Tentang Drama Korea Solomon’s Perjury (JTBC, 2016)

Menyusul masa tayang “My Wife’s Having An Affair This Week” yang telah habis dua minggu lalu, JTBC mengisi slot acara pukul 20:30 di hari Jum’at dan Sabtu dengan drama korea penggantinya, “Solomon’s Perjury” (솔로몬의 위증 / Solromonui Wijeung), atau jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah “Sumpah Palsu Sulaiman”. Istilah ‘Sulaiman’ sendiri di sini mengacu pada ‘orang yang bijaksana’, bukan nama orang atau tokoh. Sedangkan untuk ceritanya merupakan adaptasi dari novel “Solomon no Gisho” yang ditulis oleh Miyuki Miyabe dan dipublikasikan pada bulan Oktober 2002 hingga November 2011 (lama, ya?) di Novel Magazine Shosetsu Shincho. Tahun 2015 lalu, dua buah film layar lebar yang mengangkat cerita novel tersebut juga sudah pernah dibuat di Jepang, dengan tajuk “Solomon’s Perjury 1: Suspicion” (Solomon no Gisho Zenpen Jiken) dan “Solomon’s Perjury 2: Judgment” (Solomon no Gisho Kohen Saiban). Pemeran utamanya adalah Ryoko Fujino dan Mizuki Itagaki.

Dok. gambar dan video © JTBC of Korea Selatan

Sekilas Tentang

Cerita “Solomon’s Perjury” berawal dari seorang siswa bernama Lee So-Woo (diperankan oleh Seo Young-Joo) yang secara mengejutkan ditemukan telah tewas di halaman sekolah. Polisi dan pihak sekolah sepakat bahwa itu adalah kasus bunuh diri. Beberapa waktu kemudian, sebuah surat yang berisi pernyataan seorang saksi dikirimkan pada Ko Seo-Yeon (Kim Hyun-Soo), ketua kelas So-Woo yang sekaligus putri seorang detektif polisi senior, menyatakan bahwa So-Woo tidak bunuh diri, melainkan mati dibunuh oleh Choi Woo-Hyuk (Back Cheol-Min), berandalan sekolah yang kebetulan ayahnya adalah pria yang berpengaruh dan memiliki kuasa, CEO Choi (Choi Joon-Yong). Perbedaan pemikiran dan kepentingan antara ‘orang dewasa’ (pihak sekolah, orang tua, kepolisian) dengan ‘anak muda’ (siswa sekolah) membuat Seo-Yeon memutuskan untuk menyelidiki sendiri kasus kematian So-Woo bersama dengan teman-temannya.

Drama korea dengan genre misteri bernuansa suspense (bahasa Indonesia-nya apa ya?) ini memang menawarkan sesuatu yang beda dengan kebanyakan tayangan berseting kehidupan remaja sekolah. Saya tidak tahu apakah bakal dimasukkan unsur percintaan di sini (karena ceritanya lumayan berbeda dengan versi Jepang-nya, detil perbedaannya ada di bagian bawah artikel), tapi saya merasa menyaksikan suguhan drama remaja yang dewasa dan matang, tidak sekedar lucu-lucuan atau adu kebodohan.

Oh ya, sekedar info tambahan, “Solomon’s Perjury” disutradarai oleh Kal Il-Soo, sedang naskah adaptasinya ditulis oleh Kim Ho-Soo. Seperti sudah disebutkan di atas, kdrama ini tayang di jaringan TV cable JTBC setiap Jum’at dan Sabtu pukul setengah sembilan malam waktu Korea tentunya. Total akan ada 12 episode yang direncanakan tayang, dengan episode terakhir dijadwalkan pada tanggal 21 Januari 2017.

Daftar Dan Profil Pemain

Menarik bahwa beberapa aktor dan aktris sebelumnya telah menolak untuk membintangi drama korea ini. Mulai dari Ko Ah-Sung, L (Kim Myung-Soo dari INFINITE), hingga Chae Soo-Bin. Saya tidak ada kritikan dengan akting Kim Hyun-Soo yang menjadi bintang utama di drakor ini, tapi agak penasaran juga seandainya Soo-Bin yang memerankannya. Saya suka senyumnya Soo-Bin sih, hehehe.

