Review Manga Tomodachi Game (2013)

Sebenarnya sudah agak lama saya membaca manga “Tomodachi Game” ini. Sengaja saya tunggu beberapa saat hingga ada kelanjutan chapternya. Syukur syukur jika sampai tamat.

Sayangnya, hingga sekarang manga yang ditulis oleh pengarang “Dead Tube” ini masih berlanjut.

Jadi ya sudah, sekarang saja direview. Semoga skornya tidak berubah sampai nanti manga ini tamat, hehehe.

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung SPOILER!!!

Sinopsis Singkat

cover manga tomodachi game

cover manga tomodachi game

Katagiri Yuichi, Sawaragi Shiho, Shibe Makoto, Kokorogi Yutori, dan Mikasa Tenji adalah lima orang sahabat.

Suatu hari, Shiho dan Makoto kehilangan uang kas yang sejatinya hendak digunakan untuk keperluan perjalanan kelas. Saat tengah menginvestigasi siapa pelakunya, kelima orang tersebut diculik dan diikutsertakan ke dalam sebuah permainan bernama “Tomodachi” bernama dengan banyak orang lainnya.

Pemenangnya bisa memperoleh uang dalam jumlah banyak. Sebaliknya, yang kalah harus menanggung beban hutang dalam jumlah besar.

Pada prosesnya, terungkaplah masa lalu dari Yuichi dkk. Terbuka juga bahwa ada setidaknya satu di antara mereka yang selama ini hanya berpura-pura menjadi sahabat.

Dapatkah Yuichi dan/atau teman-temannya keluar sebagai pemenang?

Penulis: Mikoto Yamaguchi
Artis: Yuuki Satou
Publikasi: 9 Desember 2013 – sekarang
Penerbit: Bessatsu Shounen Magazine
Genre: Drama, Mystery, Psychological, Shounen
Status: Ongoing

Review Singkat

Banyak manga yang bertemakan game psikologis. Sebuah genre yang kebetulan saya sukai. Dan “Tomodachi Game” adalah salah satunya.

Di saat kebanyakan judul bertema serupa menghadirkan karakter-karakter yang (mayoritas) tidak saling kenal, manga ini justru sebaliknya. Lima orang yang telah lama bersahabat menjadi bintang utamanya.

Ya, di satu sisi hal ini memang menghadirkan konflik tersendiri. Dimana unsur pertemanan bisa menjadi senjata sekaligus bumerang.

Namun di sisi lain, ada twist yang tidak terelakkan bisa terprediksi di awal. Yaitu adanya kebohongan atau masa lalu yang disembunyikan dari satu atau lebih karakter utama yang ada.

Sayangnya, fakta bahwa hampir semua karakter utama ternyata punya kaitan dengan game “Tomodachi” membuat cerita terasa membosankan dan terlalu dibuat-buat.

Momen kilas balik pun jadi bertele-tele.

Untungnya, semakin mendekati akhir, ceritanya semakin menarik untuk diikuti.

Chapter 88 adalah chapter terakhir yang saya baca sebelum menulis artikel ini. Belum tamat, namun sekilas sudah terlihat bakal jadi babak penentuan permainan yang seru dan penuh kejutan.

Semoga saja sih benar demikian.

Untuk artworknya sendiri tidak mengecewakan. Mudah dipahami, jelas, dan sesuai dengan jalan cerita.

Penutup

Penggemar cerita permainan psikologis ‘hidup mati’ sepertinya wajib untuk membaca “Tomodachi Game”.

Memang, secara langsung tidak ada yang dibunuh pada saat kalah dalam permainan. Namun ketika aset seseorang dimiskinkan atau dibebani hutang yang jumlahnya sulit dinalar, sudah pasti hidupnya bakal terasa mati.

7/10.

rm tomodachi game

Leave a Reply