Review Film The Maid (Netflix, 2020)

“The Maid” adalah film horor asal negeri Thailand yang dirilis pada bulan Juli tahun lalu secara eksklusif di Netflix. Tidak murni horor sih, lebih pada perpaduan antara genre slasher dan supernatural. Menariknya, kebanyakan review yang beredar memberikan poin yang buruk pada film ini. Benar seburuk itukah? Atau seperti pada banyak kasus yang sering saya alami, yang gagal paham penontonnya, yang disalahin filmnya? Simak deh bersama-sama sinopsis dan review singkatnya di bawah ini.

Sinopsis Singkat

poster themaid 1

Joy (diperankan oleh Ploy Sornarin) diterima bekerja sebagai ART di rumah mewah milik pasangan suami istri Nirach (diperankan oleh Teerapat Sajakul) dan Uma (diperankan oleh Savika Chaiyadej). Asisten rumah tangga sebelumnya ternyata mengundurkan diri karena dihantui oleh sosok boneka monyet. Tak butuh waktu lama, Joy pun turut dihantui oleh boneka monyet yang sama. Plus sosok seorang ART. Anehnya, hanya Joy dan Nid (diperankan oleh Keetapat Pongrue), putri Nirach dan Uma, saja yang dihantui. Yang lain, termasuk para pegawai senior Fon (diperankan oleh Ratchanok Suwannaket), Wan (diperankan oleh Natanee Sitthisaman), dan Chai, mengaku tidak pernah melihat penampakan-penampakan tersebut.

Kepo, Joy mulai menyelidiki isi rumah. Ia kemudian mengetahui bahwa sosok hantu ART yang ia lihat adalah Ploy, pegawai yang pernah bekerja di sana beberapa tahun yang lalu. Uma menyatakan Ploy pergi begitu saja tanpa ada kabar berita. Wan, Fon, dan Chai mengamininya.

Suatu ketika Joy mendapat penampakan masa lalu yang terjadi di rumah tersebut. Terungkap bahwa hubungan Nirach dan Uma sebenarnya hanya didasari atas urusan bisnis, tidak ada cinta di antara mereka. Selain itu, Uma dan Ploy saling mencintai. Meski tidak dijelaskan secara gamblang, kemungkinan besar Uma kemudian memerintahkan Ploy untuk mendekati suaminya dan mau diajak berhubungan intim dengannya agar ia hamil.

Dan seperti itulah yang terjadi. Ploy hamil dan melahirkan bayi perempuan, Nid. Uma yang cemburu dengan Ploy lalu membiarkan saja Ploy yang terpeleset di kamar mandi dan berdarah-darah hingga akhirnya meninggal. Untuk menutupinya, Nirach memerintahkan Wan, Fon, dan Chai untuk menguburkan Ploy di halaman belakang rumah. Tanpa disangka, saat lubang tengah ditutup, terlihat bahwa sebenarnya Ploy belum mati.

Setelah mengetahui hal itu, Joy yang ternyata adalah adik kandung dari Ploy bertekad untuk membalas dendam. Ia pun sebenarnya sudah memiliki jiwa psikopat, nekat membunuh majikan tempatnya bekerja sebelumnya dengan dingin. Tanpa ragu, bersamaan dengan perayaan hari ulang tahun Uma, Joy melampiaskan dendamnya. Ia bahkan membunuh seluruh tamu undangan yang hadir.

Terakhir Joy membawa Nid pergi dari rumah tersebut untuk tinggal bersamanya.

Tanggal Rilis: 9 Juli 2020
Durasi: 100 menit
Sutradara: Lee Thongkham
Produser: –
Penulis Naskah: Lee Thongkham, Piyaluk Tuntisrisakul
Produksi: Thongkham Films, Global Film Station
Pemain: Savika Chaiyadej, Teerapat Sajjakul, Ploy Sornarin

Review Singkat

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung SPOILER!!!

