Sinopsis When A Snail Falls In Love Episode 2 (2016)

Di sinopsis When A Snail Falls In Love episode sebelumnya, Xu Xu (Wang Zi Wen), seorang psikolog kriminal, mulai ditugaskan di bagian Major Crimes Unit sebagai petugas magang. Ji Bai (Wang Kai), kepala divisi tersebut, tidak menyukai keberadaan Xu Xu karena dianggap tidak cocok untuk berada di sana, terlebih karena ia memiliki skill fisik yang minim. Ia lalu meminta rekannya, Zhao Han (Yu Heng) untuk mencari kelemahan Xu Xu, namun justru Zhao Han yang dipermalukan olehnya. Mau tidak mau Zhao Han pun mengakui kemampuan Xu Xu. Apa yang akan terjadi selanjutnya di sinopsis cDrama When A Snail Falls In Love episode 2 kali ini?

Dok. gambar dan video © Dragon TV of China

Sinopsis Episode 2

Di tengah kegelapan malam, sosok misterius menanam sesuatu di tanah. Hari berganti. Di sebuah taman yang sudah dipenuhi oleh petugas kepolisian dan juga awak media, ditemukan beberapa pisau dan benda tajam yang sengaja dicat berwarna hijau dan dikubur di balik rerumputan, sehingga tidak mudah terlihat oleh mata. Dari orang-orang yang panik, sepertinya sudah ada korban jiwa dari kejadian tersebut.

Di salah satu kamar di asrama polisi, Yao Meng (Xu Yue) sedang membereskan kamarnya dengan penuh semangat. Xu Xu melakukan hal yang sama, tapi dengan gerakan yang jauh lebih lambat. Klemak-klemek kalau kata orang Jawa. Ia sempat kagum dengan Yao Meng yang dengan mudahnya mengangkat air galon dan meletakkannya di atas dispenser.

“Kamu sungguh kuat,” puji Xu Xu.

“Ini bukan apa-apa,” respon Yao Meng sembari memamerkan otot lengannya.

Kasus pisau di taman diserahkan pada Major Crimes Unit. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa pada pisau-pisau tersebut terdapat logo perusahaan Ye Corporation. Zhao Han segera mengabarkan pada Yao Meng dan Xu Xu untuk segera melapor karena ada kasus baru. Yao Meng gembira mendengarnya.

Keduanya lantas pergi bersama dengan Ji Bai dan Zhao Han untuk melakukan investigasi di salah satu toko perusahaan tersebut, tempat dimana pisau-pisau tersebut dibeli. Dalam perjalanan, Zhao Han memberitahu yang lain bahwa meski Ye Corporation lebih banyak bergerak di bidang real estate dan export import, tapi produk pisau mereka memang cukup populer. Ji Bai menanggapi dengan enteng karena menurutnya itu hanya ulah orang iseng.

“Ada apa denganmu? Tidakkah Sekolah Polisi mengajarkanmu ‘Tidak ada hal remeh dalam keamanan publik. Selalu waspada dan bersiap untuk bahaya di waktu-waktu damai’?” sergah Zhao Han.

“Baik, aku akan memikirkannya,” respon Ji Bai, “Ngomong-ngomong, pegawai intern harus lebih mendengarkan, ingat jika ada sesuatu yang salah, kita tetap bisa berharap pada kakak keempat untuk membantu kita.”

Sadar sedang disindir, Zhao Han berpura-pura hendak memukul Ji Bai.

Sementara yang lainnya menanyai petugas toko, Xu Xu terdiam dan justru mengamati lantai toko dan menyentuhnya dengan kedua tangannya. Petugas toko kemudian memberitahu bahwa manajer mereka sendiri, Zhang Shiyong (Jiang Bing), yang menangani transaksi penjualan pisau tersebut.

“Ia mengambilnya sendiri?” tanya Zhao Han.

“Ye Family Group punya 13 toko di dalam kota. Mr. Zhang adalah manajer umum. Ia tidak akan datang untuk mengambil hal semacam itu sendiri,” jelas petugas toko.

Melihat Xu Xu yang sedang memegangi tegel lantai, petugas toko memberitahunya bahwa itu adalah tegel spesial yang hanya ada di toko mereka. Namanya Myanmar Cold Jade. Xu Xu lantas lanjut memperhatikan pisau-pisau yang ada di toko tersebut, sementara petugas toko mengkonfirmasi bahwa manajer Zhang belum kembali sejak rapat minggu lalu.

