Sinopsis Uncontrollably Fond Episode 20 *TAMAT* (2016)

Akhirnya, sinopsis drama korea Uncontrollably Fond sudah mencapai episode ke-20 alias episode terakhir. Di cerita sebelumnya, Choi Hyun-Joon (Yu Oh-Seong) kaget mengetahui bahwa istrinya, Lee Eun-Soo (Jung Sun-Kyung), adalah orang di balik pembuntutan Choi Ji-Tae (Lim Ju-Hwan). Tekanan pun datang bertubi-tubi kepadanya. Mulai dari No Eul (Bae Suzy) yang justru menyerahkan video rekaman asli pengakuan Yoon Jung-Eun (Lim Ju-Eun) kepadanya; ayah Jung-Eun, Yoon Sung-Ho (Jeong Dong-Hwan), yang secara implisit menyogoknya untuk tidak membocorkan video tersebut ke publik; serta sikap Shin Joon-Young (Kim Woo-Bin) yang tidak lagi anti terhadapnya (karena pengaruh penyakitnya). Joon-Young sendiri sempat mengajak No Eul untuk menghabiskan sisa waktunya di sebuah rumah di sebuah desa di pinggir pantai. Namun, lagi-lagi karena pengaruh penyakitnya, Joon-Young lupa dan meninggalkan No Eul sendirian di sana. Sedangkan No Eul, entah apa penyebabnya, mulai merasakan rasa sakit di perutnya. Apa yang akan terjadi selanjutnya di Uncontrollably Fond edisi terakhir ini?

Dok. gambar dan video © KBS2 of Korea Selatan

Sinopsis Episode 20

Joon-Young ternyata membawa No Eul ke rumah sakit dan meninggalkannya di UGD. Seseorang yang diberi nama ‘sampah’ tiba-tiba menelpon ponsel No Eul. Tidak jelas ia siapa, sepertinya hanya sales karena Joon-Yong mengatainya karena sebagai penjual ia menelpon kliennya malam-malam. Sambil menunggu dokter menangani No Eul, Joon-Young membuka-buka ponsel No Eul dan melihat galeri foto dan videonya. Salah satu video dimana No Eul mengatakan bahwa ‘ia akan sabar menunggu Joon-Young namun takut apabila suatu saat Joon-Young sudah tidak ada lagi’ membuat Joon-Young tertegun dengan mata berkaca-kaca.

Hasil diagnosa No Eul adalah enteritis / radang usus akut. Namun dokter mengatakan bahwa No Eul tidak perlu dirawat dan bisa sembuh hanya dengan minum obat yang diberikan. Keluar dari rumah sakit, Joon-Young mengenakan mantal dan syalnya pada No Eul, lalu memintanya untuk naik ke punggungnya. No Eul hanya diam dan melangkah maju melewatinya.

Tiba-tiba dengan lantang Joon-Young berteriak ke arah laut, mengungkapkan semua yang ada di hatinya selama ini.

“Izinkan aku tetap hidup. Aku tidak mau mati, jadi, izinkan aku tetap hidup!”

No Eul membalikkan badannya, menatap ke arah Joon-Young.

“Siapa yang akan mengurus ibuku setelah aku mati? Sepanjang hidupku aku tidak pernah menjadi putra yang baik. Yang ku lakukan hanyalah membuatnya sedih! Ada banyak hal yang ingin ku lakukan untuk ibuku. Aku tidak bisa mati seperti ini.”

Mata No Eul berkaca-kaca dan air matanya mulai menetes.

“Aku ingin tetap hidup. Aku tidak ingin mati, aku ingin hidup. Orang-orang yang aku sayangi ada di sini semua. Kami baru saja akan berbahagia. Kenapa aku harus mati sekarang?! Aku ingin hidup. Izinkan aku tetap hidup. Aku takut.”

No Eul berlari menghampiri Joon-Young lalu memeluknya sembari mengucapkan maaf.

adegan_uncontrollablyfond_20a

Hyun-Joon akhirnya melakukan apa yang seharusnya ia lakukan. Berita di pagi hari menyebutkan bahwa sebuah video telah beredar di internet dan menghebohkan seluruh negeri. Video tersebut berisi pengakuan adanya kongkalikong antara jaksa dan politisi yang menutupi kasus tabrak lari yang berakibat kematian korban. Ji-Tae, dari kamar rumah sakitnya, seolah tidak percaya menyaksikan berita tersebut. Kembali menurut berita, semua ‘pelaku’ yang ada maupun disebutkan di dalam video sudah diketahui identitasnya. Ini berakibat adanya petisi massa yang meminta pihak kepolisian untuk membuka kembali kasus tersebut. Hyun-Joon juga disebutkan bersedia datang dengan sukarela untuk menjelaskan masalah tersebut.

