Sinopsis W (Two Worlds) Episode 10 & Preview Episode 11 (2016)

Banyak kejadian tak terduga di cerita sebelumnya (baca sinopsis W ep 9). Demi memberikan happy ending pada cerita Kang Chul (Lee Jong-Suk), serta sekaligus menyelamatkan Oh Yeon-Joo (Han Hyo-Joo), Oh Sung-Moo (Kim Eui-Sung) memutuskan untuk membuat karakter baru di webtoon W, karakter si pembunuh. Agar Kang Chul — yang telah dihapus ingatannya — percaya dengan pengembangan cerita yang ia buat, Sung-Moo menggambarkan wajah dirinya sebagai wajah si pembunuh. Cara ini berhasil. Namun tanpa diduga, karakter si pembunuh berwajah Sung-Moo kembali bertindak di luar kendali. Ia membantai orang-orang di stasiun TV W. Di saat itu pula Yeon-Joo kembali masuk ke dunia komik. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Dok. gambar dan video © MBC of Korea Selatan

Sinopsis Episode 10

Beberapa waktu sebelum terjadinya pembantaian di stasiun TV, Sung-Moo merobek gambar bertuliskan “Aku lebih baik membunuh daripada terbunuh”. Tiba-tiba saja layar tabletnya menyala terang dan terdengar suara si pembunuh.

Kamu akhirnya memenuhi janjimu. Inikah wajahku? Ya, ini adalah aku. Aku adalah dirimu. Wajah ini benar cocok untukku. Kamu sudah lama ingin membunuh Kang Chul, begitu pula aku.

Sepotong adegan flashback muncul, dimana ternyata setelah menusukkan pisau ke tubuh Kang Chul, Sung-Moo yang melarikan diri sempat berpapasan dengan si pembunuh berjubah hitam.

Saat itulah aku merasa, kamu dan aku berbagi satu jiwa. Mungkin itu alasannya aku merasa wajah ini sempurna untukku.

Ketakutan, Sung-Moo segera membereskan barang-barangnya dan bersiap untuk pergi. Tanpa diduga, sepasang tangan muncul dari dalam tablet dan memegangnya dengan erat, diikuti dengan munculnya sebagian tubuh si pembunuh!

Lepaskan aku,” pinta Sung-Moo, “Aku sudah memberimu identitas. Aku menjaga janjiku.

Benar, kamu memang menjaga janjimu, tapi kamu berniat membunuhku sekarang. Kamu bekerjasama dengan Kang Chul untuk membunuhku. Itu akan menjadi sebuah pengkhianatan,” ucap si pembunuh. Ia pun melanjutkan, “Yang aku lakukan selama ini hanyalah mengikuti perintahmu. Kamu adalah aku, aku adalah kamu. Kamu akan mengikuti perintahku mulai dari sekarang.

adegan_w_10a

Usai mengucapkan kata-kata tersebut, si pembunuh menarik tubuh Sung-Moo ke dalam tablet. Tak lama, Park Soo-Bong (Lee Si-Un) datang membawakan makanan. Ketika menghampiri tubuh Sung-Moo yang tergeletak di atas tablet, tiba-tiba kembali terdengar suara si pembunuh.

Apakah kamu adalah Soo-Bong?“, tanyanya.

Belum hilang rasa kaget Soo-Bong, tubuh Sung-Moo terbangun dan terlihat wajahnya telah hilang.

Ini aku Soo-Bong. Soo-Bong. Wajahku hilang. Soo-Bong. Selamatkan aku, Soo-Bong. Dia mengambil wajahku. Dimana wajahku? Soo-Bong. Soo-Bong.

Karena syok sekaligus ketakutan, Soo-Bong pun pingsan. Di dunia komik, si pembunuh memerintahkan Sung-Moo (di dunia nyata) untuk duduk dan ia pun mengikutinya. Selanjutnya, ia meminta digambarkan sebuah senjata yang bagus serta persediaan peluru yang banyak.

Aku akan membunuh banyak orang,” ujar si pembunuh sembari tersenyum.

