Sinopsis Uncontrollably Fond Episode 15 & Preview Episode 16 (2016)

Di cerita sebelumnya (baca sinopsis Uncontrollably Fond ep 14), Lee Eun-Soo (Jung Sun-Kyung) memberi cek sebesar 1 juta dolar pada No Eul (Bae Suzy) apabila ia mau menjauhi anaknya, Choi Ji-Tae (Lim Ju-Hwan). Meski dicegah oleh Ji-Tae, No Eul tetap menerimanya. Tindakan No Eul membuat Ko Na-Ri (Kim Min-Young) kecewa padanya karena telah menjual ayahnya dengan harga murah. No Eul tidak mempedulikannya karena baginya ia telah kalah dan tidak mungkin mendapatkan apa-apa dari Choi Hyun-Joon (Yu Oh-Seong). Ji-Tae yang tidak tahan lagi dengan kelakuan orang tuanya bertekad untuk merebut seluruh harta mereka. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Dok. gambar dan video © KBS2 of Korea Selatan

Sinopsis Episode 15

Melihat No Eul, Shin Joon-Young (Kim Woo-Bin) membatalkan niatnya untuk menemui Yoon Jung-Eun (Lim Ju-Eun) dan menyusul No Eul masuk ke dalam lift, meninggalkan semua hadiah bagi Jung-Eun di depan pintu lift begitu saja. Ia lantas menggandeng tangan No Eul sembari mengucap lelucon tentang mantel No Eul yang telah memakan makanannya.

Joon-Young lalu membawa No Eul pulang ke rumahnya dan membuatkan makanan untuknya. No Eul yang selama ini diabaikan oleh Joon-Young hanya terbengong melihatnya, mengira yang terjadi hanyalah mimpi. Setelah makanan jadi, Joon-Yong pun menghidangkannya pada No Eul. Karena No Eul masih diam, Joon-Young lantas mencicipi makanan tersebut dan rasanya ternyata sangat tidak enak. No Eul tersenyum melihatnya dan ganti memakannya, meki dilarang oleh Joon-Young.

“Ini makanan pertama yang pernah kau buat untukku. Bagaimana mungkin aku tidak memakannya. Meskipun aku tahu ini hanya mimpi dan rasanya benar-benar tidak enak,” ucap No Eul dalam hati.

Saat No Eul meminta diambilkan kimchi, Joon-Young justru mendekati dan menciumnya dengan mesra. Meski sempat kaget, No Eul pun akhirnya menikmati ciuman tersebut.

adegan_uf_15a

Kamu tidak tahu betapa sunyi, sepi, dan kosong rasanya berada di alam mimpi jika kamu sudah tahu itu hanya mimpi.

Usai makan mereka bermain uno bersama dan saling berkejaran di halaman rumah Joon-Young, diikuti dengan berbaring bersama sembari berpelukan dan melihat bintang di langit.

Pagi jangan cepat datang. Jika ada yang berani membangunkanku dari mimpi ini, aku akan mengikuti mereka selamanya untuk membalas dendam.

Faktanya, kejadian tersebut memang benar hanya khayalan No Eul saja. Saat ini ia masih berada di depan lift, berhadapan dengan Joon-Young, yang selanjutnya berpapasan begitu saja tanpa menyusulnya. Sementara itu, Jung-Eun tetap berkeras akan melakukan apa saja, termasuk membunuh No Eul, demi mendapatkan Ji-Tae kembali. Mendengarnya, Ji-Tae akhirnya tidak tahan lagi dan mengingatkan bahwa ulahnya yang tidak dewasa seperti sekarang pernah membuatnya membunuh seseorang di masa lalu.