Saat itu juga Hyun-Joon tiba di kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan. Awak media yang sudah menunggu di luar langsung mencecarnya dengan berbagai pertanyaan. Hyun-Joon tidak menjawab mereka, hanya mengatakan bahwa ia akan menjawab semua pertanyaan dengan jujur. Ia pun membungkukkan badannya lalu melangkah masuk ke dalam kantor polisi. Dari restoran, Jang Jung-Sik (Choi Moo-Sung) turut mengikuti perkembangan berita tersebut. Ia lalu memberitahu Shin Young-Ok (Jin Kyung) bahwa ajudan Hyun-Joon, atas perintah Hyun-Joon sendiri, yang telah mengupload video tersebut ke internet.

“Pria yang tidak pernah kamu lupakan itu ternyata memiliki kebaikan,” ujar Jung-Sik pada Young-Ok yang sedang mencuci piring.

Di kantor polisi, Hyun-Joon mengakui semua yang telah ia lakukan sekaligus menceritakan detil kejadiannya. Dengan adanya bukti tersebut, pihak kepolisian lantas menangkap Jung-Eun yang saat itu sedang bersiap-siap untuk menuju Amerika Serikat. Sementara itu, No Jik (Lee Seo-Won) terus menangis karena bahagia dan, melalui telpon, menanyakan apakah akhirnya ayah mereka bisa bahagia dan tidak lagi merasa haknya dilanggar. No Eul hanya menghela nafas tanpa menjawabnya.

Di luar rumah, Joon-Young menanyakan apakah memang No Eul memberikan video rekaman tersebut pada Hyun-Joon. Awalnya No Eul tidak mengaku dan terus mengoceh tidak karuan, tapi akhirnya ia mengatakan bahwa itulah yang ia lakukan. Dan hasilnya sesuai dengan apa yang ia inginkan, bahwa tanpa dipaksa dan diancam, Hyun-Joon dengan sukarela membeberkan sendiri video tersebut ke publik. Tiba-tiba dua orang datang mengantarkan paket — rumah bagi Pororo. No eul meminta Joon-Young untuk mengenalkan Pororo kepadanya dan, meski ia alergi anjing, ia akan berusaha untuk merawat Pororo.

Mereka berdua lalu menulis nama Pororo di kandang anjing tersebut. Keusilan Joon-Young membuat mereka berdua akhirnya sibuk saling mencoret cat ke wajah masing-masing serta berkejar-kejaran di dalam rumah. Saat No Eul naik ke lantai dua, ia sempat khawatir karena ternyata Joon-Young tidak mengejarnya. Dengan perlahan ia turun kembali ke lantai dasar untuk mencari Joon-Young. Tiba-tiba saja Joon-Young muncul dan memeluknya dari belakang. Keduanya lantas berciuman dengan mesra.

adegan_uncontrollablyfond_20b

Ketika Eul tertidur saat fajar menyingsing, Choi Hyun-Joon, maksudku, ayahku, mengirim pesan teks. Dia bilang dia bangga dan senang dengan fakta bahwa dia adalah ayahku sampai hari kematiannya.

Di rumah keluarga Choi, Eun-Soo sedang memarahi pengacara yang ia utus untuk mewakili suaminya karena dianggap tidak becus bekerja. Ternyata memang Hyun-Joon sendiri, yang tiba-tiba datang, yang menolak pengacara dan akan mengurus segala sesuatunya seorang diri. Ia lalu meminta agar Eun-Soo menghentikan semuanya dan tidak usah lagi berusaha menutupi kebenaran. Eun-Soo tidak terima karena ia menganggap dirinyalah yang telah membuat Hyun-Joon hingga menjadi seperti saat ini. Ji-Tae yang datang beberapa saat kemudian dan meminta ibunya untuk berhenti juga tidak dihiraukan. Eun-Soo melanjutkan dengan mengingatkan bahwa ibu Hyun-Joo mati karena ia miskin, dan mereka semua tidak akan menjadi apa-apa selama mereka miskin. Agar bisa mewujudkan keinginan, mereka harus bisa menahan rasa sakit dan berkorban dan membayar semuanya secara penuh.

“Untuk melindungimu aku bahkan menabrak putra kandungku dengan mobil.”

Ji-Tae syok mendengarnya. Tapi Eun-Soo masih belum usai dan menutup kata-katanya dengan mengusir Hyun-Joon pergi dari rumah. Ia lalu berjalan meninggalkan mereka berdua, masuk ke dalam kamarnya.

“Ayah tidak perlu menepati janji ayah,” ujar Ji-Tae. “Ayah berjanji tidak akan meninggalkan ibu, ayah tidak perlu menepati janji itu. Aku akan membuatnya menderita sepanjang hidupku. Ayah bisa…”

“Dia juga istriku,” potong Hyun-Joon. “Dia juga ibu anak-anakku.”