Berikut ini daftar pemeran utama “Solomon’s Perjury”. Profil lengkap pemain menyusul ya 🙂

Kim Hyun-soo sebagai Ko Seo-yeon, siswi teladan di sekolah ternama. Melihat sendiri saat Choi Woo-Hyuk membully Lee So-Woo, tapi tidak berani melakukan apa-apa. Dibayangi oleh keinginan untuk menebus kesalahannya, ia mengusulkan adanya sidang sekolah bagi kasus So-Woo dan bertindak sebagai jaksa penuntut umum.

Jang Dong-yoon sebagai Han Ji-hoon, sahabat baik Lee So-Woo, terkenal sebagai cowok paling cute di sekolah. Misterius. Diadopsi oleh Han Kyung-Moon. Yakin bahwa Lee So-Woo tidak mungkin bunuh diri, ia membantu Seo-Yeon dalam sidang sekolah dan bertindak sebagai pengacara.

Seo Ji-hoon sebagai Bae Joon-young, teman sekelas Seo-Yeon, orang yang pertama menemukan jasad Lee So-Woo. Dibenci oleh ibunya sendiri karena dianggap sudah menyebabkan ibunya sakit. Bertindak sebagai asisten pengacara di sidang sekolah.

Seo Young-joo sebagai Lee So-woo, siswa yang melakukan bunuh diri. Pintar tapi tidak menonjol di kelas karena pendiam dan sering menyendiri.

Cho Jae-hyun sebagai Han Gyeong-moon, ketua LBH yayasan sekolah, seorang jaksa penuntut umum. Tidak segan melakukan segala cara untuk melindungi kliennya (pihak yayasan dan orang-orang di dalamnya).

Baek Cheol-min sebagai Choi Woo-hyuk, tersangka utama karena sempat berkelahi dengan Lee So-Woo dua minggu sebelum kematiannya, serta dikuatkan dengan surat pernyataan dari saksi misterius.

Ahn Nae-sang sebagai Go Sang-joong, ayah Ko Seo-Yeon, seorang detektif senior.
Kim Yeo-jin sebagai ibu Ko Seo-Yeon.
Lee Gyeong-shim sebagai ibu Bae Joon-young, mengalami depresi dan membenci Joon-Young.
Shim Yi-young sebagai Detective Oh
Heo Jung-do sebagai Reporter Park
Shin Eun-jung sebagai bu guru Kim
Ji Yi-soo sebagai bu wali kelas
Yoo Ha-bok sebagai kepala sekolah
Ryu Tae-ho sebagai wakil kepala sekolah

Soundtrack / OST

Hingga saat artikel ini ditulis (dua episode perdana), tidak ada tanda-tanda bahwa drakor ini bakal memiliki soundtrack atau lagu latar, mengingat fakta bahwa sama sekali tidak ada musik latar yang diputar dari awal hingga akhir.

Kumpulan Sinopsis

Berikut adalah daftar sinopsis lengkap dari “Solomon’s Perjury” yang ada di situs Curcol.Co, lengkap beserta jadwal tayang masing-masing episode. Klik pada tautan yang tersedia untuk membaca sinopsis selengkapnya, ya 🙂

Episode 1 (16 Desember 2016): eps 1
Episode 2 (17 Desember 2016): eps 2
Episode 3 (23 Desember 2016): eps 3
Episode 4 (24 Desember 2016): eps 4
Episode 5 (30 Desember 2016): eps 5
Episode 6 (31 Desember 2016): eps 6
Episode 7 (6 Januari 2017): eps 7
Episode 8 (7 Januari 2017): eps 8
Episode 9 (13 Januari 2017): eps 9
Episode 10 (14 Januari 2017): eps 10
Episode 11 (20 Januari 2017): eps 11
Episode 12 (21 Januari 2017): eps 12

Sekilas info saja, setelah nantinya drakor ini tamat, penggantinya adalah “Strong Woman Do Bong-Soon”, yang dibintangi oleh Park Bo-Young (Oh My Ghost, King and I) dan Park Hyung-Sik (High Society, What Happens To My Family). Ada Ji Soo juga tuh, yang eksis di Doctors, Fantastic, dan Moon Lover: Scarlet Heart Ryeo. Sayang belum ada kejelasan bakal seperti apa cerita yang diangkat di serial ini.