Cerita selanjutnya seperti yang telah terjadi di episode lalu. Si pembunuh masuk ke ruang siaran di stasiun TV milik Kang Chul dan mulai menembaki satu demi satu orang yang ada di sana. Usai memberikan pesan pada Kang Chul melalui beberapa kamera yang masih menyala, ia pun menembak semua kamera tersebut hingga mati dan pergi meninggalkan TKP dengan menggunakan portal yang tiba-tiba muncul di hadapannya.

adegan_w_10b

Yeon-Joo yang saat itu kembali terlempar ke dunia komik kebingungan dengan cerita yang kembali berubah, jauh berbeda dengan rencana awal seperti yang sudah diceritakan oleh Soo-Bong. Sementara itu, di rumah sakit, Kang Chul, dengan ditemani oleh Yoon So-Hee (Jeong Eu-Gene) dan Seo Do-Yoon (Lee Tae-Hwan), melakukan konferensi pers dan menjawab beberapa pertanyaan wartawan seputar kejadian tersebut.

Salah satunya menanyakan mengenai dirinya yang selama ini telah salah dituduh sebagai pelaku pembunuh keluarganya sendiri. Kang Chul menjawab bahwa meski sekarang bukan saatnya untuk membahas hal tersebut, namun pastinya orang yang bertanggung jawab saat itu harus menerima konsekuensinya karena telah membiarkan pembunuh sebenarnya bebas begitu saja.

Orang yang dimaksud adalah jaksa penuntut pada saat itu yang sekarang telah menjadi anggota kongres, Han Chul-Ho (Park Won-Sang). Ia geram mendengar pernyataan Kang Chul dan membuang semua barang-barang yang ada di mejanya.

Seorang dokter mulai curiga pada Yeon-Joo karena ia mengenakan seragam dokter dengan logo yang berbeda. Bergegas ia pamit dan menuju ruang staf, untuk selanjutnya mengambil salah satu seragam di sana untuk menggantikan miliknya. Agar tidak menimbulkan kecurigaan lagi, ia pun memilih untuk pergi ke taman di atap gedung dan duduk sembari memandangi suasana kota.

Tiba-tiba Kang Chul datang dan berdiri tidak jauh dari tempatnya, turut memandangi suasana kota. Setelah menyadari keberadaan Yeon-Joo, ia menanyakan mengapa ia tidak ikut membantu di ruang UGD dan malah duduk-duduk sambil minum sekotak soju. Yeon-Joo berdalih bahwa ia sedang tidak bertugas dan dokter yang menangani di UGD sudah cukup banyak.

adegan_w_10c

Setelah meminta soju kotak milik Yeon-Joo, Kang Chul pun duduk di sebelahnya. Ia menanyakan mengapa Yeon-Joo sejak pertama bertemu selalu melihatnya dengan pandangan sayu. Yeon-Joo menjawab bahwa wajah Kang Chul mirip dengan wajah suaminya. Melihat cincin pernikahan di kalung Yeon-Joo, ia pun memahaminya.

Tak lama ponsel Kang Chul berdering. Soo-Hee yang menghubunginya, mengabarkan tentang operasi Son Hyun-Suk (Cha Kwang-Soo) yang sudah usai. Yeon-Joo memandangi Kang Chul yang melangkah pergi sembari menghela nafasnya.

Esok harinya Yeon-Joo terbangun di ruang istirahat staf dan heran mengapa dirinya masih saja berada di dunia komik. Mau tidak mau ia terpaksa terus berpura-pura menjadi dokter di sana. Saat sedang sarapan di kafetaria, Kang Chul, Soo-Hee, dan dua orang pengawal datang. Ia pun pura-pura sibuk mengambil sesuatu di bawah meja agar Kang Chul tidak melihatnya. Faktanya, Kang Chul justru memperhatikannya, walau akhirnya memilih untuk duduk di tempat lain.

