Review Komik Grimm Fairy Tales #54 (Zenescope, 2010)

Di cerita sebelumnya, Sela berhasil lolos dari serangan Mordarzera berkat bantuan Bolder. Dari Bolder pula Sela akhirnya mengetahui masa lalu Morrigan yang sebenarnya cukup tragis. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik Grimm Fairy Tales #54 berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

grimm54 14

Grimm Fairy Tales presents ‘The Grateful Beasts.’ Trapped in the Realm of Myst, Sela continues her journey through the strange Fairy Tale land filled with magical creatures, both friendly and deadly. When she meets the King of the Wolves, Sela finds herself in a predicament where her decisions will either earn her a powerful ally or will ultimately make her the Big Bad Wolf’s dinner.

Story: Joe Brusha
Art: Dafu Yu, Tes Fowler
Color: Andrew Elder
Letter: Bernie Lee
Judul Edisi: The Grateful Beasts
Tanggal Rilis: 22 Desember 2010

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Erik menemani Sela yang tengah mengandung. Ia mengungkapkan kekhawatirannya atas Dark Horde yang memburu orang-orang seperti Sela. Baik Sela maupun anak yang dikandungnya adalah FalseBlood, anak dari pasangan manusia dengan penghuni Realm of Power seperti Erik. Sebagian dari para HighBorn, keturunan asli Realm of Power, terutama yang menjadi pengikut The Dark One, beranggapan bahwa manusia adalah budak mereka. Dengan demikian keberadaan FalseBlood bisa dibilang diharamkan.

Kendati demikian, Erik berjanji akan melakukan apa saja untuk melindungi Sela dan anak mereka.

Beberapa waktu kemudian, saat Erik sedang menebang kayu di luar rumah, muncul Fenton dan Volac. Mereka hendak memaksa Erik untuk kembali ke pihak The Dark One. Erik menolak dan bergegas masuk ke dalam rumah untuk membawa Sela kabur. Terlambat, Fenton dan Volac sudah lebih dulu memerintahkan Ares untuk menyerbu rumah mereka. Erik pun lantas menghadapi Ares dan meminta Sela untuk kabur.

Sesaat kemudian Sela terbangun dari tidurnya. Di hadapannya terlihat Bolder yang tengah bersiap-siap untuk pergi dengan Sela. Ia memutuskan untuk menemani Sela mencari kunci alam limbo, yang akhirnya diketahui berbentuk seperti amulet, karena punya petunjuk dimana kira-kira kunci tersebut disimpan. Sebagai gantinya, Pyros akan tetap tinggal dan berjaga di depan rumah Delphina.

Dalam perjalanan, keduanya bertemu dengan sekelompok orc yang sedang membakar kawanan lebah. Bolder mengajak Sela untuk tidak usah menghiraukan mereka. Melihat masih ada satu sarang lebah yang tersisa, Sela tidak menghiraukan ajakan Bolder dan memilih untuk menghadapi orc-orc tersebut. Mau tidak mau Bolder ikut membantunya.

Setelah bertarung beberapa saat, Sela berhasil menyelamatkan sarang lebah tersebut. Mereka pun melanjutkan perjalanan dan bertemu dengan sebuah keluarga. Mereka ternyata sedang melarikan diri akibat serbuan Dark Horde. Secara tidak langsung, sang istri menyalahkan kegagalan The Dark One dan pasukannya menyeberang ke bumi.

Orcus dan pasukannya tengah asik membumihanguskan sebuah desa. Gruel kemudian menghampirinya sembari membawa tubuh Morgarzera yang sudah tidak bernafas lagi. Ia menyatakan bahwa Sela yang telah membunuh Morgarzera. Mendengarnya, Orcus berjanji akan membuat perhitungan dengan Sela.

Melanjutkan perjalanan, Sela dan Bolder kali ini bertemu dengan gerombolan goblin yang baru saja membunuh seekor bebek. Tidak seperti sebelumnya, Sela kini tidak main-main dan langsung membantai mereka semua. Tidak itu saja, dengan sihirnya ia lantas menghidupkan kembali bebek tersebut. Bolder terkagum-kagum melihat kemampuan Sela.

Saat mendaki gunung bersalju, Sela dan Bolder melihat ada seekor serigala dalam kondisi terikat. Merasa kasihan, Sela membebaskan ikatan serigala tersebut. Tanpa disangka, serigala tersebut adalah hasil buruan pasukan goblin. Dan kini, di hadapan Sela dan Bolder, muncul sang Ratu Goblin sendiri bersama puluhan anak buahnya, berniat untuk menyantap Sela dan Bolder sebagai ganti serigala tersebut.


Agak sebel sebenarnya begitu tahu perjalanan Sela dalam mencari kunci limbo terasa diulur. Untungnya edisi kali ini menyajikan artwork yang cukup rapi dan menarik. Hanya ada satu keanehan saja dimana di salah satu panel si bebek terlihat lebih besar daripada Sela, hehehe. Ada lagi ding yang janggal, yaitu dari sisi dialog. Bukan janggal, lebih tepatnya tidak konsisten. Di saat Erik masih bersama Sela, ia ternyata pernah memberikan penjelasan singkat mengenai FalseBlood dan HighBorn. Sementara di edisi-edisi sebelumnya, Sela terlihat seperti orang yang baru mengenal dua istilah tersebut. Tapi berhubung soal inkonsistensi sudah menjadi kebiasaan serial Grimm Fairy Tales ini, oke lah diterima saja.

rk grimm54

Leave a Reply