Perbandingan Versi JDrama Dengan Drakor

Saya akan mencoba membandingkan adaptasi versi layar lebar di film “Solomon’s Perjury 1: Suspicion” dengan adaptasi versi drama korea di dua episode awal “Solomon’s Perjury”. Yang pertama dari segi cerita. Untuk kelompok ‘orang dewasa’ (pihak sekolah, kepolisian, dan orang tua), cerita pada versi Jepang lebih sederhana dengan tidak terlalu banyak karakter di sana. Dengan demikian, fokus cerita benar-benar ada pada kelompok ‘remaja’. Berbeda dengan versi Korea dimana kelompok ‘orang dewasa’ tidak kalah jumlah dan masing-masing ikut menghadirkan konflik tersendiri. Sayangnya ada satu bagian cerita di versi Jepang yang menurut saya menarik tapi tidak disertakan di versi Korea. Yaitu adanya konflik antar guru. Mungkin ini berkaitan dengan etos kerja yang berbeda (karena saya cukup sering melihat guru tidak tunduk begitu saja pada kepala sekolah di drama-drama Jepang), tapi melihat para guru yang lempeng-lempeng saja mengikuti apa kata pak kepsek di versi Korea agak-agak gimana gitu.

Secara umum jalan ceritanya di antara kedua versi juga BERBEDA. Bagi yang sudah pernah menonton film layar lebarnya, tidak usah ragu untuk menyimak juga versi drama koreanya. Seriusan, beda kok, walau tentu saja untuk poin-poin utama seperti karakter yang menjadi terdakwa tidak bakalan berubah. Apalagi dengan adanya penambahan karakter di versi Korea, yang membuat jalan cerita berubah. Satu contoh, di versi Jepang yang dikambinghitamkan adalah bu wali kelas, sementara di versi Korea adalah kepala sekolah.

Lebih jauh tentang karakter, selain jumlahnya yang bertambah, sifat dari karakter juga ada yang mengalami perubahan. Dari yang mendukung jadi tidak mendukung (atau sebaliknya), dari yang baik jadi abu-abu, dan sebagainya. Karakter versi drakor yang menurut saya kurang pas adalah karakter Lee Joo-Ri (diperankan oleh Shin Se-Hwui yang bermain sangat baik di Man Living At My House sebagai Kwon Duk-Sim) dan Park Cho-Rong (diperankan oleh Seo Shin-Ae). Sebagai karakter dengan sifat queen bee (diva wanna-be), gaya dan penampilan Joo-Ri di versi Korea sama sekali tidak menggambarkan demikian. Ia lebih terlihat sebagai sosok yang introvert dan dikucilkan di kelas. Begitu pula dengan Cho-Rong yang digambarkan sebagai sahabat sejati Joo-Ri dan rela diperlakukan apa saja asal bisa terus berada di samping Joo-Ri. Jauh lebih baik penggambaran di versi layar lebar Jepang. Saya tidak menyalahkan akting mereka berdua yah, rasanya kesalahan lebih pada penulis naskah adaptasi atau sutradara yang kurang jeli.

Secara keseluruhan, dengan durasi tayang yang lebih lama, sudah pasti versi drama korea dari “Solomon’s Perjury” menawarkan cerita yang lebih kompleks dibandingkan versi layar lebarnya. Despite the flaw above, tontonan ini masih sangat saya rekomendasikan kok 🙂

Sekedar untuk perbandingan, simak nih trailer dari film layar lebarnya.

Reply