Hyun-Joon menoleh ke arah Ji-Tae dan berdiri di hadapannya.

“Aku akan mendampingi ibumu, walaupun itu lebih buruk daripada hidup di dalam parit.”

Keduanya saling tersenyum dengan mata berkaca-kaca.

adegan_uncontrollablyfond_20c

Choi Ha-Roo (Ryu Won) mencari-cari No Jik di depan toko tempat ia bekerja. Sempat mengira No Jik tidak masuk kerja, tiba-tiba No Jik justru muncul di belakangnya. Mereka lalu berjalan berdua di taman dan saling menyindir jerawat mereka masing-masing. Tanpa diduga, Ha-Roo mendadak berhenti dan mencium kening No Jik. Ha-Roo menanyakan apa yang dirasakan No Jik dan No Jik menjawab bahwa jantungnya berdebar-debar. Ha-Roo lalu mengatakan bahwa ia sudah tahu alasan sebenarnya No Jik memutuskannya adalah karena kasus ayahnya. No Jik terdiam. Ha-Roo lantas melanjutkan dengan meminta nomer telpon No Jik dan mengatakan bahwa jika suatu saat ia menemukan pria sebaik No Jik, saat itu juga ia akan menghubunginya. Setelah No Jik memberikan nomer telponnya, keduanya saling berjabat tangan dan mengucap salam perpisahan.

Beberapa hari kemudian, Ji-Tae mendatangi tempat tinggal Joon-Young dan No Eul. Saat ia mengatakan ingin menemui Joon-Young, No Eul menjelaskan bahwa seminggu belakangan Joon-Young mulai kehilangan ingatannya. Tidak hanya lupa akan orang-orang di sekelilingnya, ia bahkan sudah lupa siapa dirinya sebenarnya. Agar tidak membuatnya makin bingung, No Eul sendiri mengatakan pada Joon-Young bahwa ia adalah asistennya. Ji-Tae lalu menyusul Joon-Young yang keluar untuk berjalan-jalan. Sadar bahwa ada yang mengikutinya, Joon-Young menanyakan apakah Ji-Tae mengenalnya dan seperti apa sosok dirinya. Tanpa menutup-nutupi Ji-Tae mengatakan apa yang ia rasakan terhadap Joon-Young selama ini. Namun demikian, ia menutupnya dengan mengucapkan harapannya untuk bisa bertemu kembali dengan Joon-Young di lain waktu.

“Aku akan bersikap baik kepadamu saat itu. Aku akan menjadi seorang kakak. Aku akan mengurusmu dan menyayangimu.”

Joon-Young berlalu sambil mengatakan bahwa ia tidak mau karena Ji-Tae aneh. Ji-Tae menatapnya pergi sambil menangis. Sementara itu, tanpa babibu Jung-Sik menyelipkan cincin di jari manis Young-Ok. Young-Ok membuangnya karena menganggapnya bermain-main serta memintanya untuk memberikan cincin itu pada pacarnya. Jung-Sik lalu mengaku bahwa Young-Ok-lah pacarnya dan ia menyukainya. Ia kemudian mengambil cincin tersebut dan memasangkannya kembali di jari Young-Ok. Young-Ok menjadi emosi dan menyiramkan air ke kepala Jung-Sik. Ia kesal karena baginya ini bukan waktu yang tepat untuk itu. Jung-Sik lalu meminta Young-Ok untuk menemui Joon-Young dan memamerkan cincin itu kepadanya, karena itulah yang diinginkan serta dipesankan Joon-Young kepadanya, agar Jung-Sik menjaga dan membahagiakan ibunya. Young-Ok menangis sambil terduduk di hadapan Jung-Sik.

adegan_uncontrollablyfond_20d

Di tahanan, Jung-Eun mengatakan pada Ji-Tae yang menemuinya bahwa ia, dan ayahnya, akan segera bebas dan pasti akan membalas perbuatan Ji-Tae dan keluarganya. Ji-Tae tidak menghiraukannya dan berbalik menanyakan apakah Jung-Eun percaya bahwa Ji-Tae pernah benar-benar mencintainya dan yakin akan hidup bahagia apabila menikah dengan Jung-Eun. Ingatan Jung-Eun kembali ke masa lalu saat ia pertama kali bertemu dengan Ji-Tae. Hal itu membuat Jung-Eun meneteskan air mata.

“Kamu benar. Mungkin kamu memiliki kekuasaan untuk keluar. Tapi aku lebih suka kamu tetap menjalani hukumanmu. Aku akan menunggumu.” ucap Ji-Tae.

“Mari kita lihat apa kamu benar-benar tidak bisa bangkit kembali. Atau apakah kamu memiliki secercah harapan untuk menjadi lebih baik. Jika memang ada harapan, aku akan menunggumu.”

Sambil terus meneteskan air mata Jung-Eun meminta agar Ji-Tae tidak usah kembali lagi.

