Review Komik Grimm Fairy Tales: The Dream Eater Saga #12 (Zenescope, 2011)

Di cerita sebelumnya, walau sempat dihalangi oleh Mercy Dante, Sela dan Belinda berhasil membawa The Dark One kembali ke bumi.

Sebagai edisi terakhir dari kisah The Dream Eater Saga, mari sama-sama kita simak akhir kisahnya. Dapatkah Sela dan Belinda menghentikan Dream Eater?

Lalu bagaimana dengan Baba Yaga, Pots, maupun Pan?

Temukan seluruh jawabannya dalam sinopsis dan review komik Grimm Fairy Tales: The Dream Eater Saga #12 berikut ini, ges.

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Tentang Grimm Fairy Tales: The Dream Eater Saga #12

cover dream eater saga 12

cover dream eater saga 12

The epic 48 page conclusion to the Dream Eater Saga is here! A battle for the ages begins as heroes and the villains from the Grimm Universe must band together in order to have any chance at defeating a being of incredible power. But someone is plotting to save themselves and an act of betrayal will have drastic consequences on them all. Do not miss the final issue of the Zenescope crossover that will have fans talking for years!

Story: Raven Gregory
Art: Roberto Viacava, Tomas Aira, Anthony Spay
Color: Jeff Balke, Eddy Swan, Jason Embury
Letter: Jim Campbell
Judul Edisi: The Dream Eater Saga Conclusion: Ever After
Tanggal Rilis: 26 Oktober 2011

Alur Cerita / Sinopsis Komik

Masa lalu. Innocence, mewakili The Keeper, memberitahu Pots muda bahwa ia kini dipercaya untuk menjaga lampu ajaib. Ia juga diperintahkan untuk tidak mengeluarkan jin yang terkurung di dalamnya apa pun yang terjadi.

Jika ia melakukannya, kekuatan iblis jahat akan keluar dan menghancurkan seluruh dunia.

Sebelum pergi, Innocence menghapus ingatan Pots. Pun begitu, sampai kapanpun, Pots akan selalu ingat dengan pesannya barusan.

Dengan petunjuk dari Pan, Dream Eater membunuh satu persatu falseblood dan highborn yang ada.

Kendati demikian, ia merasa bantuan Pan tidaklah terlalu berguna. Pan meyakinkan Dream Eater bahwa sebentar lagi bakal banyak falseblood dan highborn berdatangan sesuai dengan rencananya.

Menghilangnya The Dark One sudah diketahui oleh Fenton. Morrigan diperintah untuk mencari informasi keberadaan bos mereka itu.

Cindy tiba-tiba menghubungi Fenton dan memberitahu bahwa The Dark One diculik oleh Sela serta Belinda.

Sembari menunggu kedatangan Cindy, Fenton lantas mengumpulkan seluruh anak buah The Dark One yang tersisa.

Di kuil suci Nexus, Baba Yaga meminta yang lain untuk sabar menunggu karena sebentar lagi kepingan puzzle yang terakhir akan terkumpul.

Sinbad berusaha membujuk Pots untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi agar ia bisa membantunya. Pots tetap keukeuh menolak.

Ia terus berdiam diri seolah sudah pasrah akan nasibnya.

Tak lama, kepingan puzzle yang dimaksud muncul. Mereka adalah Sela, Belinda, dan The Dark One.

Baba Yaga rupanya tidak menyangka The Dark One bakal ikut hadir. Ia hendak langsung membunuhnya untuk melampiaskan dendamnya, namun Belinda mencegahnya.

Sementara itu, Sela memberitahu Samantha bahwa Shang telah tewas. Dibunuh oleh Orcus dan Cindy.

The Dark One sendiri terlihat tetap tenang. Bukan tanpa alasan, ia sudah sadar anak buahnya berdatangan.

Sesaat kemudian terjadi sebuah ledakan. Morrigan, Cindy, Fenton, dan yang lain muncul.

Fenton mengajak mereka melakukan gencatan senjata. Ia minta agar The Dark One dibebaskan karena yang lebih penting saat itu adalah mengalahkan Dream Eater.

Baba Yaga merespon dengan melemparkan pisaunya ke arah The Dark One. Sela dan Belinda terkejut melihatnya.

Sebelum pisau tersebut menusuk tubuh The Dark One, Fenton melompat dan menghadangnya. Ia pun tewas setelah meminta agar The Dark One membalaskan dendamnya.

Pan tiba-tiba muncul sembari bertepuk tangan. The Dark One sempat girang karena mengira Pan datang untuk menyelamatkannya.

Pan mengatakan bahwa ia sudah memiliki tuan yang baru. Berbarengan dengan itu, Dream Eater muncul di samping Pan.