Berpikir bahwa sebisa mungkin menghindari tokoh utama cerita bisa segera mengembalikannya ke dunia nyata, Yeon-Joo pun bergegas meninggalkan kafetaria. Ia lantas membongkar kulkas di ruang staff dan mengambil salah satu makanan milik orang lain yang ada di sana. Di saat itu seorang dokter masuk dan menanyakan siapa dirinya. Belum sempat Yeon-Joo berdalih, dokter tersebut melihat nama di jas dokter yang dikenakan Yeon-Joo dan ia menyadari bahwa itu adalah jas miliknya yang hilang. Yeon-Joo pun cepat-cepat pergi meninggalkannya.

adegan_w_10d

Beberapa hari berlalu. Yeon-Joo sedang tertunduk lesu di depan rumah sakit saat ia melihat Soo-Hee datang. Tiba-tiba ia teringat bahwa sebelumnya ia pernah diajak oleh Kang Chul ke apartemen Soo-Hee, sehingga ia segera menuju ke sana. Setibanya di sana, ia makan makanan yang ada di kulkas, menyiapkan air panas untuk membuat ramen, mengambil baju Soo-Hee untuk berganti pakaian, serta mencopet uang yang ada di lacinya. Saat kembali ke ruang tengah tiba-tiba terdengar suara Kang Chul yang sedang berada di depan pintu. Dengan panik Yeon-Joo pun kembali masuk ke kamar Soo-Hee dan bersembunyi di dalam lemari.

Tak lama Kang Chul melangkah masuk. Tampaknya ia sedang diminta untuk mengambil sesuatu yang ada di sana. Setelah mendapatkan apa yang diminta Soo-Hee, Kang Chul beranjak pergi. Namun tiba-tiba ia melihat pintu rak dapur yang terbuka serta panci berisi air panas yang mendidih. Ia lantas berpura-pura pergi meninggalkan tempat tersebut.

Mengira Kang Chul sudah pergi, Yeon-Joo keluar dari tempat persembunyiannya. Saat sedang menguping dari balik pintu, tanpa disangka Kang Chul mendobrak pintu tersebut sehingga membuat Yeon-Joo terjerembab. Ia lantas menghubungi Soo-Hee, menanyakan apakah ia kenal dengannya. Soo-Hee yang sedang berada di kamar rawat Hyun-Suk menjawab tidak. Kang Chul pun menginterogasi Yeon-Joo, bertanya mengapa ia bisa masuk ke tempat tersebut. Yeon-Joo tidak menjawabnya, hanya mengatakan bahwa ia sangat lapar karena sudah tiga hari tidak makan.

Karena Yeon-Joo juga mengaku bahwa ia tidak punya uang dan bukan dokter di rumah sakit tempat ia bertemu Kang Chul sebelumnya, dengan berat hati Kang Chul meminta pengawalnya untuk menghubungi polisi.

Yeon-Joo pasrah dengan situasi yang harus ia hadapi. Bahkan ia meminta diperbolehkan untuk membuat ramyeon terlebih dahulu sembari menunggu polisi tiba. Sambil membuatkan ramyeon, Kang Chul menanyakan identitas dan tempat tinggal Yeon-Joo. Yeon-Joo menjawab bahwa namanya benar adalah Oh Yeon-Joo dan ia tidak punya tempat tinggal serta keluarga di Seoul. Setelah ramyeon jadi, Kang Chul menghidangkannya pada Yeon-Joo yang langsung menyantapnya sehingga membuat luka di bibirnya (akibat terjatuh sebelumnya) terasa perih.

Kang Chul lantas mengambil obat dan mengoleskannya di bibir Yeon-Joo. Yeon-Joo memintanya untuk berhenti, namun Kang Chul tidak menghiraukannya. Dan setelah menahan perasaannya selama berada di dunia komik, Yeon-Joo pun tidak tahan lagi untuk mengungkapkannya.

Kenapa kamu menyentuhku? Kenapa kamu membuatku merasa sedih?“, ucap Yeon-Joo. “Aku telah berusaha sebisa mungkin untuk tidak datang kepadamu. Aku tidur di luar selama lebih dari seminggu, mencuri barang-barang, tapi aku tidak pernah meminta uang padamu. Aku ingin tetap menjauh dari kehidupanmu, jadi mengapa kamu malah datang dan bertindak baik serta perhatian kepadaku? Itu sangat membuatku sedih!

