Alur Cerita Film Scary Stories To Tell In The Dark (2019) | Derita (Nyaris) Tiada Akhir Akibat Nyolong Bukunya Penyihir

“Scary Stories To Tell In The Dark” adalah film antologi yang berisi 5 cerita horor pendek, hasil adaptasi dari buku dongeng anak-anak berjudul sama karangan Alvin Schwartz.

Ceritanya kemudian diolah oleh Guillermo del Toro bersama dengan Patrick Melton dan Marcus Dunstan, sebelum akhirnya dikembangkan dalam bentuk naskah skenario oleh Dan serta Kevin Hageman.

Walau tidak luput dari kritik, film ini sempat merajai box office pada saat ditayangkan di bioskop 3 tahun lalu.

Sebagai BUKAN penggemar film antologi, jadi penasaran apakah “Scary Stories To Tell In The Dark” ini mampu membuat saya terkesan dan ketakutan atau tidak.

Nah, seperti apakah ceritanya? Layakkah untuk ditonton?

Simak yuk alur cerita film Scary Stories To Tell In The Dark beserta review singkatnya di bawah ini untuk tahu jawabannya.

Sekilas Tentang

poster film scary stories to tell in the dark

poster film scary stories to tell in the dark

Pada Halloween 1968, Stella dan dua temannya bertemu dengan seorang gelandangan misterius, Ramón, dan mengungkap buku catatan cerita yang menyeramkan.

Tanggal Rilis: 9 Agustus 2019
Durasi: 1 jam 48 menit
Sutradara: André Øvredal
Produser: Guillermo del Toro, Sean Daniel, Jason F. Brown, J. Miles Dale, Elizabeth Grave
Penulis Naskah: Dan Hageman, Kevin Hageman
Produksi: CBS Films, Entertainment One, 1212 Entertainment, Double Dare You Productions, Sean Daniel Company
Pemain: Zoe Colletti, Michael Garza, Gabriel Rush, Austin Zajur, Natalie Ganzhorn, Austin Abrams, Dean Norris, Gil Bellows, Lorraine Toussaint

Sinopsis / Alur Cerita Scary Stories To Tell In The Dark

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung SPOILER!!!

31 Oktober 1968, di kota kecil Mill Valley, Pennsylvania.

Di malam Halloween, 3 orang sahabat Stella (diperankan oleh Zoe Colletti), Auggie (diperankan oleh Gabriel Rush), dan Chuck (diperankan oleh Austin Zajur) mengerjai Tommy Milner (diperankan oleh Austin Abrams), teman sekolah yang acap melakukan perundungan terhadapnya.

Tak disangka, Tommy saat itu tengah berkencan dengan Ruth (diperankan oleh Natalie Ganzhorn), saudari Chuck.

Untuk melarikan diri dari kejaran Tommy dan teman-temannya, Stella dkk lantas bersembunyi di mobil Ramon (diperankan oleh Michael Garza) yang sedang menonton bioskop drive-thru.

Belakangan Tommy berhasil menemukan mereka. Namun di luar dugaan Ramon cukup berani untuk menentangnya. Ia tetap woles dan sama sekali tidak bergeming ketika Tommy memaksanya untuk membuka pintu mobil.

cuplikan film scary stories to tell in the dark

cuplikan film scary stories to tell in the dark

Stella lalu mengajak Ramon, Auggie, dan Chuck untuk mendatangi ‘rumah hantu’. Atau lebih tepatnya rumah terbengkalai milik keluarga Bellows, salah satu pendiri Mill Valley.

Stella menceritakan tentang mitos Sarah, putri keluarga Bellows, yang dikurung di dalam rumah dan dituduh sebagai penyihir oleh warga sekitar.

Ia dan Ramon kemudian menemukan sebuah ruangan tersembunyi yang diduga tempat persembunyian Sarah dulu. Ada buku cerita horor milik Sarah di sana.

Tiba-tiba saja Tommy datang bersama dengan Ruth.

Karena membela Chuck, Ruth lantas ikut dikurung di ruangan tersebut bersama yang lain oleh Tommy.

Di saat yang lain mencoba membuka pintu, Stella malah membuka buku milik Sarah dan memintanya menceritakan sebuah dongeng.

Sesaat kemudian kunci pintu terbuka dengan sendiri dan mereka pun pergi meninggalkan rumah tersebut.


Karena mobil Ramon dirusak oleh Tommy, Stella mempersilahkannya untuk menginap di rumah.

Kebetulan ada sebuah sofa di rubanah yang bisa digunakan Ramon.


