Review Film Last Summer

Dengan rating 5.6 di IMDB, “Last Summer” tampak sebagai film horor asal negeri Thailand yang cukup menjanjikan. Yah setidaknya di atas rata-rata. Tapi benarkah demikian? Bisa ditonton di Genflix, yuk mari kita simak bersama-sama sinopsis dan review singkat dari film yang memiliki judul asli “Ruedoo ron nan chan tai” berikut ini. Cekidot!

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung SPOILER!!!

Sinopsis Singkat

poster last summer

Tahu Joy (diperankan oleh Pimpakan Phraekhunnatham) sedang galau, Singh (diperankan oleh Jirayu La-ongmanee) mengajaknya untuk pergi ke pantai bersama dengan Meen (diperankan oleh Sutatta Udomsilp) dan Garn (diperankan oleh Krit Sathapanapitakkij). Dengan menggunakan mobil milik ayah Singh, mereka bersenang-senang di pantai lantas bermalam di villa milik ayah Singh.

Usai minum-minum Joy mulai kehilangan kesadaran. Singh lantas membawanya ke kamar dan hendak memp3rk0s4nya. Tiba-tiba Joy mulai kejang-kejang hingga muntah darah. Meen, sahabat Joy, memberitahu Joy mengidap asma dan kemungkinan ia sedang mengalami reaksi alergi.

Singh berniat untuk membawanya ke rumah sakit namun Garn mencegahnya. Ia takut mereka bakal berurusan dengan hukum jika ketahuan minum-minum. Apalagi Singh ternyata sebelumnya diam-diam memasukkan obat bius ke minuman Joy.

Joy kemudian meninggal. Mau tidak mau Singh memutuskan untuk membuang mayat Joy. Meen sempat menolak namun tidak kuasa melawan Singh dan Garn.

Usaha untuk menyingkirkan mayat Joy ternyata tidak mudah. Singh juga berkali-kali dihantui oleh arwah Joy. Hingga akhirnya ia tanpa sengaja membunuh Garn karena mengira itu adalah arwah Joy.

Di saat hendak membakar mayat Joy, lagi-lagi tanpa sengaja Singh ikut membakar bahan peledak yang ada di belakangnya. Ia pun tewas terbakar.

Ketika ditanya oleh media, Meen mengaku tidak kenal dengan Singh dan Garn.

Kembali ke sekolah, Meen mendapatkan beasiswa dan diminta untuk menyiapkan pidato di acara serah terima nanti. Ia jadi populer di kalangan murid-murid yang sekolah.

Namun tidak semua. Ada sosok misterius yang berulang kali menuduhnya berbohong. Pelakunya ternyata adalah Ann dan Ting. Ting sendiri adalah kakak Joy. Ia mengaku tahu percakapan Meen dengan Joy dan bahwa Meen yang memperkenalkan Joy dengan Singh.

Terungkap bahwa Meen dan Joy sebenarnya adalah sahabat baik. Meen ingin mendapatkan beasiswa untuk membuat ibunya perhatian kepadanya. Joy mendukung dan mengatakan tidak ingin mengajukan beasiswa.

Di saat Joy sekarat beberapa waktu lalu, Meen sebenarnya hendak mengambil obat asma yang ada di tas Joy. Tanpa sengaja ia membaca pesan dari ibu Joy, yang mengatakan ia sudah mengirimkan data untuk keperluan beasiswa Joy. Meen emosi dan batal memberikan obat tersebut hingga Joy meninggal.

Di hari penyerahan beasiswa, Meen mendapat gangguan dari arwah Joy dan akhirnya jatuh dari rooftop sekolah. Ia pun tewas.

Ting selalu berlatih renang agar bisa berprestasi. Ia ingin dianggap oleh ibunya, yang selama ini lebih peduli pada Joy.

Suatu hari, tanpa sengaja Ting melihat Joy tengah berganti pakaian. Ia diam-diam merekamnya dan menyebarkan video tersebut.

Tersebarnya video tersebut membuat ibu Joy kesal karena merusak reputasi Joy yang sudah ia bangun. Ia memarahi Joy habis-habisan sehingga Joy jadi galau.

Pasca kematian Joy, ibu Ting akhirnya tahu Ting pelaku penyebaran video tersebut. Ia sempat hendak bunuh diri untuk mengikuti Joy, namun Ting berhasil mencegahnya. Mereka pun saling bermaafan.

Tanggal Rilis: 27 Juni 2013
Durasi: 1 jam 33 menit
Sutradara: Saranyoo Jiralak, Sitisiri Mongkolsiri, Kittithat Tangsirikit
Produser: Ruthaiwan Wongsirasawat
Penulis Naskah: –
Produksi: Talent 1 Movie Studio
Pemain: Jirayu La-ongmanee, Sutatta Udomsilp, Pimpakan Preakunnatham, Ekawat Niratvorapanya, Kalaya Lerdkasemsap

Review Singkat

“Last Summer” mungkin bukan yang pertama menerapkan konsep tiga cerita pendek yang saling berhubungan menjadi sebuah cerita utuh. Namun begitu ini adalah pertama kalinya saya menonton film horor dengan konsep sedemikian rupa. Dan ya, saya cukup terkejut dan menikmatinya.

Pasalnya, masing-masing dari ketiga alur yang dihadirkan sebenarnya bisa dikembangkan menjadi tiga judul film yang berbeda. Terutama bagian pertama. Agak kaget begitu tahu bagian tersebut hanya berjalan kurang lebih 15 menit saja. Saya pikir filmnya beneran sudah tamat, hehehe.

Di sisi lain, setelah tahu ceritanya belum usai, alur cerita berikutnya sudah bisa ditebak. Sebagai satu-satunya tokoh di awal yang masih bertahan, Meen sudah pasti punya andil dalam kematian Joy. Sayang tebakan saya agak meleset karena saya mengira Meen bekerjasama dengan Singh untuk membius Joy.

Begitu pula dengan alur cerita ketiga. Dengan petunjuk adanya video tentang Joy yang beredar dan Ting yang menjadi sentral di bagian tersebut, sudah pasti yang merekam videonya adalah Ting.

Untungnya, naskah skenario yang dihadirkan terbilang rapi dan minim lubang. Ditambah dengan akting pemain yang lumayan meyakinkan. Berkurangnya efek kejutan di bagian kedua dan ketiga menjadi tidak terlalu mengurangi kenyamanan menonton.

Dari segi horornya sendiri “Last Summer” menurut saya pribadi kurang nendang. Jump scare sebagian besar bisa diprediksi. Tidak ada sesuatu yang benar-benar unik atau berbeda dengan kebanyakan film bergenre serupa.

Penutup

“Last Summer” memang bukan film horor terbaik asal negeri gajah putih. Tapi sejauh ini, ia adalah film horor yang paling berhasil memuaskan saya sebagai seorang penonton awam. Penggabungan ketiga bagian cerita yang ada cukup baik. Tidak ada kesan dipaksakan atau dibuat-buat. Akting para pemainnya pun meyakinkan. Sayang jump scare maupun twist-nya mudah ditebak. 6/10.

Catatan: review serta rating bersifat subyektif dan berdasarkan preferensi pribadi

rf lastsummer

Leave a Reply