Saat Ji-Tae beranjak pergi, Jung-Eun kembali menahannya. Ia tidak mau melepaskan tangannya dari lengan Ji-Tae meski Ji-Tae telah membentaknya berulang kali. Tiba-tiba Joon-Young datang dan meminta Jung-Eun untuk membiarkan Ji-Tae pergi karena ialah yang akan menemani Jung-Eun. Ji-Tae menatapnya dengan wajah heran sekaligus curiga dengan apa yang ada di benak Joon-Young.

adegan_uf_15b

No Eul melangkah gontai meninggalkan restoran. Ia tidak mempedulikan pandangan orang-orang terhadap mantelnya yang terdapat noda bekas makanan. Juga tidak peduli terhadap ponselnya yang terus berdering karena mendapat panggilan dari Ji-Tae.

Sepeninggal Ji-Tae, tanpa disangka Joon-Young meminta Jung-Eun untuk menggodanya (mendekatinya). Jung-Eun heran dan bertanya tentang No Eul yang setahunya disukai oleh Joon-Young.

Karena itu aku memintamu untuk menggodaku,” jawab Joon-Young. “Aku ingin melupakan semua hal tentang No Eul. Aku ingin memenuhi kepalaku dengan bayangan dirimu. Bisakah kamu melakukan itu?

Jung-Eun terdiam mendengarnya.

Tak lama kemudian Joon-Young kembali ke mobilnya. Saat sedang merebahkan kepalanya di sandaran kursi mobil, Ji-Tae menghubunginya dan menanyakan apa yang baru saja ia lakuan. Joon-Young menjawab bahwa ia sedang membantu Ji-Tae menyingkirkan Jung-Eun dari hidupnya. Ia melanjutkan bahwa setidaknya ia harus berbuat baik sebelum ia mati dan ia menunggu traktiran minum dari Ji-Tae sebagai tanda ucapan terima kasihnya.

Na-Ri membangunkan No Eul yang sedang tidur dan memberitahukan bahwa barang-barang yang ia belanjakan kemarin telah hilang diambil orang. Karena No Eul tidak peduli dan berkata akan membelinya lagi, Na-Ri mengancam akan menelpon No Jik (Lee Seo-Won) dan memberitahukan kepada dia bahwa kakaknya telah menerima uang suap. No Eul langsung merebut ponsel Na-Ri yang kemudian memintanya untuk mengembalikan uang yang telah ia terima secara utuh meskipun harus berhutang.

adegan_uf_15c

Bel pintu tiba-tiba berbunyi. Ternyata yang datang adalah Ji-Tae. No Eul tidak mau menemuinya sehingga ia pun pergi lagi, setelah terlebih dahulu meninggalkan sebuah bungkusan di depan pintu. Sementara itu, di restoran Shin Young-Ok (Jin Kyung), dua orang pelanggan sedang membicarakan soal Joon-Young, yang mereka anggap sebagai playboy. Jang Kook-Young (Jung Soo-Kyo) yang kini bekerja di sana mendengarnya mencoba menahan diri karena ia sudah bukan manajernya lagi. Tanpa diduga justru Young-Ok yang memarahi mereka karena telah mengata-ngatai anaknya. Tak lama Joon-Young datang dan ikut menyindir mereka.

Usai restoran tutup, Joon-Young mengantarkan ibunya pulang ke rumah. Ia lantas minta diakupuntur oleh ibunya karena belakangan ini perutnya terasa sakit. Saat sedang diobati dan ditanya mengapa berat badannya terlihat menurun, Joon-Young mengaku sedang berdiet. Young-Ok marah mendengarnya. Namun tiba-tiba Joon-Young memotong kata-katanya dan meminta ibunya untuk berhenti pura-pura marah dan ganti menanyakan kabarnya dengan baik. Ibunya hanya diam dan menepis tangan Joon-Young.

Saat hendak pulang, Young-Ok berpesan agar Joon-Young mau menemui No Eul. Dari perkataan Kook-Young sebelumnya, yang menceritakan perlakuan kasar Joon-Young terhadap No Eul, ibunya meminta Joon-Young agar tidak bertindak seperti anak kecil dan melukai perasaan wanita yang ia sukai. Ibunya juga menambahkan bahwa Hyun-Joon sekarang adalah orang asing bagi mereka dan tidak ada lagi perlunya untuk menemui dirinya, sehingga Joon-Young tidak perlu lagi berhenti melakukan yang ia inginkan karena Hyun-Joon.

