Review Manga Kyoushitsu Jibaku Club (Futabasha, 2017)

Lama tidak merasakan ketegangan saat membaca manga, akhirnya rasa itu datang lagi saat membalik lembar demi lembar “Kyoushitsu Jibaku Club” (教室自爆クラブ) karangan Aoisei. Alur ceritanya cukup menarik dan bagi saya layak untuk diangkat ke layar lebar. Apalagi yang diangkat adalah tema yang cukup kelam dan penuh tragedi. Seperti apa?

Sinopsis Singkat

kyoushitsujibakuclub2

Seorang siswa SMA yang acap di-bully suatu hari nekat melakukan bom bunuh diri yang menewaskan hampir seluruh teman sekelasnya. Tiga tahun kemudian, tujuh orang yang selamat dari kejadian tersebut bertemu. Salah satunya menyatakan bahwa di antara mereka ada satu orang yang merupakan partner gelap dari terlaksananya bom bunuh diri tersebut.

Penulis: Aoisei
Artis: Anajiro
Publikasi: 2017 ~ sekarang
Penerbit: Futabasha
Genre: Horror, Drama, Tragedy, Seinen, Adult
Status: – (8 chapter / 2 volume)

Review Singkat

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung SPOILER!

Bagi penyuka kisah-kisah kelam dan penuh tragedi, “Kyoushitsu Jibaku Club” tidak akan mengecewakan. Bersumber dari bom bunuh diri yang terjadi 3 tahun sebelumnya, cerita lantas berkembang menjadi dua bagian dengan alur waktu yang bersamaan. Yang pertama adalah tentang ketujuh orang survivor dari tragedi ledakan bom bunuh diri tersebut, dimana dicurigai ada satu orang yang diam-diam membantu mendorong si pelaku melakukan bunuh diri. Sedang yang kedua adalah mengenai seseorang yang hendak melakukan bunuh diri dengan bom akibat terinspirasi oleh kejadian 3 tahun lalu itu.

Di manga sejenis, biasanya kita hanya akan mendapatkan salah satu dari kedua alur cerita di atas. Namun di sini Aoisei mencoba menggabungkan keduanya dengan sebuah benang merah berupa semacam sekte / aliran gelap yang terkait dengan aksi bunuh diri.

Sayangnya, versi scanlate dari manga ini, saat review ini ditulis, baru mencapai 8 chapter saja. Saya belum bisa mengomentari keseluruhan cerita yang ada. Yang jelas, sampai dengan titik ini, saya cukup merasa puas dengan jalan ceritanya. Memang tidak semua elemennya orisinil, namun tetap terasa seru dan menegangkan.

Sejauh ini juga, masing-masing karakter yang ada konsisten dengan kepribadiannya. Saya paling benci dengan mangaka yang labil dalam menggambarkan sifat dan kepribadian karakter. Untunglah hal tersebut tidak saya temui di sini.

Sejalan dengan kepribadian karakter, begitu pula dengan artwork yang digarap dengan apik oleh Anajiro. Solid dan cukup jelas mengilustrasikan apa yang tengah terjadi.

Oh ya, ada sedikit unsur dewasa yang terselip. Tidak banyak kok. Dan bagusnya, menurut saya, Aoisei mampu menjaga momen dan intensitas cerita yang ada, sehingga tidak rusak hanya gara-gara kehadiran adegan 17 tahun ke atas.

Pada akhirnya, saya sangat merekomendasikan manga “Kyoushitsu Jibaku Club” ini, terkhusus bagi yang sudah bisa berpikir secara positif dan open-minded.

rm kyoushitsujibakuclub

Leave a Reply