Stella membuka satu demi satu halaman buku cerita milik Sarah.

Secara misterius muncul sebuah cerita baru yang berjudul “Harold”.


Di ladang jagung milik keluarganya, orang-orangan sawah bernama Harold tiba-tiba hidup dan menyerang Tommy.

harold si orang orangan sawah

harold si orang orangan sawah

Harold lalu menusuk Tommy dengan garpu rumput, membuatnya muntah jerami. Berbarengan dengan itu, tubuh Tommy perlahan mulai berubah.

Esoknya, Tommy dilaporkan menghilang.

Penasaran dengan yang tercantum di buku cerita, Stella dan Ramon memeriksa ladang jagung. Di sana mereka menemukan orang-orangan sawah Harold namun ia kini mengenakan pakaian Tommy.

Stella jadi curiga bahwa apa yang tertulis di buku adalah kenyataan. Bahwa Tommy telah berubah menjadi orang-orangan sawah. Ramon tidak mempercayainya.


Stella mengembalikan buku cerita Sarah ke ruangan tersembunyi di rumah keluarga Bellows.

Anehnya, malam harinya, Ramon justru menemukan buku tersebut ada di rak Stella.

Ketika dibuka, sebuah cerita baru muncul. Judulnya adalah “The Big Toe”.

Dan kali ini tokoh utamanya adalah Auggie.

Stella dan Ramon berusaha untuk memperingatkannya tentang adanya sesosok monster atau mayat hidup yang bakal meneror Auggie, sesuai dengan yang tertulis di buku.

Monster tersebut mencari potongan jari kakinya. Yang ternyata berada dalam semur yang hendak dimakan oleh Auggie.

Auggie tidak mempercayai keduanya. Hingga ia benar hampir memakan jari kaki di dalam panci semur.

makan jari kaki

makan jari kaki

Sempat bersembunyi di bawah tempat tidur, Auggie kemudian tertangkap oleh si mayat hidup. Tubuhnya lalu menghilang begitu saja.


Stella dan Ramon memberitahu apa yang terjadi pada Chuck dan Ruth.

Stella yakin salah satu dari mereka bakal jadi korban berikutnya.

Ruth tidak percaya dan menganggap mereka hanya sedang mencoba mengerjainya.

Stella, Ramon, dan Chuck lalu mencoba untuk membakar buku tersebut. Usaha mereka gagal.

Ketiganya lanjut mencari sebanyak mungkin informasi mengenai Sarah dengan harapan bisa menemukan cara untuk mencegah ‘kutukan’ buku dongeng.

Terungkap bahwa seluruh anggota keluarga Bellows menghilang dan nama-nama mereka ada dalam buku Sarah.

Sebuah cerita baru tiba-tiba muncul. Judulnya adalah “The Red Spot” dengan Ruth sebagai tokoh utamanya.


Benjolan bekas gigitan laba-laba di wajah Ruth semakin besar. Sementara ia harus segera tampil di sebuah pentas.

Mendadak muncul ribuan laba-laba dari bekas gigitan tersebut, membuat Ruth syok berat.

Tubuhnya pun kini dipenuhi luka bekas gigitan laba-laba.

Di saat Auggie dan Ramon membantu Ruth, Stella sempat melihat adanya bayangan hitam melintas. Ia meyakini itu adalah sosok si penyihir Sarah.


Stella, Chuck, dan Ramon pergi menemui Louise Baptiste a.k.a Lou Lou (diperankan oleh Lorraine Toussaint). Kedatangan mereka disambut oleh putrinya, Claire (diperankan oleh Karen Glave).

suka banget tone warnanya

suka banget tone warnanya

Sayangnya tidak banyak yang bisa mereka korek darinya. Selain adanya sedikit perbedaan fakta dengan berita yang beredar selama ini tentang kematian Sarah.

Untuk menggali informasi lebih lanjut, ketiganya pergi ke rumah sakit jiwa tempat dulunya Sarah dirawat dan menyusup ke ruang penyimpanan arsip di bekas bangunan rumah sakit lama yang sudah tidak terpakai.

Dari catatan rekam medis pasien, terungkap bahwa kakak Sarah sendiri, Ephraim, yang merupakan dokter di rumah sakit tersebut, telah melakukan berbagai macam penyiksaan berkedok terapi terhadap Sarah.

Sarah rupanya hendak memberitahu warga bahwa pabrik keluarga Bellows telah meracuni air kota dengan air raksa. Insiden yang kemudian berujung pada kematian beberapa penduduk kota.

Sebuah cerita baru berjudul “The Dream” muncul di buku dongeng Sarah.