Sesampainya di rumah, Joon-Young mendapati No Eul sedang meringkuk menunggunya di depan pagar. Kali ini ia mengacuhkannya dan membukakan pintu rumahnya untuk No Eul, yang sudah masuk angin karena lama menunggu di luar. Setelah berbasa-basi sejenak, No Eul mengatakan bahwa tujuannya datang adalah untuk berpamitan. Dan agar mereka bisa berpisah dengan baik, No Eul ingin mengetahui satu jawaban pertanyaan sebelum ia pergi. Yaitu mengapa Joon-Young meninggalkannya begitu saja.

adegan_uf_15d

Karena Joon-Young hanya terdiam, No Eul melanjutkan bahwa karena ia merasa tidak berbuat salah pada Joon-Young, berarti masalahnya ada pada diri Joon-Young, entah karena ia tidak menyukai No Eul lagi, atau karena telah memiliki wanita lain. Oleh sebab itu, No Eul minta diberikan kompensasi atas semua waktu, energi, dan perasaannya yang telah terbuang percuma. Jumlahnya 10 ribu dolar, sesuai dengan jumlah uang yang sudah digunakan No Eul untuk berbelanja. Setelah kembali terdiam beberapa saat, Joon-Young menyanggupi permintaan No Eul dan memintanya untuk menunggu sebentar.

Joon-Young kembali dengan membawa buku ceknya. Ia menandatanganinya dan memberikan cek kosong pada No Eul, memintanya untuk menuliskan berapa pun yang ia inginkan. Saat No Eul mengatakan bahwa ia akan meminta semua aset Joon-Young, Joon-Young mempersilahkannya. Tapi No Eul hanya bercanda dan ia menulis sesuai dengan jumlah ia minta, $10,000.

Selamat tinggal,” ujar No Eul sembari beranjak dari kursi. “Dengan ini, semua hal di antara kita sudah berakhir. Mulai sekarang, kamu bisa hidup dengan nyaman tanpa perlu mengkhawatirkan apa-apa. Brengsek.

Saat melangkah ke luar, No Eul memandang kembali ke arah rumah Joon-Young dengan mata berkaca-kaca. Sedangkan Joon-Young masih tetap terpaku di kursinya, berkata dalam hati, bahwa ia akan membalas semua perlakuannya terhadap No Eul saat ia mati.

Esok harinya, No Jik galau memikirkan ciuman Choi Ha-Roo (Ryu Won) terhadapnya. Apalagi pada saat kejadian ia malah reflek mengatainya cabul. Di perpustakaan, bukannya belajar, ia malah membaca-baca buku tentang asmara untuk mengetahui apa yang harus ia lakukan. Karena masih belum mendapat jawaban, ia pun curhat secara online, yang ditanggapi dengan berbagai makian karena menganggapnya sebagai laki-laki yang bodoh dan tidak peka. Saat makin puyeng karena membaca respon yang ia terima, Ha-Roo tiba-tiba menelponnya. No Jik pun segera meng-cancel panggilan telepon tersebut.

Sementara itu, di kamar Ha-Roo, seorang pembantu masuk dan memberitahukannya bahwa ibunya sedang menerima tamu dan Ha-Roo diminta untuk tetap tinggal di kamarnya. Tamu tersebut ternyata adalah No Eul. Ia mengembalikan uang yang diberikan Eun-Soo kepada, sekaligus menyatakan bahwa ia tidak akan lagi mengusik mereka perihal kasus tabrak lari ayahnya dahulu.

Jika Tuhan itu ada, sekali ini, mungkin Dia berpihak dengan seseorang sepertiku yang mendapat tuduhan palsu, tidak berdaya, tidak punya koneksi, dan mungkin bisa menghukum orang yang jahat. Itu pendapatku.“, ujar No Eul sebelum ia pergi. “Tapi bagaimanapun juga Anda tidak perlu mencemaskan itu. Rasanya, Tuhan itu sudah lama mati.”

adegan_uf_15e

No eul keluar dari pagar tepat di saat Ji-Tae datang. Ia mengatakan bahwa ia telah mengembalikan uang satu juta dolar tersebut pada ibunya. Ji-Tae senang mendengarnya. Tapi kegembiraan langsung hilang karena No Eul menambahkan bahwa ia sudah tidak berniat untuk membalas dendam lagi, sehingga ia merasa sudah tidak perlu lagi bertemu dengan Ji-Tae.

