Review Komik 1001 Arabian Nights: The Adventures of Sinbad #8 (Zenescope, 2009)

Di cerita sebelumnya, ada potongan kisah masa lalu Wilhelm sebelum ia berubah seperti sekarang. Edisi tersebut merupakan crossover perdana antara serial “The Adventures of Sinbad” dengan “Grimm Fairy Tales”. Bukan yang terakhir tentunya. Nah, bagaimana dengan edisi ini? Simak yuk kelanjutan petualangan Sinbad dan krunya dalam sinopsis komik 1001 Arabian Nights: The Adventures of Sinbad #8 berikut.

Sinopsis Komik *SPOILER*

sinbad8 cover

‘Sinbad and The City of the Dead!’ Part One of Sinbad’s next adventure starts here as Sinbad and his crew head to Egypt in order to find the next piece of the Jericho Visor called the ‘Crown of Anubis.’ While his men stop for some rest and relaxation, Vu accidentally starts a bar fight which escalates rather quickly. Meanwhile, a mysterious-yet-beautiful woman from Sinbad’s past pays a visit, offering to guide Sinbad on his dangerous quest. Now is the time to join the series that reinvents the legend of Sinbad, as he and his eclectic crew set out on yet another incredible adventure!

Story: Dan Wickline & Tyler Dranguet
Art: Eduardo Ferigato
Color: Kieran Oats
Letter: Crank!
Judul Edisi: Sinbad and The City of the Dead Part 1
Tanggal Rilis: Januari 2009

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Sinbad dan anak buahnya tiba di Kairo untuk mencari bagian artifak Jericho Visor selanjutnya: The Crown of Anubis. Old Man menyatakan bahwa artifak tersebut berada di City of The Dead. Sinbad lantas meminta Old Man untuk memanggilkan Ashcroft karena ia ingin berbicara dengannya.

Sepeninggal Old Man, Shon’Du menanyakan apakah ada yang tidak beres. Pasca mengungsikan penduduk Ma’rut, termasuk Mahdu dan Alorana, di Madagaskar, Sinbad mengaku masih kepikiran dengan kata-kata Kabrit Amud. Shon’Du menyarankan agar Sinbad tidak usah memikirkannya. Sinbad setuju dan meminta Shon’du untuk berkeliling mencari informasi mengenai The Crown of Anubis dari penduduk lokal.

Tak lama Ashcroft datang. Sinbad mengeluarkan sebuah amplop dan meminta Ashcroft untuk mengantarkannya pada seseorang di Baghdad. Ashcroft agak kecewa karena tidak bisa ikut berpetualang mencari artifak bersama yang lain. Pun begitu, Sinbad menunjukkan nama penerima amplop tersebut dan memastikan bahwa hanya Ashcroft-lah orang yang ia percaya untuk mengantarkannya. Ashcroft akhirnya menerima.

Sementara Vu, Wilhelm, dan Oats asyik minum-minum sembari ditemani pelayan cantik, Shon’Du mendatangi seseorang di ujung bar yang diklaim bisa membantu mencarikan sesuatu di gurun. Orang tersebut ingin memastikan lebih dahulu benda apa yang hendak dicari. Shon’Du mengajaknya berpindah ke tempat yang tenang untuk membicarakannya.

Ashcroft mengajak Samelia ke luar bar. Ia memberitahu tugas dari Sinbad dan meminta Samelia untuk menjaga diri selama dirinya pergi. Samelia yakin ia bakal aman selama bersama dengan Sinbad. Tanpa banyak basa basi Ashcroft lantas menciumnya dan berpamitan pergi.

Vu yang mabuk mulai bernyanyi dengan bahasa daerahnya. Seorang pengunjung pria yang berada di dekat mejanya merasa terganggu dengan suara nyanyian Vu. Dengan emosi ia berusaha menghantam Vu. Dengan sigap Vu menghindar. Alhasil, pria tersebut malah nyungsep ke meja lain.

Tidak terima, ia mengatakan bahwa Vu yang telah memukulnya dari belakang. Orang-orang di meja tersebut jadi terbawa emosi dan menyerang Wilhelm yang berusaha menjelaskan kejadian sebenarnya. Sadar tidak ada jalan lain, Vu, Wilhelm, dan Pots pun terpaksa berkelahi dengan pria-pria tersebut.

Sinbad sendiri tetap santuy meminum birnya di meja. Pun begitu dengan Shon’Du, yang dengan tenang menjelaskan tentang Crown of Anubis. Orang sebelumnya, yang diketahui bernama Osmium, memberitahu bahwa artifak tersebut berada di kota bawah tanah yang dikenal dengan nama City of The Dead. Osmium mengatakan bahwa ia bisa membantu mereka menuju ke tempat tersebut.

Tak lama, pertarungan usai. Tentu saja pemenangnya adalah Vu dkk. Di luar, Shon’Du mengenalkan Sinbad pada guide mereka yang baru ia dapatkan. Tanpa disangka, Osmium memukul Sinbad hingga terjatuh. Sinbad bingung dan menanyakan alasannya. Osmium merespon dengan melepas jubahnya dan memanggil Zawj, anjingnya. Sinbad langsung mengenali wanita yang ada di hadapannya sebagai Oz.


Sepertinya arc ini bakalan seru. Setidaknya bagian pertamanya sudah lumayan menghibur. Mulai terlihat kemampuan dan tugas masing-masing kru Al Da’rab. Penasaran ada hubungan apa sebenarnya Osmium / Oz dengan Sinbad. Mungkinkah terkait dengan kapal dan kru Sinbad sebelumnya?

sinbad8

Leave a Reply