama dalam melakukan pengepakan pakaian adalah memaksimalkan ruang dari ransel atau koper yang kita bawa serta membuat perjalanan menjadi praktis dan efisien. Yang disebutkan pertama rasanya sudah jelas. Nah, untuk yang kedua, sebaiknya satukan pakaian yang jenisnya sama dalam satu wadah. Atau setidaknya pisahkan antara pakaian luar dengan pakaian dalam. Minimal, semua pakaian ada dalam satu wadah deh.

Dengan demikian, saat tiba di kamar hotel, kita tidak perlu rempong mengubek-ubek ransel atau koper. Cukup keluarkan wadah berisi perlengkapan pribadi dan untuk wadah pakaian bisa dikeluarkan pada saat hendak berganti baju saja. Tidak hanya membuat kamar tetap terlihat rapi, dengan tips ini, kita juga bisa melakukan check-out dalam waktu cepat. Cocok bagi yang sering bangun kesiangan, hehehe.

Tips Dan Trik Seputar Pakaian

Selain yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa tips dan trik lain yang biasa saya terapkan pada saat traveling. Yaitu:

  • Membeli baju / kaos murah di negara / kota tujuan sebagai pakaian selama traveling. Untuk mengurangi beban saat perjalanan berangkat dan pulang, kita bisa membeli baju atau kaos murah di negara atau kota tujuan. Nantinya, baju tersebut tidak perlu ikut kita bawa pulang. Jadi cari yang sekiranya benar-benar murah. Yah, di bawah 50 ribu rupiah lah jika di-kurs-kan.

  • Membawa pakaian yang sudah diniatkan untuk tidak digunakan lagi di kemudian hari. Nah ini yang paling sering saya lakukan. Saat packing, sebagian pakaian yang saya masukkan adalah pakaian-pakaian yang sudah lama atau sudah tidak ingin saya pakai lagi. Entah itu kaos, underwear, atau celana. Karena memang sudah direncanakan untuk disingkirkan, saya tidak perlu pusing untuk membawa mereka pulang kembali. Cukup ditinggal di kamar hotel.

  • Membawa pakaian polos (tanpa corak / gambar) dengan warna universal yang mudah di-mix and match. Hanya ada dua varian warna atasan yang saya bawa saat traveling, yaitu abu-abu muda dan abu-abu-tua. Belakangan saya menghindari baju warna hitam, karena berpotensi meninggalkan bekas keringat kering yang mencolok.


Tulisan ini adalah bagian dari seri artikel “Persiapan Traveling”. Baca juga pembahasan sebelumnya mengenai perlengkapan / kebutuhan pribadi di https://curcol.co/yang-harus-dibawa-saat-traveling-perlengkapan-kebutuhan-pribadi-16270.

Selamat jalan-jalan!

Last modified on June 16, 2019 8:38 pm

Share
Cosa Aranda

Cosa Aranda adalah blogger profesional dari kota Surabaya yang sudah berkecimpung di dunia bisnis online sejak tahun 2005. Sempat beberapa kali menjadi pembicara seminar dan mengadakan workshop pada periode tahun 2007-2010. Saat ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggeluti hobi dan passionnya di bidang travelling, hiburan, serta permainan arcade. Bisa ditemui di Facebook jika ingin berkenalan.