Kenapa kamu merasa sedih?“, tanya Kang Chul.

Ya, aku memang sudah menikah. Ini adalah cincin pernikahanku,” jawab Yeon-Joo sembari memegang cincin di kalungnya. Ia melanjutkan, “tapi aku tidak punya suami. Tidak ada satu pun orang yang bisa aku mintai pertolongan.

Dengan bingung Kang Chul kembali bertanya, “Bagaimana bisa kamu tidak memiliki suami ketika kamu sudah menikah?

Ia menghilang. Ia tidak mati dan kita tidak bercerai, ia hanya menghilang begitu saja. Kita bahkan tidak banyak melakukan apa-apa, hanya empat kegiatan romantis. Ia menghilang setelah empat kegiatan romantis itu. Ia menghilang setelah satu hari berlalu. Apakah itu lucu?“, jawab Yeon-Joo dengan emosional.

Kang Chul terdiam mendengarnya.

adegan_w_10e

Ia bahkan belum pernah mengatakan bahwa ia mencintaiku. Akulah yang memulai semua percakapan. Lalu ia menghilang. Gosh, ini sangat tidak adil. Ini seharusnya menjadi sebuah akhir yang bahagia, jadi aku coba untuk melupakan dirinya. Nyatanya ini bukanlah happy ending. Sekarang aku tidak tahu kenapa kita harus berpisah.

Yeon-Joo mulai menangis dan terus mengeluarkan uneg-unegnya.

Ia bahkan tidak mengenaliku. Aku tidak tahu apa yang aku lakukan di sini. Aku ingin pulang tapi aku tidak tahu caranya. Aku tidak tahu siapa pun di sini. Aku bahkan tidak punya uang.

Kang Chul akhirnya membuka mulutnya dan mengatakan bahwa ia tidak paham sama sekali dengan apa yang baru saja diungkapkan Yeon-Joo. Yeon-Joo segera menghentikan tangisnya dan berkata bahwa ia juga tidak mengharapkan Kang Chul untuk paham. Ia pun meminta Kang Chul untuk membiarkannya sendiri.

Tak lama polisi datang. Ternyata Kang Chul memutuskan untuk tidak jadi menyerahkan Yeon-Joo dengan alasan ia tidak ingin melepaskan Yeon-Joo begitu saja yang terlihat lebih nyaman berada di tahanan. Ia lantas membawa Yeon-Joo ikut di dalam mobilnya, menuju ke kantor untuk berbicara dengan keluarga korban penembakan. Tiba-tiba Hyun-Suk menelponnya dan memintanya untuk mampir terlebih dahulu ke rumah sakit.

Di kantornya, Chul-Ho sedang menyimak berita mengenai Kang Chul dan juga penembakan masal yang terjadi beberapa hari lalu, yang pelakunya diyakini sama dengan pelaku pembunuhan terhadap keluarga Kang Chul 10 tahun yang lalu. Menurut berita tersebut, lebih dari 70% masyarakat meminta Chul-Ho untuk bertanggung jawab atas insiden tersebut, karena dulu telah salah menuduh Kang Chul sebagai pelaku pembunuhan. Partner Chul-Ho yang juga ada di sana menganggap peluang Chul-Ho untuk maju sebagai presiden sudah berakhir. Chul-Ho tidak menerimanya dan berdalih bahwa kedua kasus tersebut tidak berhubungan karena belum ada bukti nyata keterkaitan di antara keduanya. Partnernya tidak menggubrisnya dan tetap menyatakan bahwa permainan Chul-Ho telah berakhir. Ia pun meminta Chul-Ho untuk mengundurkan diri.