Mereka mendatangi rumah Zhang Shiyong dan menemui istrinya, Ye Qiao (Wu Xiao Yu). Ye Qiao tampak tidak terlalu peduli dengan hilangnya suaminya. Dengan ogah-ogahan, ia menceritakan bahwa ia terakhir kali melihat suaminya 130 jam lalu dan tidak tahu menahu dengan transaksi pisau yang dilakukan Zhang Shiyong. Ia ternyata juga mengetahui tentang ayah Zhao Han yang meninggal dalam menjalankan tugasnya, namun baginya itu biasa saja. Dengan menahan diri, Zhao Han merespon dengan meminta maaf atas apa yang terjadi pada keluarga Ye Qiao beberapa tahun lalu.

“Kamu mengerti ketakutan dan kecemasan yang kamu rasakan lagi dalam situasi sekarang, serta ketidakpercayaan yang kamu miliki kepadaku,” ujar Zhao Han, “Tapi kamu harus ingat, apakah itu di masa lalu atau masa sekarang, seorang korban harus bekerjasama dengan polisi.”

“Apakah itu di masa lalu atau masa sekarang, keluarga Ye tidak pernah mengelabui polisi,” balas Ye Qiao.

“Baik,” respon Zhao Han, “Untuk membersihkanmu dari kemungkinan melindungi tersangka, kita akan melakukan penggeledahan di tempat tinggalmu untuk mencari bahaya keamanan yang potensial.”

Dengan dingin Ye Qiao mempersilahkannya. Zhao Han segera memberitahu anak buahnya yang lain yang berjaga di depan untuk masuk dan mulai melakukan penggeledahan. Sementara itu, Xu Xu sedari tadi hanya diam terpaku melihat lukisan yang terpajang di tembok.

Ye Zixi (Zhao Yuan Yuan) berada di sebuah kamar dan memperhatikan foto-foto yang ada di sana. Air matanya menetes. Tiba-tiba terdengar suara memanggilnya untuk datang dan makan bersama. Ia segera menghapus air matanya dan mengiyakan. Ternyata Ji Bai yang memanggilnya, bersiap untuk makan bersama dengan kakeknya.

“Zhang Shiyong tidak akan kembali,” ujar Xu Xu tiba-tiba.

Zhao Han yang sedang menginstruksikan perintah pada anak buahnya langsung terdiam.

“Ia telah diculik,” lanjut Xu Xu.

Kini tidak hanya Zhao Han yang terdiam, tapi juga Ye Qiao serta anak buah Zhao Han. Semua menoleh ke arah Xu Xu.

Zhao Han lantas mengajaknya keluar dan memintanya untuk menceritakan hasil pengamatannya. Melihat interior toko yang tadi mereka kunjungi, Xu Xu meyakini bahwa toko tersebut adalah cabang toko milik Ye Family Group yang pertama (dan utama), yang diawasi langsung oleh Ye Lanyuan (Jiao Ti Yi). Dengan demikian, tidak mudah bagi seseorang untuk mengeluarkan stok barang yang ada di sana, terlebih Zhang Shiyong, yang punya marga berbeda serta ‘hanya’ merupakan anak menantu ketiga. Fakta kedua yang diperoleh Xu Xu adalah tentang kondisi pernikahan Ye Qiao dengan Zhang Shiyong yang tidak harmonis, mempertimbangkan foto tunggal Ye Qiao yang ada di dalam rumah serta bekas pajangan foto pernikahan di tembok.

Xu Xu melanjutkan dengan menjelaskan penampilan Ye Qiao yang menunjukkan bahwa ia tidak cerdas, tidak punya selera bagus dalam berpakaian, tapi bersifat narsis. Wanita dengan ciri semacam itu biasanya tidak tahan diduakan oleh pasangannya. Namun demikian, melihat status Ye Qiao sebagai seorang anak dari keluarga kaya, bukan hal mudah bagi Zhang Shiyong untuk berselingkuh. Ketiga fakta tersebut, ditambah dengan kepribadian Zhang Shiyong, membuat Xu Xu menyimpulkan bahwa Zhang Shiyong sedang ditawan oleh seseorang.

“Lalu apa itu artinya?” tanya Zhao Han.

“Zhang Shiyong keluar dari rumah seminggu yang lalu. Ye Qiao hanya tidak mau mengakui bahwa pernikahannya telah gagal. Tentang dimana Zhang Shiyong kini berada, dan apakah ia telah dijadikan tawanan, Ye Qiao tidak tahu. Ia tidak berbohong.” jawab Xu Xu tenang.