Berniat meninggalkan rumah sakit, Chuck justru nyasar dan bertemu dengan Pale Lady, sosok wanita yang ada di dalam mimpinya semalam.

the pale lady

the pale lady

Ia pun dihisap masuk ke dalam tubuh Pale Lady dan hilang begitu saja. Lagi-lagi sesuai dengan cerita yang ada di buku.


Stella dan Ramon ditahan karena telah menyusup masuk tanpa izin.

Kepala polisi Turner (diperankan oleh Gil Bellows) memberitahu bahwa Ruth kini mengalami gangguan jiwa akibat insiden yang ia alami.

Ia lalu mempersilahkan Stella untuk pergi. Berbeda dengan Ramon, yang ternyata kabur dari wajib militer Perang Vietnam. Ia takut mengalami nasib yang sama seperti kakaknya. Tewas dengan kondisi tubuh tidak utuh di medan perang.

Takut mencelakakan ayahnya, Roy (diperankan oleh Dean Norris), Stella lebih memilih untuk tetap berada di sel bersama Ramon.


Turner melihat sebuah cerita baru muncul di buku dongeng. Judulnya adalah “Me Tie Dough Ty Walker” dengan Ramon sebagai karakter utamanya.

Ramon langsung tahu bahwa yang bakalan membunuhnya adalah Jangly Man, sosok hantu yang sejak kecil acap hadir di mimpi buruknya.

Sesuai dugaan Ramon, Jangly Man hadir dan membunuh Turner.

Untunglah Stella berhasil membuka pintu sel dan kabur bersama Ramon sebelum Jangly Man membunuh mereka.

Ramon lantas meminta Stella untuk pergi ke rumah Sarah sementara ia memancing Jangly Man agar mengejarnya.

Setelah menabrak Jangly Man dengan mobil, Ramon bergegas menyusul Stella.


Di rumah keluarga Bellows, Stella meminta Sarah untuk berhenti bercerita.

Ia tiba-tiba terlempar ke masa lalu dan berada di dalam tubuh Sarah muda.


Ramon menemukan buku dongeng Sarah di lantai. Sebuah cerita bertajuk “The Haunted House” mulai tertulis di lembaran baru.

Mengetahui Jangly Man ternyata masih mengejarnya, Ramon mencoba untuk bersembunyi di rubanah.


Seluruh penghuni rumah mencari Sarah.

Stella sempat bersembunyi berkat bantuan Lou Lou muda (diperankan oleh Ajanae Stephenson) namun ujung-ujungnya terpergok.

Mereka kemudian mengurung Stella di rubanah.

Di sana Stella akhirnya bertemu dengan arwah Sarah.

Kepadanya, Stella berjanji akan memberitakan kebenaran tentang Sarah ke publik. Asalkan Sarah mau berhenti mencelakai orang-orang.

Sarah setuju dan meminta Stella untuk menuliskannya di buku cerita dengan menggunakan darahnya. Stella melakukannya.

Bersamaan dengan itu, arwah Sarah dan Jangly Man lenyap. Stella pun bertemu kembali dengan Ramon.


Stella menepati janjinya dengan membuat artikel di koran mengenai Sarah.

Setelah berpisah dengan Ramon yang memutuskan untuk menjalani wajib militernya, Stella dan ayahnya menjemput Ruth dari rumah sakit.

Ia berjanji akan mencari cara untuk mengembalikan Auggie dan Chuck.

Penutup

Itu tadi sinopsis atau alur cerita dari film Scary Stories To Tell In The Dark. Tone warna yang baik serta desain karakter monster / hantu yang keren bisa dibilang sebagai kekuatan utamanya.

Naskahnya sendiri juga tidak buruk. Mungkin bisa membuat penonton berusia remaja, yang menjadi target pasarnya, merasa puas.

Saya pribadi terus terang merasa biasa saja karena dari sisi horornya tidak terlalu seram.

Yah, khas film-film horor barat yang mengandalkan monster (dan penyihir). Seram dari segi penampakan monsternya, namun tidak seram dari segi jump scare-nya.

Oh ya, berbeda dengan info awal yang saya peroleh, faktanya ini bukanlah film antologi. Jadi aman ditonton oleh yang tidak suka genre tersebut seperti saya, hehehe.

Film “Scary Stories To Tell In The Dark” ini bisa ditonton secara streaming melalui layanan Netflix.

Catatan: review serta rating bersifat subyektif dan berdasarkan preferensi pribadi

alur cerita film scary stories to tell in the dark

Leave a Reply