Karena ini produksi Netflix, untuk urusan sinematografi sepertinya sudah tidak perlu diragukan lagi. Masih konsisten memanjakan mata.

Saya pribadi juga suka dengan penggambaran penampakan atau arwah yang dihadirkan. Unik dan berbeda. Alih-alih boneka manusia yang bertampang creepy, “The Maid” menghadirkan boneka monyet yang mengenakan tuksedo. Tampang hantunya pun lebih mirip dengan siluman monyet atau boneka monyet versi super creepy. Seram? Tidak terlalu. Tapi niatnya untuk tampil beda patut diberi acungan jempol.

Sayangnya ada satu bagian yang berujung blunder. Yaitu boneka monyet. Setelah sampai ke ending, ternyata hantu boneka monyet tersebut sama sekali gak ada hubungannya dengan cerita utama. Kan asem.

Yang mungkin menjadi masalah bagi BUANYAK orang adalah naskahnya. Saya tidak tahu apakah disengaja atau tidak, sebagian besar adegan dalam film ini perlu benar-benar dicermati. Terkadang ada satu bagian yang dijelaskan lebih lanjut di bagian lain. Seperti soal Nirach yang ternyata menikahi Uma hanya demi mendapatkan harta dan tahta. Atau Joy yang SEBELUM bekerja di rumah Nirach dan Uma sebenarnya sudah memiliki sifat psikopat. Atau Ploy yang terlalu mendalami tugasnya sebagai ART dan mau melakukan APA SAJA yang diminta oleh majikannya.

Yang disebut terakhir ini yang menimbulkan kerancuan dan persepsi berbeda dari orang-orang yang menonton. Yang memberi review jelek umumnya heran kenapa Ploy bisa berhubungan intim dengan Nirach dan Uma. Serta kenapa Uma membiarkan saja Nirach berhubungan intim dengan Ploy. Padahal ya itu tadi. Sebenarnya semua terjawab jika benar-benar disimak dengan cermat hingga akhir.

Dan untungnya saya menonton “The Maid” ini sambil makan paket Panas 2 Large-nya McD. Jadi anteng duduk manis dan gak di-skip-skip, hehehe.

Tapi yang paling membingungkan bagi saya adalah orang-orang yang menganggap akting para pemain di film ini buruk. Padahal, bagi saya, Ploy Sornarin sukses membawakan karakter Joy yang memiliki berkepribadian ganda. Bisa terlihat imut, bisa juga terlihat sadis. Savika Chaiyadej yang memerankan Uma saya rasa juga cukup baik aktingnya.

Oh ya, bagaimana dengan kobaran api di bagian akhir film yang muncul saat Joy membunuh Nirach kemudian hilang begitu saja saat Joy keluar bersama Nid? Penjelasan yang paling masuk akal, itu bukanlah api sungguhan. Melainkan halusinasi dari Nirach atau penampakan yang diberikan oleh arwah Ploy kepadanya. Toh berkali-kali Joy terlihat oleh Nirach dan Uma sebagai Ploy, menunjukkan bahwa pikiran mereka sudah terpengaruhi oleh rasa bersalah.

Penutup

Sesuai genre, “The Maid” adalah film slasher yang dibumbui oleh unsur mistis / supernatural. Namun berbeda dengan film sejenis yang tidak memerlukan otak untuk menikmatinya, di sini kita harus benar-benar memperhatikan setiap adegan yang ada agar tidak gagal paham. Bisa jadi kekurangrapian dalam pembuatan naskah, atau memang disengaja sedemikian rapi. Saya pribadi sih tidak ada masalah. Dengan mengabaikan sosok hantu boneka monyet yang ternyata tidak penting keberadaannya, ini adalah salah satu film horor di tahun 2020 yang saya rekomendasikan. 7/10.

Catatan: rating bersifat subyektif dan berdasarkan preferensi pribadi

rf themaid

Leave a Reply