Ye Zixi dan Ji Bai ngobrol tentang masa lalu mereka. Ye Zixi mengenang masa saat ia dulu sedang berboncengan bersama Ji Bai dan dihentikan oleh polisi. Agar lolos dari hukuman, ia mengaku namanya adalah Ye Qiao. Sejak itu teman-temannya di sekolah membencinya, kecuali Ji Bai dan teman-temannya. Ye Zixi kemudian mengatakan bahwa hampir semuanya tetap sama. Rumah kakeknya, masakan tantenya, juga kakak ketiga (Ji Bai).

“Sayangnya, aku bukan Ye Zi yang dulu lagi,” tambahnya sambil tersenyum.

Telpon Ji Bai tiba-tiba berbunyi. Tampaknya ia diminta untuk kembali dan menangani kasus Zhang Shiyong. Ia pun berjanji akan pulang malam itu juga.

Di rumah Ye Qiao, Xu Xu berdiri terpaku di depan TV, mendengarkan berita mengenai kasus pisau. Tak lama kemudian Zhao Han masuk, memberitahu anak buahnya bahwa ia sudah meminta kakak ketiga untuk datang serta adanya kemungkinan bahwa kasus ini berhubungan dengan balas dendam pada Ye Family Group. Ia pun meminta Yao Meng dan Da Hu untuk tetap tinggal di rumah Ye Qiao dan menjaganya. Ye Qiao tertawa mendengarnya.

“Jika ia benar diculik, aku akan mengatakan kepada si penculik bahwa aku tidak punya uang. Bunuh saja dia,” ujarnya ketus. “Kalian tidak perlu terlalu khawatir.”

Zhao Han kemudian meminta yang lain untuk ikut pulang bersamanya. Tanpa diduga, Xu Xu mencegahnya.

“Team leader Zhao, penculik itu akan segera menelpon,” ucap Xu Xu yakin.

Benar, sesaat kemudian telpon rumah tiba-tiba berbunyi dan yang menelpon adalah si penculik. Ye Qiao yang mengangkatnya berubah menjadi lemas meski tadinya sok kuat. Beberapa saat kemudian telpon kembali berbunyi. Ye Qiao tidak berani mengangkatnya sehingga Zhao Han hendak mengangkatnya sebelum telpon itu mati.

“Penculik akan membiarkan tawanannya berbicara terlebih dahulu,” ujar Xu Xu.

“Apa yang harus aku katakan?” tanya Ye Qiao.

“Terserah kamu,” ujar Xu Xu sembari meraih telpon tersebut dan mengulurkannya pada Ye Qiao. “Di saat seperti ini, katakan saja apa yang ingin kamu katakan pada suamimu.”

Yang dikatakan oleh Xu Xu ternyata tepat. Ye Qiao tidak melewatkan kesempatan itu untuk memaki-maki suaminya yang ia anggap sudah melupakan dirinya selama ini. Xu Xu mengambil alih telpon tersebut. Setelah mengecek bahwa telpon masih tersambung, Xu Xu memberi instruksi pada Ye Qiao bahwa selanjutnya penculik akan berbicara langsung kepadanya. Ia berpesan agar Ye Qiao memberitahu penculik bahwa ia akan mengajak saudara sepupunya karena ia sangat takut dan tempat pertemuan mereka haruslah di tempat publik yang ramai. Selain itu, Xu Xu meminta agar Ye Qiao menawar dan mengatakan hanya bisa memberi uang dua juta yuan saja. Ye Qiao melakukannya dan si penculik menyetujuinya.

Di suatu tempat, si penculik terlihat mengikat Zhang Shiyong dan meletakannya di atas gerobak yang ada di dalam gudang. Sebelum pergi, si penculik tersebut menutupi gerobak tersebut dengan dedaunan agar tidak terlihat begitu saja.

Sementara itu, Ye Qiao mempersiapkan uang tebusan dua juta yuan, sedang tim Major Crimes Unit mencoba mencari petunjuk dari rekaman telpon si penculik sebelumnya. Xu Xu menanyakan apakah Zhang Shiyong pernah menghina atau menyerang orang sebelum ini. Ye Qiao tidak menjawab.

