Review Komik Batman and The Outsiders #7 (DC Comics, 2019)

Di cerita sebelumnya, Signal (Duke Thomas) dan Orphan (Cassandra Cain) mengejar Ishmael ke sebuah tempat. Tanpa disangka, sudah ada Lady Shiva menunggu mereka di sana. Sementara Orphan kembali berhadapan dengan ibunya, Ishmael menunjukkan keberadaan Karma yang ternyata selama ini diam-diam dikurung oleh Batman di sana. Hal itu membuat Signal syok berat. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Bagaimana nasib Signal dan juga Orphan? Bagaimana pula dengan misi Black Lightning (Jefferson Pierce), Katana (Tatsu Yamashiro), dan Kaliber membawa pulang Sofia Barrera? Akankah bakal mulus tanpa kendala? Simak jawabannya dalam sinopsis komik Batman And The Outsiders #7 berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Unable to cope with Black Lightning and Batman’s methods, Duke Thomas finds refuge in the philosophy of Ra’s al Ghul, becoming the latest acolyte of the Demon, as Ra’s at last begins to rebuild his empire!

Story: Bryan Hill
Art: Cian Tormey
Color: Adriano Lucas
Letter: Clayton Cowles
Judul Edisi: Call Me Ishmael
Tanggal Rilis: 13 November 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Ishmael membawa Signal yang berada dalam kondisi terikat menuju markas Ra’s Al Ghul dengan menggunakan truk container. Sementara itu, Black Lightning, Katana, dan Kaliber membawa Sofia kembali ke Gotham City dengan menggunakan pesawat. Sofia terlihat masih berada dalam pengaruh Ra’s Al Ghul dan menganggap dirinya adalah Babylon, nama yang diberikan oleh Ra’s Al Ghul kepadanya.

Black Lightning mengungkapkan keraguannya untuk menyerahkan urusan Sofia pada Batman. Ia tidak yakin Batman bisa ‘menyembuhkan’ Sofia seperti sedia kala. Terlebih dengan apa yang sudah terjadi pada sidekick Batman yang lain selama ini. Katana terlihat tidak ambil pusing dan memilih untuk beristirahat di sofa.

Orphan memberitahukan apa yang terjadi pada Batman dan meminta petunjuk keberadaan Signal. Setelah tahu Signal ada di dalam truk container tidak jauh dari posisinya saat ini, bergegas Orphan memacu kendaraannya, tanpa menghiraukan perintah Batman untuk menunggunya.

Sementara Orphan mulai mendekati truk container, di dalam Ishmael terus saja memprovokasi Signal, menyatakan bahwa Signal sejatinya sudah berada dalam kegelapan.

Di pesawat, Sofia berhasil membebaskan diri dari borgol yang membelenggu tangannya. Perlahan ia menghampiri Katana yang sedang terlelap dan mengambil pedangnya. Saat hendak menghunuskan pedang tersebut ke tubuh Katana, Black Lightning memergoki ulahnya dan meminta Sofia untuk berhenti. Katana juga ternyata sedari awal menyadari perbuatan Katana dan sengaja membiarkannya.

Sofia merespon dengan menyatakan bahwa ia tidak punya pilihan lain. Tanpa diduga, Kaliber mengamini hal tersebut dan menodongkan pistolnya ke arah Black Lightning dari belakang.

Dengan bom yang ia bawa, Orphan meledakkan pintu kontainer. Tidak mau membiarkan Orphan masuk, Ishmael lantas keluar dan menghadapinya di atas truk kontainer yang masih terus melaju. Pertarungan keduanya berlangsung sengit walau pada akhirnya berhasil dimenangkan oleh Orphan.

Kaliber ternyata sudah sejak lama menjadi pengikut Ra’s Al Ghul. Pun begitu, ia mengaku mengikuti Ra’s Al Ghul atas kesadarannya sendiri, bukan karena dicuci otak. Tanpa ada keraguan, Kaliber lantas melemparkan sebuah bom ke arah kokpit pesawat. Sesaat kemudian bom tersebut meledak dan pesawat mulai meluncur jatuh ke arah Gotham City.

Orphan mengeluarkan Signal dari dalam kontainer. Wajah Signal terlihat pucat. Ia lalu memberitahu Orphan bahwa dirinya tidak bisa lagi melihat cahaya. Hanya ada kegelapan di depan matanya saat ini.


Dari segi cerita, edisi ini menyajikan sesuatu yang menarik dan mengejutkan. Well, saya sebenarnya sudah curiga dengan Kaliber yang tidak terlalu aktif turun tangan saat ada pertarungan melawan anak buah Ra’s Al Ghul. Namun tidak kepikiran kalau doi ternyata memang sudah jadi pengikut Ra’s Al Ghul sendiri.

Nilai plus lain adalah aksi pertarungan Orphan versus Ishmael yang cukup mencuri perhatian.

Sisi negatifnya mungkin bersifat subyektif. Saya tidak suka dengan artworknya. Penggambaran karakternya tidak konsisten. Juga membuat komik ini jadi seperti komik untuk anak-anak. Ditambah dengan tema utama tentang usaha Ra’s Al Ghul mempengaruhi sidekick Batman untuk berbalik melawan Batman — yang kebetulan merupakan tema usang — saya jadi tidak yakin bakal bisa terus lanjut me-review atau membuat sinopsis dari serial komik ini. Semoga arc ini cepat berakhir dan ada arc lanjutan yang lebih orisinil temanya.

Share
Cosa Aranda

Cosa Aranda adalah blogger profesional dari kota Surabaya yang sudah berkecimpung di dunia bisnis online sejak tahun 2005. Sempat beberapa kali menjadi pembicara seminar dan mengadakan workshop pada periode tahun 2007-2010. Saat ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggeluti hobi dan passionnya di bidang travelling, hiburan, serta permainan arcade. Bisa ditemui di Facebook jika ingin berkenalan.