Tanpa basa basi lagi, Morrigan memerintahkan pasukan The Dark One untuk menyerang Dream Eater.

Di luar dugaannya, Dream Eater sudah berada di belakangnya dan langsung membunuhnya.

Sementara Dream Eater sibuk menghabisi anak buah The Dark One, Pan asyik menghisap jiwa Death serta makhluk-makhluk lain yang terbunuh demi menambah kekuatannya sendiri.

Melihat hal itu, Sela dan Belinda menghampiri dan menghajarnya. Death juga rupanya tidak benar-benar tewas. Ia sudah bangkit kembali dalam kondisi baik-baik saja.

Hampir tuntas membunuh semua pasukan The Dark One, Dream Eater melanjutkan dengan membunuh Pan.

Ia lantas berubah wujud menjadi raksasa, mengagetkan Sela dkk.

Baba Yaga segera meminta Pots untuk menggunakan lampu ajaibnya. Ia sempat menolak. Namun kondisi Sinbad dan Samelia yang terdesak membuat Pots berubah pikiran.

Setelah mengucap mantra, sesosok jin keluar dari dalam lampu ajaib. Pots langsung memerintahkannya untuk menghadapi Dream Eater.

Sementara jin tersebut bertarung dengan Dream Eater, terungkap bahwa wujud asli dari sang jin adalah ayah Pots sendiri. Tidak itu saja, adalah Belinda yang menyebabkan ayah Pots berubah menjadi jin dan terkurung di dalam lampu selama ini.

Belinda menyesali perbuatannya dan meminta maaf pada Pots.

Tak lama kemudian, Dream Eater berhasil mengalahkan jin lampu. Bersamaan dengan itu, tubuh Pots serasa melemah dan berada di ujung kematian.

Sinbad dan Samelia bergegas menghampiri sahabatnya, memintanya untuk bertahan.

Dream Eater, yang kekuatannya sudah banyak terkuras, perlahan bangkit dan melemparkan sepotong kayu ke arah Pots. Tanpa disangka, Belinda yang melihatnya rela mengorbankan diri untuk menyelamatkan Pots.

Tidak ingin membuang waktu, Sela segera menghampiri Dream Eater dan menggunakan sangkar pemberian Innocence untuk mengurungnya. Cara itu rupanya berhasil.

Namun sesaat kemudian, The Dark One memukulnya dari belakang dan merebut sangkar Dream Eater dari tangan Sela.

Pertarungan pun kembali berlanjut. Kali ini antara pasukan The Dark One yang tersisa melawan Baba Yaga dkk.

Pots meminta agar Sinbad mengambilkan lampu ajaib. Setelah mengucapkan salam perpisahan pada Sinbad, Pots menyebutkan permintaan terakhirnya pada jin. Yaitu mengembalikan semua orang ke tempat mereka yang semestinya.

Sela menghampiri Belinda yang terluka parah. Ia mencoba menggunakan sihirnya untuk menyembuhkan Belinda, namun gagal.

Belinda sendiri sudah pasrah. Sebelum menutup mata, ia berpesan agar Sela mencari anak mereka berdua serta membuat The Dark One membayar atas perbuatannya.

The Dark One melampiaskan kemarahannya dengan membanting meja ke luar jendela. Pasalnya, Dream Eater tidak ikut terbawa bersamanya.

Terlebih salah satu pengikut loyalnya, Fenton, sudah tewas.

Ia pun memastikan bakal segera menjalankan rencana terakhirnya yang sudah dipersiapkan selama ini.

Innocence datang dan mengambil sangkar tempat Dream Eater dikurung. Wujud Dream Eater kini sudah berubah menjadi seperti nyamuk.

Entah apa tujuannya, Innocence lantas melepaskan Dream Eater di dalam sebuah gua.

Ia mengucapkan terima kasih karena Dream Eater sudah membantunya mempersiapkan mereka (Sela dkk) dalam menghadapi kedatangan seseorang yang lebih berbahaya.

Simpulan

Agak bingung (dan kecewa) melihat Morrigan a.k.a Death ternyata tidak mati usai dibunuh Dream Eater. Bukannya ia disebutkan bisa membunuh siapa saja di seluruh jagat?

Terlebih, jika dihitung secara keseluruhan, sebenarnya tidak banyak tokoh antagonis utama yang tewas di tangannya. Membuat crossover ini sedikit mengecewakan.

Belinda yang sudah insaf ternyata juga tewas begitu saja. Gagal deh melihat aksi duonya bersama Sela.

Di halaman terakhir sekilas ditunjukkan penampakan dari Warlord of Oz, seseorang yang disebut jauh lebih berbahaya ketimbang Dream Eater. Sepertinya sih bakal menarik.

rk dream eater saga 12

Leave a Reply