Sementara itu, Eun-Soo menerima kabar dari seorang pegawai di kantor bahwa Ji-Tae akan mengadakan rapat direksi darurat yang membahas mengenai pemberhentian ibunya dari jabatannya saat ini. Saat itulah Ji-Tae masuk ke dalam rumah dan dengan tenang melewati ibunya untuk mengambil jas yang sudah ia minta disiapkan oleh pembantunya.

Saat Ji-Tae sedang bersiap-siap, Eun-Soo masuk ke kamarnya dan mempersoalkan berita yang baru saja ia dengar. Ji-Tae tidak menampiknya dan menjelaskan bahwa ibunya telah melakukan tindak manajemen yang buruk sehingga berimbas pada anak perusahaan dan pemegang saham. Salah satunya adalah pemaksaan pelaksanaan proyek meski ditentang oleh sebagian besar pemegang saham. Ibunya mengingatkan apa yang akan dikatakan orang-orang apabila ia melakukan hal tersebut. Ji-Tae tidak peduli karena sudah tahu resikonya. Lagipula, jika ternyata argumennya benar, maka orang-orang akan berbalik mendukungnya.

Dengan marah Eun-Soo menanyakan apakah apa yang ia lakukan adalah karena wanita itu (No Eul) sedemikian pentingnya bagi Ji-Tae.

Tidak, bukan karena dia penting“, jawab Ji-Tae tegas, “Melainkan karena ayah dan ibu salah.

Beberapa saat kemudian, sebelum rapat direksi dimulai, Hyun-Joon menemui Ji-Tae dan menanyakan apakah ia sudah siap untuk melawan kedua orang tuanya. Ji-Tae menjawab tidak, tapi ia merasa harus melakukan sesuatu untuk menghentikan kedua orang tuanya menyakiti lebih banyak orang lagi. Mendengar argumen Ji-Tae, Hyun-Joon tersenyum dan mengatakan bahwa ia akan mendukungnya agar bisa memenangkan pertarungan itu. Ji-Tae terdiam dan tidak tahu harus berkata apa.

adegan_uf_15f

Tak lama setelah itu, asisten Hyun-Joon memberitahu hasil investigasinya mengenai keluar Joon-Young. Hyun-Joon kaget mendengar bahwa ayah Joon-Young tidak terdaftar di catatan sipil dan semuanya terdaftar atas nama ibunya, yang juga dari hasil investigasi asisten Hyun-Joon, merupakan orang tua tunggal bagi Joon-Young.

CEO Namgoong (Park Soo-Young) datang ke restoran Young-Ok untuk mencari Kook-Young. Karena digoda olehnya, Jang Jung-Sik (Choi Moo-Sung) tanpa sengaja mengungkapkan perasaannya pada Young-Ok. Tapi Young-Ok seolah tidak peduli karena masih kesal dengan Jung-Sik yang sedari tadi mencabuti ubannya tanpa permisi. Keduanya lantar kembali ribut masalah uban di luar restoran. Hyun-Joon yang melihat ‘keakraban’ mereka dari dalam mobilnya di seberang restoran menjadi bimbang apakah benar Young-Ok sudah menikah atau belum.

Sementara itu, Jung-Eun mendatangi rumah Joon-Young dengan membawa makanan. Karena Joon-Young kebetulan sedang akan pergi, ia meminta Jung-Eun untuk menunggunya sekitar 30 menit. Joon-Young ternyata tidak pergi kemana-mana, hanya berjalan sebentar dengan mobilnya dan berhenti begitu saja di tengah jalan. Sedangkan Jung-Eun yang sedang berjalan-jalan melihat isi rumah Joon-Young terpana melihat foto wajah tampan Joon-Young dalam ukuran besar.

