Spider-Man vs Electro dan Cikal Bakal Sinister Six di Spidey #8 (2016)

Di komik Spidey #7 lalu, Spider-Man bersua dengan Black Panther, karakter superhero yang popularitasnya menanjak semenjak eksis di film “Captain America: Civil War”. Bagaimana dengan edisi #8 ini? Akankah Spidey kembali bertemu dengan rekan seperjuangan sesama superhero, seperti halnya kala bertemu Iron Man di dua edisi sebelumnya? Atau giliran musuh klasik lain yang dihadirkan oleh Robbie Thompson, sang penulis cerita? Baiklah, without further ado, mari kita simak kisah selengkapnya di sinopsis komik (dan spoiler) Spidey #8 berikut ini. Berangkattt.

Sinopsis Komik *SPOILER*

spidey8

Spidey vs. Electro! And this time, Electro is powered by all the electricity of New York City!

Story: Robbie Thompson
Art: Nathan Stockman
Color: Jim Campbell
Letter: VC’s Travis Lanham
Judul Edisi: Blackout!
Tanggal Rilis: 6 Juli 2016

Peter Parker sedang nonton bareng Gwen Stacy di bioskop ketika mendadak listrik mati karena belum diisi ulang. Usut punya usut, tidak hanya satu gedung saja yang listriknya mati, melainkan seluruh kota mengalami blackout dan itu adalah ulah Electro yang sukses menyerap energi listrik dari seluruh kota. Terlebih, villain berkostum hijau kuning itu telah memodifikasi senjatanya sehingga bisa ‘menembakkan’ energi listrik hingga masuk menembus kostum Spider-Man.

Di tengah pertarungannya, Spidey menyempatkan diri untuk menemui Gwen yang mencarinya ke luar gedung dan mempromosikan karakter Peter kepadanya. Percakapan singkat tersebut ternyata memberi ide bagi si manusia laba-laba untuk memancing Electro ke dalam subway agar bisa menghabiskan persediaan energi miliknya tanpa bisa me-recharge-nya (karena belum isi ulang tidak ada listrik di dalam subway).

64_14

Rencananya berhasil dan Electro berhasil dilumpuhkan. Sayang, dalam perjalanan ke penjara, ia dibebaskan oleh Doctor Octopus, Kraven The Hunter, Sandman, Vulture, dan Mysterio, yang mengajaknya bergabung ke dalam Sinister Six. Sementara itu, usaha Spidey sebelumnya dalam mempengaruhi pendapat Gwen terhadap Peter ternyata berhasil. Mereka berencana untuk kembali menonton bioskop di lain waktu, namun kali ini tidak sekedar nonton melainkan sebagai sebuah kencan.


Saya curiga bahwa Thompson adalah orang Jawa karena dari edisi awal hingga sekarang ia selalu menganut filsafat “lakon menang keri” (artinya: jagoan menang belakangan) dalam menggambarkan pertarungan Spider-Man versus musuh-musuhnya. Polanya monoton: musuh muncul, Spidey terdesak, ia bertemu dengan karakter lain dan ngobrol, lalu mendapat ide untuk mengalahkan si musuh hingga akhirnya menang. Berhubung ini adalah seri remake dari perjalanan hidup Peter sebagai Spider-Man, rasanya wajar kalau berharap ada sesuatu yang lebih, tidak hanya dari segi cerita yang berbeda dengan aslinya, juga dari aksi Spider-Man itu sendiri. Semoga jeritan hati ini didengar oleh pihak Marvel 🙂

Tema artikel yang berhubungan: , ,  sinister six cerita.

Reply