Young-Ok mendatangi Joon-Young di rumahnya. Joon-Young tidak mengenalinya, malah mengiranya sebagai sales. Karena Young-Ok bertanya tentang No Eul, yang saat itu sedang pergi ke pasar, Joon-Young mempersilahkannya untuk masuk dan menunggu di dalam. Sembari menunggu No Eul pulang, Young-Ok membuatkan makanan bagi putranya. Saat itu No Eul pulang, tapi ia mengurungkan niatnya untuk masuk setelah mengetahui ada ibu Joon-Young di sana dan membiarkan mereka berdua menikmati momen kebersamaannya.

Joon-Young sangat menyukai hasil masakan Young-Ok. Meski ia tidak mengenali orang yang ada di hadapannya, Joon-Young mengatakan bahwa masakan yang ia makan saat itu mirip dengan masakan buatan ibunya. Air mata Young-Ok menetes mendengarnya. Tiba-tiba Joon-Young terdiam. Young-Ok hendak mengambil mangkuk makanannya karena mengira ada sesuatu di dalamnya. Joon-Young lalu menggenggam tangannya, dan sambil menangis meminta maaf karena sempat tidak mengenali ibunya. Setelah membasuh mukanya, Joon-Young menemui ibunya yang sudah menunggu di ruang tengah. Young-Ok lalu bercerita tentang Jung-Sik yang sudah melamarnya dan kini ia beruntung punya dua anak tiri yang manis.

“Aku putra yang buruk. Aku merasa bersalah sekarang”, ucap Joon-Young sambil tersenyum.

“Tidak benar, kamu putra yang hebat”, respon Young-Ok.

Joon-Young lalu mengatakan bahwa ia sudah berusaha sebaik mungkin untuk tetap hidup. Namun ia tetap merasa bersalah kepadanya. Young-Ok menjawab dengan mengatakan bahwa pintu rumahnya selalu terbuka untuk Joon-Young dan Joon-Young bisa mengunjungi kapan saja. Saat angin bertiup, saat hujan, saat salju turun, Young-Ok akan menganggapnya sebagai Joon-Young yang datang.

“Terima kasih, Joon-Young. Terima kasih sudah menjadi putra ibu.”

“Aku juga, sebuah kehormatan memiliki ibu sebagai ibuku.”

adegan_uncontrollablyfond_20e

Di kantor, Ji-Tae mengumumkan pengunduran dirinya dan juga ibunya. Ji-Tae menambahkan, untuk selanjutnya, grup KJ akan dikelola oleh pihak profesional, dan kapasitasnya (dan ibunya) hanya sebagai pemilik dan pemegang saham terbanyak. Hyun-Joon melihatnya sambil tersenyum ke arah Ji-Tae. Saat Hyun-Joon melangkah pergi, ajudannya datang dan memberitahunya bahwa surat penahanan Hyun-Joon telah dikeluarkan. Dengan tenang Hyun-Joon mengajak ajudannya untuk makan bersama.

Melihat No Eul berfoto selfie, Joon-Young menawarkan diri untuk berfoto bersamanya. Usai berfoto dengan berbagai wajah aneh, Joon-Young yang kelelahan merebahkan dirinya di pundak No Eul. No Eul menanyakan apakah ia cantik. Joon-Young menjawab bahwa No Eul sangat cantik hingga tidak bisa melihatnya. Tak lama kemudian Joon-Young tidak lagi menjawab kata-kata No Eul.

“Lupakan ibumu, lupakan ayahmu, lupakan aku. Jangan memikirkan apa-apa. Tidurlah.” ujar No Eul lirih dengan mata berkaca-kaca.

Cerita lompat ke beberapa tahun kemudian. Di tempat tinggal Joon-Young, Jang Kook-Young (Jung Soo-Kyo) ditelpon oleh Ko Na-Ri (Kim Min-Young) yang kini menjadi (calon) pacarnya. CEO Namgoong (Park Soo-Young) tiba-tiba memanggil mereka untuk melihat isi kamera yang baru saja ia temukan. Isinya ternyata adalah pesan terakhir Joon-Young yang ia rekam beberapa waktu sebelum ia meninggal. Joon-Young mengucapkan terima kasih pada orang-orang di sekelilingnya, serta menanyakan kabar kekasihnya, No Eul.

No Eul sendiri saat itu baru saja membongkar usaha pemerasan yang biasa dilakukan oleh produser Yoon dan dirinya dulu. Dalam perjalanan pulang, saat menunggu bis di halte, ia mendatangi bilboard bergambar Shin Joon-Young ada di sana.

“Kerjaku hari ini bagus, bukan?” ujar No Eul sembari mencium wajah Joon-Young di bilboard.

“Sampai jumpa lagi besok, Joon-Young”.

2 Comments - Add Comment

Reply