Saat sedang break makan, Zhao Han menanyakan bagaimana Xu Xu tahu kapan si penculik akan membuat kontak telpon. Xu Xu menjawab bahwa ia yakin si penculik dan orang yang menanam pisau adalah orang yang sama. Dalam kasus biasa, si penculik akan menelpon dan meminta tebusan setelah 48 jam. Namun karena si penculik ini tidak melakukannya, Xu Xu jadi curiga bahwa ia pasti akan menunggu hingga pisau yang tanam diketemukan dan imej Ye Family Group turun. Faktanya memang hingga sekarang berita yang muncul pasca insiden pisau adalah berita buruk tentang Ye Family Group, sehingga tujuan si penculik sudah tercapai dan ia sudah tidak perlu menyembunyikan Zhang Shiyong lagi.

“Kemampuan deduktifmu sungguh mengagumkan,” puji Zhao Han.

Zhao Han hendak membahas tentang proses pengintaian dan penangkapan si penculik, namun Xu XU memotong. Ia sadar diri bahwa kondisi fisiknya tidak cukup, sehingga ia tidak akan disertakan untuk hal itu. Tapi ia yakin akan ada banyak petunjuk di saat pengintaian, sehingga keberadaannya akan berguna untuk proses analisa langkah selanjutnya.

“Aku memohon untuk ambil bagian di semua proses,” pinta Xu Xu.

“Langkah selanjutnya? Maksudmu kita tidak bisa menyelamatkan tawanan tersebut?” tanya Zhao Han heran. “Atau apakah si penculik terlalu berpengalaman? Atau…”

Xu Xu tidak menjawabnya.

“Aku rasa si penculik ini amatiran,” lanjut Zhao Han.

“Ia baru pertama kali melakukannya,” potong Xu Xu. “Ini mungkin juga pertama kalinya ia melakukan kejahatan.”

“Lalu?”

“Bukan penculikan. Tapi ini…”

Ucapan Xu Xu terhenti karena Ye Qiao tiba-tiba turun dari tangga, disusul oleh Yao Meng. Setelah mereka berlalu, Xu Xu kembali menegaskan bahwa ia akan ikut ambil bagian dalam proses pengintaian dan penangkapan si penculik, berjanji akan mengikuti semua perintah yang ada.

Ji Bai tiba di kantor polisi dengan diantar oleh Ye Zi.

“Jika kamu mendapat kesulitan, jangan lupa menghubungi polisi,” pesan Ji Bai.

“Aku harap tidak akan ada masalah,” jawab Ye Zi.

Ji Bai tersenyum, lantas masuk ke dalam kantor polisi. Ye Zi menatap tubuh Ji Bai yang berlalu dengan tatapan yang agak mencurigakan. Sedangkan Ji Bai, begitu masuk ke dalam langsung memberi instruksi pada petugas kepolisian yang sedang menangani kasus pisau dan meminta agar dokumen penyelidikan kasus tersebut segera dikirimkan ke mejanya.

Esok harinya, Yao Meng bersiap untuk menemani Ye Qiao melakukan penyerahan uang tebusan dengan menyamar sebagai sepupunya. Ia meminta agar Ye Qiao tidak usah khawatir karena ia akan menjaganya. Demikian pula dengan Zhao Han dan anak buahnya.

“Bagaimana dengan dia, Zhang Shiyong?” tanya Ye Qiao lirih.

“Menyelamatkan tawanan dengan selamat adalah tujuan kami,” jawab Yao Meng.

“Ia lebih baik mati saja,” respon Ye Qiao sembari berlalu.

Dalam perjalanan, Yao Meng mengajak Ye Qiao ngobrol untuk membiasakan diri dengan penyamaran mereka. Ye Qiao tidak terlalu tertarik dan mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja begitu si penculik mendapatkan uangnya. Di suatu tempat keduanya berhenti untuk mengambil uang yang disediakan oleh pegawai Ye Qiao. Pegawai tersebut sempat mengingatkan bahwa yang dilakukan Ye Qiao melanggar kebijakan perusahaan, tapi Ye Qiao tidak mempedulikannya. Ia mengambil koper berisi uang yang dibawa oleh pegawainya, dan melanjutkan perjalanannya bersama dengan Yao Meng.

Akhirnya mereka tiba di sebuah pusat perbelanjaan. Terlihat bahwa orang-orang Zhao Han sudah berjaga-jaga di sana. Saat berada di coffee shop tempat janjian dengan si penculik, seorang pria mendekati mereka dan memandang ke arah koper yang mereka bawa.

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply