3 Hotel Surabaya Yang Dekat Dengan Taman Bungkul

Dalam 2-3 terakhir, entah kenapa perkembangan hotel Surabaya meningkat cukup pesat. Banyak sekali hotel-hotel baru bermunculan. Terutama yang masuk dalam jajaran hotel berbintang. Bayangkan, dalam radius 2-3 km dari tempat tinggal saya (daerah Raya Tenggilis) saja kini ada hampir 10 akomodasi yang bisa dipilih. Padahal jaraknya masih cukup lumayan dengan pusat kota. Tidak pula dekat dengan pusat bisnis maupun perbelanjaan. Keren, kan?

Nah, mumpung 2 tahun lalu (lama, ya?) saya sudah pernah menulis tentang daftar hotel di kota Surabaya yang lokasinya dekat dengan Ciputra World (https://curcol.co/hotel-dekat-ciputra-world-surabaya-10428), kali ini saya akan coba menulis konten serupa: tentang akomodasi yang berada di sekitar Taman Bungkul, salah satu ikon populer kota berlambang hiu dan buaya ini. Apa saja kira-kira?

Tentang Kota Surabaya

Kota Surabaya adalah ibukota dari provinsi Jawa Timur. Luasnya yang mencapai 350.54 km² menjadikannya sebagai kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Jumlah penduduknya menurut data tahun 2018 sekitar 2,9 juta jiwa.

Dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, Surabaya dikenal sebagai kota Pahlawan. Ini terkait dengan kiprah arek-arek Suroboyo (sebutan bagi penduduk Surabaya, khususnya pemuda) dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan bangsa dari serangan penjajah. Salah satunya, yang sudah pasti diajarkan di sekolah, adalah mengenai insiden perobekan bendera di hotel Yamato.

Saat ini, kota yang berhari jadi setiap tanggal 31 Mei ini dipimpin oleh walikota Tri Rismaharini yang sudah menjabat selama 2 periode berturut-turut. Selain berhasil Dolly, menutup kawasan lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara beberapa tahun lalu, salah satu keberhasilan beliau lainnya adalah mengembangkan Taman Bungkul menjadi ruang publik yang banyak diminati warga serta wisatawan.

Mengenal Taman Bungkul

Taman Bungkul saat ini bisa dibilang sebagai salah satu ikon kota Surabaya. Pasalnya, ini bukanlah taman kota biasa. Selain punya fasilitas umum yang lengkap — mulai dari skateboard dan BMX track, jogging track, akses wi-FI gratis, kolam air mancur, taman bermain, pujasara, hingga panggung hiburan — serta tanaman-tanaman yang terjaga keasriannya, tempat ini pernah menyabet penghargaan sebagai taman terbaik se-Asia dari ajang The 2013 Asian Townscape Award yang diselenggarakan oleh PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa).

Taman yang terletak di jalan Raya Darmo ini sendiri diberi nama sesuai dengan nama seorang tokoh agama yang sangat berpengaruh dalam penyebaran Islam di Surabaya dan sekitarnya. Yaitu Ki Ageng Supo, yang bergelar Sunan Bungkul atau Mbah Bungkul. Makam beliau terletak di bagian belakang taman. Siapa saja bebas untuk berziarah di sana jika mau.

Sejak diresmikan pada tanggal 21 Maret 2007, taman seluas 900m² ini terus berkembang pesat. Terutama sejak ibu Tri Rismaharini menjabat sebagai walikota. Tidak hanya di akhir pekan, hampir setiap hari Taman Bungkul dipadati oleh pengunjung. Dari yang sekedar mampir untuk kulineran, numpang internetan gratis, sampai yang bercengkrama bersama keluarga maupun teman.

Hotel Di Surabaya Dekat Taman Bungkul

Berikut ini 3 hotel Surabaya yang berlokasi dekat dengan Taman Bungkul.

BATIQA Hotel Darmo

Setelah Cirebon, Bekasi, Karawang, Lampung, Palembang, dan Pekanbaru, jaringan hotel Batiqa membuka cabang baru mereka di kota Surabaya. Hotel berbintang tiga ini memiliki 87 kamar, tiga di antaranya adalah kamar Suite yang mewah dan luas. Sejauh ini, hotel yang berjarak kurang lebih 500 meter dari Taman Bungkul ini mendapatkan respon yang cukup positif dari tamu-tamu yang pernah menginap di sana. Mulai dari kenyamanan, keramahan, hingga kelezatan menu restorannya banyak mendapat acungan jempol.

Selain kamar bertipe Suite, tersedia pula kamar Superior dan Family Room. Yang disebut belakangan ini yang patut menjadi pertimbangan. Tidak banyak akomodasi di kota besar yang menghadirkan kamar tipe ini, yang bisa dihuni ramai-ramai bersama seluruh anggota keluarga. Oke, bukan berarti keluarga besar bisa muat semua, ya. Tapi setidaknya orang tua dan dua anak bisa tidur dengan nyaman dengan ranjang yang terpisah. Tidak harus berdesak-desakan atau ada yang harus mengalah tidur di lantai, hehehe.

Beberapa fasilitas lain di antaranya ruang gym / fitness, akses Wi-Fi dalam kamar gratis, serta restoran di rooftop, yang tentu saja menyajikan pemandangan kota Surabaya yang lega. Harga menginap per malam mulai dari 300 ribuan.

Grand Darmo Suite

Hotel berbintang 4 ini hanya berjarak 50 meter saja dari Taman Bungkul. Desain bangunannya modern elegan, walau terlihat sedikit kaku. Fasilitas yang tersedia di antaranya kolam renang, spa / massage, fitness center, dan akses Wi-Fi gratis dalam kamar.

Terdapat 3 pilihan kamar. Yaitu Deluxe Suite (400 ribuan), Executive Suite (550 ribuan), dan Penthouse Suite (10 jutaan!). Yang belakangan disebut bikin ngiler pengen nyoba, hehehe. Tapi ragu juga sih. Penampakan di situs resmi mereka rasanya tidak jauh berbeda dengan kamar di hotel Sutos, yang bandrol harganya hanya sepersepuluhnya saja…

Rata-rata komentar tamu yang pernah menginap cukup positif. Walau ada beberapa yang mengeluhkan mengenai kamar mandi yang mereka anggap terlalu kecil, serta kebersihan yang bisa lebih ditingkatkan lagi.

Hotel Oval

Hotel yang satu ini jaraknya ke Taman Bungkul sebenarnya tidak jauh berbeda dengan BATIQA Hotel Darmo. Namun untuk mencapainya kita harus menyeberangi jalan Raya Diponegoro dan Raya Darmo terlebih dahulu. Keduanya lumayan padat di jam-jam tertentu. Agak merepotkan apabila kita bepergian dengan membawa anak kecil misalnya.

Dari segi usia, rasanya hotel Oval ini yang paling tua di antara kedua kompetitornya di atas. Bentuk bangunannya sebenarnya cukup unik (tentus aja berbentuk oval sesuai namanya) dan mudah melekat di otak. Kamarnya pun luas. Namun mungkin karena faktor usia, beberapa tamu mengeluhkan masalah kenyamanan yang mereka rasa di bawah standar hotel berbintang 3.

Beberapa fasilitas yang tersedia di antaranya adalah kolam renang, laundry, spa, dan business center.

Kesimpulan

Dengan menggunakan kacamata orang yang hendak menyambangi Taman Bungkul saat berlibur atau menyelesaikan urusan bisnis di kota Surabaya, saya pribadi akan memilih untuk menginap di Hotel Batiqa. Jaraknya memang tidak sedekat Grand Darmo Suite, tapi selisih harganya jika digunakan untuk naik becak pulang pergi ke Taman Bungkul juga masih sisa kok, hehehe. Selain itu, bangunan hotelnya sendiri masih baru. Kemungkinan kecil sekali ada fasilitas yang tidak berfungsi dengan baik, baik yang ada di dalam kamar maupun di dalam area hotel.

Bagaimana menurut teman-teman?

Last modified on July 9, 2019 9:59 pm

Share
Cosa Aranda

Cosa Aranda adalah blogger profesional dari kota Surabaya yang sudah berkecimpung di dunia bisnis online sejak tahun 2005. Sempat beberapa kali menjadi pembicara seminar dan mengadakan workshop pada periode tahun 2007-2010. Saat ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggeluti hobi dan passionnya di bidang travelling, hiburan, serta permainan arcade. Bisa ditemui di Facebook jika ingin berkenalan.