Dalam perjalanan pulang dari kantornya, tanpa diduga si pelaku pembunuhan menghubungi Chul-Ho. Begitu mengetahui dengan siapa ia berbicara, Chul-Ho segera merekam pembicaraan tersebut. Seperti rencana awal Sung-Moo, si pelaku pembunuhan ternyata sudah memperkirakan bahwa Chul-Ho pasti akan membunuhnya dan mengkambinghitamkan Kang Chul apabila suatu saat nanti ia terangkap. Sempat gusar dengan perkataan si pelaku pembunuhan, Chul-Ho mendadak tersenyum licik setelah mendengar tawaran si pelaku pembunuhan untuk memuluskan jalannya menjadi presiden apabila ia membantunya menjatuhkan Kang Chul.

adegan_w_10f

Usai berkomunikasi dengan Chul-Ho, si pelaku pembunuhan meminta Sung-Moo untuk menuliskan sebuah dialog antara Kang Chul dengan ayahnya. Saat itu, Kang Chul sedang menemui Hyun-Suk di kamar tempat ia dirawat. Setelah meminta perawat meninggalkan mereka berdua, Hyun-Suk bercerita bahwa sebelum kejadian penembakan, ia menerima email yang berisi pesan suara. Dan isinya ternyata suara percakapan Kang Chul dengan ayahnya sesuai dengan yang didiktekan oleh pelaku pembunuhan kepada Sung-Moo.

Dalam percakapan tersebut, Kang Chul seolah pulang dalam keadaan mabuk sehingga diusir keluar oleh ayahnya. Adanya percakapan tersebut membuat Hyun-Suk menjadi ragu terhadap Kang Chul karena mengarah pada bukti bahwa Kang Chul adalah pelaku pembunuhan sebenarnya dan selama ini ia tidak ingat telah melakukannya karena benar sedang mabuk pada saat itu.

Saat Kang Chul sedang berusaha meyakinkan Hyun-Suk bahwa ia benar tidak bersalah, tiba-tiba terdengar suara tembakan dan sebuah peluru mendarat tepat di perut Hyun-Suk. Tidak hanya Kang Chul yang kaget, orang-orang yang ada di depan kamar, termasuk polisi yang sedang berjaga pun segera datang menghampiri TKP. Tepat sebelum mereka masuk, di tangan Kang Chul tiba-tiba muncul sepucuk pistol.

adegan_w_10h

Tidak ingin tertangkap, Kang Chul berlari kabur. Polisi yang datang segera memanggil bantuan sehingga membuat Kang Chul terpaksa menggunakan tangga darurat dan bersusah payah menghindari tembakan mereka, walau pada akhirnya satu di antaranya mengenai perutnya. Sesampainya di mobil, ia meminta sopirnya menyingkir dan ia segera masuk ke dalam mobil. Tanpa membuang waktu Kang Chul memacu mobilnya. Dalam perjalanan ia sempat menelpon Do-Yoon untuk memberitahukan bahwa ia telah dijebak dan terpaksa melarikan diri karena tahu polisi tidak akan bisa menyelesaikan kasus tersebut. Setelah itu, ia meminggirkan mobilnya dan meminta Yeon-Joo untuk turun.

Melihat darah di tubuh Kang Chul, Yeon-Joo menolak untuk pergi dan mengambil alih kendali mobil. Saat mampir di apotik untuk membeli perban dan obat-obatan, Yeon-Joo melihat berita tentang kematian Hyun-Suk dan Kang Chul yang menjadi tersangka utama. Ia pun tersadar bahwa kini si pelaku pembunuhan-lah yang telah mengontrol jalan cerita. Sementara itu, di tempat lain, Chul-Ho yang melihat berita yang sama, tiba-tiba menerima telepon dari seseorang, yang menginformasikan mengenai pesan suara yang sempat diterima Hyun-Suk sebelum ia ‘dibunuh’ oleh Kang Chul.

Sekembalinya ke mobil, Kang Chul sudah mulai tak sadarkan diri karena kehilangan banyak darah. Yeon-Joo segera membawanya ke hotel terdekat supaya bisa lekas menangani lukanya. Saat sedang menuju ke kamar, Kang Chul menanyakan apakah mereka pernah saling mengenal sebelumnya. Yeon-Joo tidak menjawabnya.

Setelah mengobati luka Kang Chul, Yeon-Joo mengatakan bahwa ia akan pergi sejenak untuk bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi Kang Chul. Ia pun lantas mencium Kang Chul, berharap itu bisa membuatnya kembali ke dunia nyata. Dan berhasil.

Preview Episode 11

» Sinopsis ep 11 selengkapnya

Reply