Di rumah produksi, No Eul sedang dimarahi oleh produser Yoon karena banyak label video yang kacau dan tidak sesuai. Ia pun diminta untuk mengaturnya kembali. Walau enggan karena harus melihat wajah Joon-Young di dalam video, No Eul melakukan permintaan bosnya. Tanpa sengaja, tombol suara tertekan tepat di saat video Joon-Young yang mengajaknya berkencan sedang diputar. Satu video itu membuat No Eul penasaran dan kembali mendengarkan semua perkataan Joon-Young di berbagai video yang ada.

adegan_uf_15g

Tidak ada satu pun anggota dewan direksi yang datang menghadiri rapat yang diadakan Ji-Tae. Asisten Ji-Tae mengatakan bahwa ibunya pasti sudah melakukan sesuatu. Ji-Tae menyatakan bahwa ia tidak kecewa karena tujuan utamanya adalah untuk mengecek seberapa besar kekuaasaan ibunya.

Kembali ke rumah produksi. Produser Yoon tiba-tiba datang dan memberikan flashdisk pada No Eul, memintanya untuk memeriksa video-video yang ada di dalamnya karena tidak terdengar suara apa-apa. Setelah melihatnya, No Eul malah salah paham dan menganggap Joon-Young sengaja hanya menggerak-gerakkan mulutnya tanpa bersuara, untuk mengerjai No Eul.

Sementara itu, Jung-Eun kesal karena Joon-Young tidak kunjung kembali. Walau demikian ia terus menunggunya sembari minum anggur yang ada di sana. Saat Joon-Young akhirnya tiba, Jung-Eun melemparkan gelas ke arahnya hingga pecahan kacanya sedikit melukai pipi Joon-Young. Dengan tenang, Joon-Young lantas menelpon Kook-Young dan memintanya untuk menjemput tamu yang sedang mabuk di rumahnya. Tanpa mempedulikan Jung-Eun yang makin marah, Joon-Young pergi meninggalkannya.

Walau kesal, No Eul ternyata masih berusaha untuk mengetahui apa yang dikatakan oleh Joon-Young. Dan meski tidak berhasil memahami keseluruhan dialog, ia menangkap satu kalimat yang diucapkan oleh Joon-Young dalam video tersebut.

Aku tidak punya waktu lama untuk mendampingimu, No Eul.

Joon-Young sendiri masih disibukkan dengan Jung-Eun yang terus berteriak-teriak memaksa Joon-Young untuk meminta maaf kepadanya. Ia pun akhirnya menuruti kemauan Jung-Eun. Tiba-tiba ponsel Jung-Eun berbunyi dan Eun-Soo-lah yang menelponnya. Jung-Eun tidak berniat mengangkatnya, tapi Joon-Young merebut ponsel tersebut dan menekan tombol OK. Tapi karena Jung-Eun tidak berkata apa-apa, Joon-Young men-cancel-nya kembali.

Eun-Soo ternyata menghubungi Eun-Soo karena mengira Ji-Tae, yang saat itu datang menemuinya, berniat untuk menyerah. Sehingga ia mencoba menghubungi Eun-Soo dan mengajaknya untuk makan malam bersama Ji-Tae. Mengetahui ibunya salah paham, Ji-Tae segera mengatakan bahwa ia sama sekali tidak berniat untuk menyerah.

Kembali ke tempat Joon-Young, ia mengatakan bahwa seharusnya Jung-Eun menyelesaikan masalahnya terlebih dahulu sebelum mendatanginya, karena baginya itu adalah soal harga diri. Alih-alih marah, Jung-Eun justru terpana akan kata-kata Joon-Young. Ia pun mengangkat telpon dari Eun-Soo dan mengatakan akan melepaskan Ji-Tae.

Joon-Young yang mendengarnya tiba-tiba menghampiri Jung-Eun dan menciumnya.

Preview Episode 16

» Sinopsis ep 16 selengkapnya

Reply